<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Jalurdua.com</title>
	<atom:link href="http://jalurdua.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jalurdua.com</link>
	<description>Menggapai Hidup Tentram</description>
	<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 16:31:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pemilik Mobil Mewah Takut Pamer</title>
		<link>http://jalurdua.com/bisnis-dgn-nurani/pemilik-mobil-mewah-takut-pamer.html</link>
		<comments>http://jalurdua.com/bisnis-dgn-nurani/pemilik-mobil-mewah-takut-pamer.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 14:39:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis Dengan Nurani]]></category>

		<category><![CDATA[Pemilik mobil mewah takut pamer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalurdua.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Pemilik mobil-mobil mewah seperti Bentley, Ferrari, dan Jaguar kini makin menyembunyikan kendaraannya sejak pemerintah gencar-gencarnya memberantas korupsi.  Gebrakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata membuat ‘keder’  mereka yang suka pamer mobil seharga Rp 3 milyar sampai Rp 16 milyar/unit itu.
Bahkan tidak jarang mobil-mobil tersebut ‘ terpaksa’ di atasnamankan saudara, teman ajudan dan sopirnya.  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://i723.photobucket.com/albums/ww233/bar3383/car.jpg" title="car" class="alignleft" width="280" height="224" />Pemilik mobil-mobil mewah seperti Bentley, Ferrari, dan Jaguar kini makin menyembunyikan kendaraannya sejak pemerintah gencar-gencarnya memberantas korupsi.  Gebrakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata membuat ‘keder’  mereka yang suka pamer mobil seharga Rp 3 milyar sampai Rp 16 milyar/unit itu.<br />
Bahkan tidak jarang mobil-mobil tersebut ‘ terpaksa’ di atasnamankan saudara, teman ajudan dan sopirnya.  Jadi lucu juga. Sopir yang rumahnya tipe 36 punya mobil Bentley  seharga Rp 6 milyar. Tapi itulah kenyataannya.<br />
Marketing Communication PT  Grand Auto Dinamika, Tryfena Sr  membenarkan fenomena itu. Perusahaan yang menjual mobil mewah merek Bently itu  bahkan harus melayani dulu ajudan atau sopir utusan ‘bos ’ yang mencari informasi mobil tersebut. “Maklum para bos itu tak ingin identitasnya diketahui,” katanya.  Harga mobil Bentley termurah sekitar Rp 5 ,1 milyar dan termahal tipe Bentley Pennacle 728 Limousine  Rp 16 milyar.<br />
 Selain  Bentley, pemilik Ferrai termahal pun juga ogah disebut namanya. Di Indonesia pemilik Enzo Ferrai yang harganya Rp 13 milyar/unit, hanya dua orang. “Saya tak berani sebut namanya, nanti mereka marah,” kata Ruhut Sitompul mantan Presiden Ferrari Owner’s Club Indonesia.<br />
 	Di Indonesia jumlah pemilik Ferrari 100 orang, terbnyak di Jakarta dan Bandung. Mobil sport yang bisa melaju dengan kecepatan penuh 350 km/jam itu memang tak selalu dipakai apalagi jalan-jalan di Jakarta yang macet. Kendraan itu paling sesekali dipakai ngebut di tol  atau saat kumpul-kumpul .<br />
Tak hanya di Jakarta, di Surabaya juga terjadi fenomena yang sama. Anak-anak pejabat yang biasanya suka pamer mobil mewah, kini tiarap. Mereka takut bapaknya nanti jadi sasaran KPK jika keluyuran pakai mobil mewah.  Hal itu memang beralasan, ada anak seorang mantan bupati yang dulu sering berseliweran di jalan-jalan Surabaya dengan mobil Jaguarnya. Tapi dua tahun kemudian bapaknya ditangkap karena korupsi Rp 36 milyar. Kini si mantan bupati itu divonis  5 tahun penjara.<br />
Di Banjarmasin dulu juga pernah terjadi, anak mantan gubernur yang yang tiap malam minggu  nampang dengan mobil mewahnya. Tapi diketahui kemudian ternyata bapaknya korupsi uang APBD dan divonis 5 tahun penjara .<br />
	Kita patut bersyukur bahwa gebrakan anti korupsi ini ada hasil dan efek yang positif.  Agama tak melarang orang membeli mobil mewah karena itu karunia Allah SWT. Asal cara mendapatkan uang untuk membeli mobil itu seharusnya dari jalan yang benar.<br />
Kita yakin bahwa di antara pemilik mobil mewah ada yang benar-benar cara mendapatkannya adalah halal. Tapi mereka kok ikut-ikutan takut atau sembunyi-sembunyi.  Apa takut dicap orang kaya lalu menjadi incara perampok yang nampaknya makin marak disela-sela kesulitan ekonomi ini.  Atau karena ‘tepo sliro’  alias tahu diri  pamer mobil mewah, sementara  masyarakat  antre panjang untuk  mendapat minyak tanah. (JP/berbagai sumber) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalurdua.com/bisnis-dgn-nurani/pemilik-mobil-mewah-takut-pamer.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Perjuangan Hidup Manusia</title>
		<link>http://jalurdua.com/gallery/tiga-perjuangan-hidup-manusia.html</link>
		<comments>http://jalurdua.com/gallery/tiga-perjuangan-hidup-manusia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 14:30:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Mengerti Yang Akan Terjadi]]></category>

		<category><![CDATA[tiga perjuangan hidup manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalurdua.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[1 Bahagia dunia dan akherat
2 Pilih salah satu
3 Hancur dua-duanya
Tiga pilihan itulah yang ada untuk seluruh umat manusia.  Pilihan pertama adalah yang paling diidam-idamkan orang .  Namun kenyataannya dalam perjalanan hidup seseorang  harus puas dengan pilihan kedua. Bahkan pilihan ketiga pun  sering kali kita lihat dalam kehidupan ini, menimpa seseorang . [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://i723.photobucket.com/albums/ww233/bar3383/buku-1.png" title="perjuangan hidup" class="aligncenter" width="150" height="127" />1 Bahagia dunia dan akherat<br />
2 Pilih salah satu<br />
3 Hancur dua-duanya</p>
<p>Tiga pilihan itulah yang ada untuk seluruh umat manusia.  Pilihan pertama adalah yang paling diidam-idamkan orang .  Namun kenyataannya dalam perjalanan hidup seseorang  harus puas dengan pilihan kedua. Bahkan pilihan ketiga pun  sering kali kita lihat dalam kehidupan ini, menimpa seseorang . Suatu kerugian yang besar tentunya.<br />
Jika Anda lihat, orang lalu-lalang di jalanan, kerja keras di kantor, banting- tulang diproyek dan lain sebagainya, sesungguhnya apa yang mereka cari?  Uang!  Untuk apa uang itu ?  Untuk membeli kenikmatan. Karena itu  selalu muncul dalam benak seseorang bahwa dengan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya maka ia akan mendapat kenikmatan yang banyak pula.<br />
Tapi apa betul dengan banyak uang itu berarti seseorang akan mendapat kenikmatan yang berlimpah.  Tidak selalu dan tidak pasti. Sudah banyak contoh yang menjungkirbalikan pendapat semacam itu.  Tapi mengapa sebagian besar dan hampir seluruh umat manusia itu selalu punya pikiran untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya ?<br />
Memang tak bisa dipungkiri,  untuk keperluan hidup tiap orang  perlu uang. Karena uang adalah simbol dari kualitas hasil karya individu.  Karya seseorang dinilai dengan uang, kemudian uang itu ditukar dengan barang atau jasa untuk keperluan hidup sehari-hari.<br />
Pertanyaan, berapa besar uang yang Anda butuhkan untuk keperluan hidup, untuk mencapai kebahagiaan itu ? Ketika pertanyaan ini saya utarakan kepada sejumlah  pengusaha. Jawabnya beragam, malah beberapa para di antara tidak menjawab, diam.<br />
   Saya sependapat dengan mereka yang diam itu karena sesungguhnya keperluan manusia tidak terbatas. Namun kondisi individu  yang membatasinya.  Jika seseorang melanggar batas kondisi individu maka dia akan berada di luar kontrol. Seseorang yang berada di luar kontrol maka ia tidak akan mengetahui tujuan hidup.<br />
Jika manusia sudah tidak tahu tujuan hidup, dia akan berputar-putar  dengan hartanya. Maka yang ia dapat adalah kebahagian dunia, akherat lepas.  Padahal Allah SWT telah menetapkan bahwa perjalanan manusia adalah menuju akherat.  Dunia hanyalah sebagai tempat transit saja.  Banyak manusia yang tertipu karena menganggap tujuan akhir perjalanan hidup ini di tempat transit itu.  Bekalnya dihabisnya di tempat transit itu sehingga ketika perjalanan ini  dilanjutnya ia tidak punya bekal cukup.<br />
“ Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami sempurnakan pekerjaannya di dunia, dan mereka tidak dirugikan.”<br />
“Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akherat kecuali neraka dan lenyaplah apa yang telah mereka usahakan (di dunia), dan sia-sialah apa yang mereka kerjakan.”  ( QS: Surat Huud , 15 dan 16)</p>
<p>Ada contoh menarik. Ada anak orang miskin yang menderita radang lambung, badannya panas tak kunjung turun. Bapaknya hanya punya uang Rp 50.000. Anak itu lantas dibawa ke poliklinik Gotong Royong yang terkenal dengan biaya murah di Surabaya. Biaya periksa dokter dan obat hanya Rp 49.000. Dua hari kemudian anak itu sembuh.  Pada saat hampir bersamaan, tetangga saya orang kaya, katanya,  anaknya  terkena radang lambung. Dia dibawa ke rumah sakit mewah. Total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 1.7 juta. Dua hari kemudian anaknya sembuh.  Jika kita renungkan, apa bedanya  biaya Rp Rp 49.000 atau Rp 1,7 juta, kalau ternyata  penderita sama-sama sembuh.<br />
Allah SWT kalau menghendaki orang sakit itu sembuh maka sembuhlah dia tanpa mempedulikan biaya.  Ada contoh lain, kawan saya yang berada di Kalimatan malam-malam telepon kepada saya yang mengabarkan anaknya kena diari (mencret). Ia tak punya uang untuk membawa ke dokter.  Dia minta bantuan agar dipinjami uang dan dikirim lewat bank.  Saya bilang ke dia tak mungkin saya kirim uang malam ini. Kalau besok pagi mungkinlah.<br />
Kemudian ia saya sarankan agar tengah malam ini ia salat sunah dan minta kepada Allah SWT agar anaknya diberi kesembuhan.   Teman saya melakukan semua itu dengan sungguh-sungguh karena sudah tidak ada pilihan lagi. Kemudian, ia mengambil air putih sambil mengucapkan Basmalah lalu air itu diminumkan ke anaknya yang sedang sakit.   Alhamdulillah, anaknya sembuh. Pagi hari sudah tidak mencret lagi. Ia p[un batal memminjam uang dari saya. Itulah salah satu bukti bahwa kalau seseorang itu bersungguh-sungguh minta pertolongan Allah SWT tanpa biaya pun bisa sembuh.<br />
Seseorang yang punya pandangan hidup jauh ke depan, bisa merasakan  apa yang sebenarnya dicari dalam menuju cita-cita hidup bahagia dunia  dan akherat ini. Ia bisa mengerti apa yang akan terjadi dalam melangkahkan kakinya untuk bekerja dan beraktivitas sehari-hari.  Ia juga mengerti  apa saja tipuan-tipuan di dunia ini sehingga bisa menghindarinya. Dalam kehidupan ini juga  banyak sekali jebakan-jebakan yang siap menyengsarakan menusia di belakang hari.<br />
Dari tubuh kita,  bagian mana yang bisa merasakan bahagia atau tidak, senang atau sedih ?  Jawabnya tentu, hati yang bisa merasakan semuanya. Hati bukan dalam bentuk fisik (liver atau jantung) yang ada tubuh kita, tapi hati dalam arti  ‘bagian-bagian halus’ yang berhubungan dengan ruh.  Tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata ‘bagian yang halus itu’ karena urusan ruh adalah wewenang Allah SWT.<br />
Seseorang naik mobil Jaguar, hatinya senang. Seseorang lainnya naik Toyota Kijang tua, hatinya juga senang.  Apa yang membedakan dari dua orang itu ? Yang membedakan adalah  orang yang mengerti yang akan terjadi dengan tumpangan kendaraan itu. Jika pemilik Jaguar itu dalam mendapatkan mobil mewahnya itu dengancara salah (haram) maka ia merasakan senang sekarang tapi susah di kemudian hari. Pilihan nomor dua yang ia dapatkan.  Pemilik Kijang reyot  jika cara mendapatnya kendaraan dengan cara halal maka dia dapatkan senang sekarang, senang di kemudian hari.  Pilihan nomor satu yang ia dapatkan.  Kita banyak saksikan kejadian tersebut di masyarakat sekarang ini.<br />
Allah SWT memberi kebebasan kepada menusia untuk memilih. Jika ia menginginkan germerlapan   dunia, akan dikasih. Begitu pula mereka yang tak ingin kepada germerlapan dunia dan mengharapkan akherat, juga dikasih.  Orang cerdas dalam srti sesungguhnya, tentu memilih kehidupan nanti  (akherat) ketimbang kehidupan dunia yang singkat ini.<br />
Gambaran sederhananya adalah , jika Anda ditawari uang Rp 10 triliun, apapun yang Anda inginkan pasti dapat. Tapi waktu Anda untuk menikmati semua itu hanya seminggu. Kemudian selama 100 lahun Anda disiksa terus menerus dengan tubuh yang dibakar. Apa Anda mau ? Tentu Tidak. Tapi banyak orang yang secara tidak sadar maupun sadar bersedia menerima tawaran itu. Tapi yang paling menyedihkan adalah,  di dunia miskin tapi  beragama non Islam, hancur dua-duanya.<br />
Di dunia ini sekarang hidup sekitar 6,5 milyar jiwa. Hanya 1,5 milyar yang beragama Islam. Padahal Allah SWT  secara jelas berfirman bahwa mereka yang bisa menikmati hidup bahagia di akherat nanti adalah orang Islam. Namun tidak semua orang Islam bisa langsung masuk surga. Mereka yang mengaku Islam tapi berbuat dosa terus menerus dan tidak tobat sampai akhir hayatnya. Tentu saja harus merasakan siksaan lebih dulu di neraka, kemudian atas kemurahan Allah SWT mereka diangkat masuk surga.<br />
 “Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akherat dia termasuk orang-orang yang rugi.” (QS: Ali Imran, 85)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalurdua.com/gallery/tiga-perjuangan-hidup-manusia.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Info Buku Terbaru 2009</title>
		<link>http://jalurdua.com/berita-terbaru/info-buku-terbaru-2009.html</link>
		<comments>http://jalurdua.com/berita-terbaru/info-buku-terbaru-2009.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 10:28:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Top Story]]></category>

		<category><![CDATA[Buku Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalurdua.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin Anda sudah banting tulang mengejar rezeki tapi tak kunjung menjadi kaya; atau Anda sudah kaya raya tapi tak jua memeroleh kebahagiaan. Kenapa juga orang yang penghasilannya sedikit tapi mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai bangku perkuliahan?
Kenapa juga orang berpenghasilan banyak tapi selalu merasa tak cukup? Mengapa kita sudah membuka usaha, punya keberanian, optimis, tapi tak jua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://i723.photobucket.com/albums/ww233/bar3383/9-keajaiban.jpg" title="buku terbaru" class="alignleft" width="183" height="237" />Mungkin Anda sudah banting tulang mengejar rezeki tapi tak kunjung menjadi kaya; atau Anda sudah kaya raya tapi tak jua memeroleh kebahagiaan. Kenapa juga orang yang penghasilannya sedikit tapi mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai bangku perkuliahan?</p>
<p>Kenapa juga orang berpenghasilan banyak tapi selalu merasa tak cukup? Mengapa kita sudah membuka usaha, punya keberanian, optimis, tapi tak jua memeroleh keuntungan padahal kita cakap dalam manajemen, pemasaran, dan lainnya? Kenapa juga orang kaya semakin kaya dan bahagia? Dan ada juga orang miskin semakin miskin dan tak kunjung bahagia? Ada apa sebenarnya?</p>
<p>Adakah tangan-tangan lain yang berkerja untuk mewujudkan kekayaan dan kebahagiaan? Adakah kekuatan lain yang menggerakkan kita mudah meraih rezeki dan kebahagiaan? Kalau ada, amalan apa saja yang mengundang kekuatan itu?<br />
<span id="more-45"></span><br />
(Syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan kekuatan dari-Nya) Temukan jawabannya dalam buku saya yang berjudul: 9 Keajaiban Sunah Rasulullah Saw: Cara Tercepat Menjadi Kaya dan Bahagia. Segera baca buku ini. Sudah masuk ke toko-toko buku Gramedia, dan toko buku lainnya. Buku ini diterbitkan oleh Qultum Media Jakarta.</p>
<p>Apa yang Anda peroleh dalam buku saya ini?</p>
<p>    Anda akan peroleh cara terbaik merengkuh kekayaan dan kebahagiaan dalam hidup melalui amalan-amalan sunah seperti shalat tahajud, sedekah, shalat Dhuha, tahlil, dan amalan ringan lainnya</p>
<p>    Anda akan dapatkan cara ampuh mendekatkan diri pada Allah tiap detik dan kapan pun Anda akan ingat Allah</p>
<p>    Anda akan ngeh bahwa 9 Keajaiban Rasulullah patut diamalkan</p>
<p>    Anda akan terbuka pikiran dengan kisah-kisah orang jaman ini yang meraih kekayaan dan kesuksesan dari Allah karena sering melakukan 9 amalan Rasulullah</p>
<p>    Ada tips dan doa-doa ampuh.</p>
<p>Saya berharap karya saya ini bisa menambah amal baik kita bersama baik pembaca dan penulis. Semoga Allah memberikan banyak pencerahan buat kita semua: kekayaan dan kebahagiaan (dunia dan akhirat).</p>
<p>Alhamdulillah, tak lupa saya sangat berterima kasih pada sahabat-sahabat saya yang dengan tulus ikhlas meluangkan waktunya membaca karya saya ini. Mudah-mudahan Allah melipatgandakan pahala kita semua. Amin.</p>
<p>“Bila 9 kejaiban yang dipaparkan dalam buku ini dapat kita wujudkan dalam kehidupan keseharian, maka perhatikanlah, kita akan merasakan perubahan yang dahsyat dalam kehidupan, dan kita akan menyadari bahwa menjadi seorang muslim itu ternyata sangat indah dan menyenangkan.” (Qurtifa Wijaya, S.Ag, Angota DPRD Kota Depok, Ketua Yayasan Islam Ibnu Mas’ud Kota Depok, Penceramah di berbagai Masjid dan Majelis Ta’lim)</p>
<p>“Buku ini akan membawa Anda memahami bahwa kaya dan bahagia adalah hak Anda dengan cara yang benar. Buku ini akan mengajak Anda untuk memiliki kemampuan memberi sebanyak-banyaknya dan bukan meminta sebanyak-banyaknya.” (Aris Ahmad Jaya Direktur ABCo Training Center, Penulis Best Seller 30 Hari Mencari jati Diri, Motivator “Auto Sugesti Power” Nasional)</p>
<p>“Apabila Anda membiasakan 9 amal sholeh dalam buku ini, karena Allah Swt. dan berdasarkan tuntunan nabi Muhammad Saw., maka saya yakin, Anda akan bahagia dunia dan akhirat.” (Udo Yamin Majdi, penulis, trainer, dan direktur Word Smart Center Cairo)</p>
<p>Oleh: <a href="http://rusdin.wordpress.com/2009/01/18/buku-terbaru-saya-keajaiban-9-sunah-rasulullah-saw-cara-tercepat-menjadi-kaya-dan-bahagia/">Rusdin</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalurdua.com/berita-terbaru/info-buku-terbaru-2009.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mari  Latihan Bersyukur</title>
		<link>http://jalurdua.com/pengalaman/mari-latihan-bersyukur.html</link>
		<comments>http://jalurdua.com/pengalaman/mari-latihan-bersyukur.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 09:44:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengalaman Saya]]></category>

		<category><![CDATA[Keuntungan Bersyukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalurdua.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Bersyukur kok pakai latihan segala ! Karena bersykur itu ada tingkatannya, seperti sekolah. Sebab umumnya  kata syukur gampang terucap saat  kita dapat kesenangan semata , tapi kata itu berat diucapkan  ketika  tertimpa musibah. Kalau dapat nikmat lalu bersyukur itu sih biasa.  Tapi jika Anda tertimpa musibah lalu Anda bersyukur itulah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Syukur" src="http://i723.photobucket.com/albums/ww233/bar3383/sujud.jpg" alt="" width="244" height="165" />Bersyukur kok pakai latihan segala ! Karena bersykur itu ada tingkatannya, seperti sekolah. Sebab umumnya  kata syukur gampang terucap saat  kita dapat kesenangan semata , tapi kata itu berat diucapkan  ketika  tertimpa musibah. Kalau dapat nikmat lalu bersyukur itu sih biasa.  Tapi jika Anda tertimpa musibah lalu Anda bersyukur itulah tingkatan yang paling tinggi sebab Anda telah mengerti yang akan terjadi.  Setiap ada kesulitan disitu ada kemudahan.  Di setiap  kesedihan,  ada kebahagian. Di saat ada kebahagiaan disitu sedang ada musibah dan ujian.<br />
	Allah SWT selalu memberi yang terbaik kepada kita. Cuma sering kali kita kurang memahami apa yang dimaksudkan Allah terhadap kejadian-kejadian  yang manis maupun pahit , yang ditimpakan  kita. Maklum saja karena betapa terbatasnya kemampuan otak kita untuk menerima takdir dari Allah. Untuk bisa memahami apa maunya Allah kepada kita, sebaiknya kita berlatih mengucapkan Alhamdulillah terhadap apapun kejadian yang menimpa kita dari bangun tidur sampai tidur kembali.<br />
<span id="more-42"></span><br />
Misalnya:<br />
-	Alhamdulillah, hari ini saya dan keluarga bisa makan dengan lauk tahu tempe&#8230;<br />
-	Alhamdulillah, saya dapat untung Rp 5 juta dari jualan mobil ini<br />
-	Alhamdulillah, saya hari ini kena flu sehingga bisa istirahat<br />
-	Alhamdulillah, saya tadi bertemu dengan si Fulan sehingga persoalan bisnis saya selesai<br />
Jika sudah terlatih maka kejadian-kejadian ekstrem  yang menimpa, kita akan selalu bersyukur. Misalnya:<br />
-	Alhamdulillah, mobil saya tabrakan, mungkin dari kejadian ini Allah SWT mengingatkan saya agar lebih rajin bayar zakat dan sadaqah.<br />
-	Alhamdulillah saya diangkat menjadi direktur utama, semoga Allah SWT senantiasa membimbing ke jalan yang lurus dalam mengemban amanat sebagai direktur utama ini.<br />
-	Alhamdulillah saya diberi banyak kekurangan sehingga tidak mencari-cari kekurangan (aib) orang lain<br />
-	Alhamdulillah saya bisa membeli rumah seharga Rp 5 milyar, semoga Allah SWT membimbing ke jalan yang benar  dalam menjalani ujian punya rumah mewah ini<br />
Silakan berlatih !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalurdua.com/pengalaman/mari-latihan-bersyukur.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Terpaksa Memberi  Pungli</title>
		<link>http://jalurdua.com/bisnis-dgn-nurani/terpaksa-memberi-pungli.html</link>
		<comments>http://jalurdua.com/bisnis-dgn-nurani/terpaksa-memberi-pungli.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 09:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis Dengan Nurani]]></category>

		<category><![CDATA[Memberi Pungli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalurdua.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Sehari sebelum acara bedah  buku ‘Tidak Mungkin Menjadi  Mungkin’ di Banjarmasin, saya diundang  Radio Smart FM  untuk mengisi  acara talk show.  Di radio yang bersegmen menengah  - atas itu, saya diminta untuk  menguraikan secara ringkas buku itu, lalu dilanjutkan  tanya jawab dengan pendengar.
Ternyata sebagian besar pertanyaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Astagfirulloh" src="http://i723.photobucket.com/albums/ww233/bar3383/sel.jpg" alt="" width="120" height="180" />Sehari sebelum acara bedah  buku ‘Tidak Mungkin Menjadi  Mungkin’ di Banjarmasin, saya diundang  Radio Smart FM  untuk mengisi  acara talk show.  Di radio yang bersegmen menengah  - atas itu, saya diminta untuk  menguraikan secara ringkas buku itu, lalu dilanjutkan  tanya jawab dengan pendengar.<br />
Ternyata sebagian besar pertanyaan dari  para  audiens  adalah  soal memberi  uang pelicin (pungli) kepada oknum petugas itu  dosa atau tidak. “Kalau saya tidak ngasih duit, dokumen tidak berjalan, urusan macet. Rugi perusahaan saya, “ kata seorang eksportir udang.  Pertanyaan itu disambung oleh penelepon lain yang menanyakan hal serupa.<br />
<span id="more-40"></span><br />
Saya tidak terlalu bingung untuk menjawab pertanyaan itu.  Sebab sebelumnya  saya memang sering menanyakan hal itu kepada beberapa ulama dan kiai.  Jawaban dari mereka  berbeda-beda.  Ada yang mengatakan , pemberi maupun penerima uang pungli  sama-sama dosa.  Ada juga yang berkomentar, hanya si penerima pungli saja yang memikul dosanya.<br />
Ada yang mengatakan,  syubhat (remang-remang)  antara haram dan halal.  Ada lagi ulama yang mengambil jalan paling gampang dan singkat, lebih cari bisnis lainnya saja daripada memberi uang pungli kepada petugas.<br />
Semua jawaban tersebut saya anggap normatif.  Saya berpikir,” Masak tidak ada jalan yang bijaksana.”   Sebab, pungli di negara ini sudah begitu mendarah daging.  Pengusaha  bagaikan memakan buah simalakamah. Tidak dimakan, urusan macet. Dimakan katanya itu perbuatan dosa. Saya terus menerus mencari  jawaban.<br />
Harus diakui bahwa pungutan liar, suap menyuap dan sejenisnya secara hukum memang salah dan kena hukuman pidana.  Banyak sudah pejabat publik dan pengusaha yang dijerat hukum gara-gara memberi atau menerima uang suap.   Al Amin Nasution anggota DPRI yang kini mendekam dipenjara gara-gara meminta uang kepada pejabat dalam rangka alih fungsi hutan.<br />
M Iqbal mantan Ketua KPPU yang dikenal  rajin salat, juga tertangkap basah karena menerima uang suap dari  pengusaha Dirut First Media Billy Sundoro dalam kasus persaingan usaha TV kabel.  Dan Kudhori mantan Kepala BPN Surabaya yang ditangkap petugas KPK saat sedang menerima uang suap Rp 20 juta.  Yang paling seru adalah jaksa Urip Tri Gunawan  yang tertangkap tangan setelah menerima uang dalam kasus BLBI.  Urip yang dikenal sebagi jaksa cerdas itu dijatuhi hukuma 20 tahun penjara.<br />
Bagi pengusaha sebenarnya juga tidak senang adanya  pungutan di luar ketentuan  tersebut. Sebab hal  itu akan menimbulkan ekonomi biaya tinggi yang buntutnya harga juga jual barang menjadi mahal, tidak kompetitif dengan barang impor dari Cina yang murah itu. Lembaga yang berurusan dengan surat izin memang  rawan terhadap kasus suap menyuap itu.  Begitu gampangnya petugas di lembaga itu untuk meminta uang pelicin karena mengetahui  lemahnya posisi  orang/pengusaha yang membutuhkan   surat izin itu.<br />
Siapa yang salah ?<br />
Mengapa di Cina dan Singapura relatif  bersih terhadap pungutan liar ? Di negara itu hukum benar-benar ditegakkan.  Kita semua setuju dengan gebrakan KPK yang begitu dinamis dan tegas serta profesional dalam memberantas korupsi. Hukuman bagi koruptor sekarang juga cukup berat.   Tindakan KPK itu mestinya didukung oleh semua pihak termasuk DPR.  Sebab kalau KPK dibiarkan sendirian bekerja maka lama-lama akan melemah juga karena keterbatasan  tenaga dan daya.<br />
Karena hasil penegakkan hukum secara tegas  di negeri  ini masih butuh waktu lama karena masalahnya sudah demikian kompleks.  Maka jangan heran jika masalah pungutan liar dan kasus suap menyuap masih saja terjadi  secara sembunyi-sembunyi.  Kalau seseorang membayar pungli atau suap kepada petugas , ternyata lolos dari pantauan aparat  penegak hukum,  lalu bagaimana dengan  hukum agama? Mereka pasti tak akan bisa lolos dari catatan malaikat.<br />
Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana.  Seperti dalam salat saja. Kalau tidak bisa dilakukan berdiri, silahkan berbaring jika yang bersangkutan sakit. Dalam berwudlu kalau tidak ada air, silakan bertayamum dengan debu.<br />
Pertanyaan berat  bersifat  ‘to the point’  bahwa memberi uang semir, uang rokok, pungutan liar kepada petugas itu dosa atau tidak, haruslah dijawab .  Mereka yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan keras ini dengan bijaksana lalu berdampak pada perbaikan, itulah pemimpin yang  bijaksana.<br />
Rasulullah  Nabi Muhammad SAW sering menerima pertanyaan-pertanyaan  keras, namun beliau bisa menjawab dengan tepat dan memperbaiki keadaan. Misalnya, suatu hari Rasulullah menerima seorang pemuda yang suka mabuk dan  berzina.  Pemuda itu berkata,” Ya Rasul, saya mau masuk Islam tapi saya tidak mau meninggalkan kegemaran saya yaitu mabuk dan berzina.”<br />
Kalau kita sekarang mendapatkan pertanyaan  berat semacam itu, tentu jawabnya  silakan Anda masuk Islam tapi harus meninggalkan kebiasaan mabuk dan berzina karena semuanya dosa besar. Titik.    Kalau main kaku-kakuan, ya sudah. Si pemuda itu tentu akan pergi. Dia merasa tidak mendapat jawaban dari orang yang bijaksana.<br />
Tapi apa jawab Rasulullah terhadap pemuda itu. “Oh, Ya silakan saja terus mabuk dan berzina.  Tapi ada satu syarat,” kata Rasulullah. “Apa syarat itu Ya Rasul ?” tanya si pemuda itu penasaran.  Rasulullah  menjawab,” Anda tidak boleh bohong.  Apa sanggup?”  Si pemuda itu spontan menjawab sanggup.   Bahkan pemuda itu menganggap gampang syarat yang diajukan Rasulullah itu. Setelah membaca dua kalimat Syahadat pemuda itu lalu pergi.<br />
Besoknya si pemuda itu mendatangi tempat pelacuran. Ia mengajak seorang  wanita masuk ke kamar.  Ketika berada di kamar, pemuda itu  merenung sejenak.  “Saya sudah berjanji tidak boleh bohong, kalau saya sekarang berzina maka saya harus ngomong terus terang kepada Rasulullah dan kepada teman-teman saya bahwa saya baru saja berzina,” pikir pemuda itu.  Karena ia merasa tak mampu untuk bicara jujur  telah  zina maka ia membatalkan niatnya berzina. Berulang-ulang  hal itu  terjadi. Demikian pula saat ia akan bermabuk-mabukan, ia mengurungkan niatnya karena malu jika harus bercerita jujur bahwa ia suka mabuk.<br />
Akhirnya si pemuda itu datang lagi ke tempat Rasulullah.  “Ya Rasul, meskipun Engkau tidak melarang saya berzina dan mabuk tapi  satu syarat yang Engkau ajukan  yaitu jangan bohong  sungguh berat untuk dijalani.”  Akhirnya si pemuda itu berhenti sendiri dari kegemaran berzina dan mabuk dengan kesadaran sendiri.<br />
Apakah contoh di atas bisa dianalogikan ke dalam persoalan pungli itu dosa atau tidak, nampaknya perlu direnungkan.  Sebab  masalah pungli ini sudah begitu merasuk ke sendi-sendi  paling dasar dalam pengurusan perizinan.  Di beberapa instansi pemerintah seperti  BPN  meskipun berkas yang diajukan itu sudah lengkap dan komplit, tapi kalau tidak memberi uang semir, jangan harap sertifikat tanah selesai  meskipun bertahun-tahun.<br />
Dalam mengatasi pungli ini, siapa yang terlebih dahulu ditertibkan ? Petugasnya atau masyarakatnya, atau kedua-duanya berjalan secara pararel.<br />
Saya punya pengalaman menarik.  Tiga tahun lalu, dalam mengurus mutasi nama PBB (pajak bumi dan bangunan ) di kantor pelayanan pajak, cukup seminggu asal memberi uang pelicin Rpo 300 ribu, meskipun berkasnya lengkap . Mereka yang tidak memberi uang pelicin, selesainya bisa dua- tiga bulan.<br />
Sekarang  sistemnya ketat.  Petugas pajak menolak uang pelicin, semua harus sesuai prosedur. Mengurus mutasi nama PBB satu bulan selesai.  Saya senang dengan melihat perubahan pada mental petugas pajak itu. Dan terbukti memang tertib. Berkas dimasukkan  lalu berjalan sendiri dari meja ke meja sebulan kemudian selesai tanpa sepeserpun uang pelicin.  Kalau petugasnya tertib, rakyat akan ikut tertib.<br />
Memang  akhirnya kita harus kembali pada hukum Allah SWT jika ingin masalah korupsi, pungli dan lain-lainnya segera lenyap. Hukum Allah SWT sederhana  saja.  Kalau seseorang terbukti mencuri maka hukumannya potong tangan.  Mampukah pemerintah Indonesia melaksanakan hukuman potong tangan ?<br />
Kalau Anda yang pernah naik haji, di Mekkah  ada beberapa pengemis yang tidak punya tangan. Mereka itu dulunya terbukti mencuri dan kena hukuman potong tangan. Bagi si pencuri dengan hukuman potong tangan itu, ia menjadi jera.  Sedangkan efeknya bagi orang lain, ia menjadi ngeri  bila akan mencuri.<br />
Dari sekian ulama, ada  seorang ustad yang   menjelaskan secara  realistis.  Ia mengatakan, kalau memang harus terpaksa memberi  uang  kepada petugas atau pejabat, tergantung niatnya.  Kalau niatnya untuk sadaqah, maka yang penerima maupun pemberi, Insya Allah  akan luput dari catatan dosa.  Beda kalau memang diniatkan untuk menyuap,  pemberi dan penerima sama-sama dosa.<br />
Kata ‘terpaksa’ adalah jika kita ternyata dipersulit oleh petugas meskipun berkas dokumen lengkap.  Kita  memang  berkewajiban untuk memenuhi semua syarat-syarat dari pengurusan perizinan.   Kalau syaratnya kurang tapi Anda ingin urusan beres dengan memberi uang pelicin kepada petugas,  itu jelas  salah  dan melanggar aturan. Meskipun niatnya memberi pungli itu diganti dengan niat sadaqah, saya kira tidak bisa.<br />
Karena itu jika terpaksa  memberi uang kepada petugas atau pejabat sebaiknya  diniatkan (akadnya) untuk sadaqah.   Langkah  ini merupakan yang terbaik di antara pilihan yang sulit. Sebab sadaqah itu untuk siapa saja, tak terbatas. Berbeda dengan zakat yang harus diberikan kepada  delapan golongan.<br />
“Kalau si pejabatnya ternyata sudah kaya, punya mobil empat, rumahnya mewah. Bagaimana?” tanya saya.  “Orang punya rumah bagus, mobil banyak belum tentu sudah merasa kaya. Ia menganggap dirinya masih miskin. Karena itu ia masih minta-minta. Jadi tidak apa-apa untuk disadaqahi,”  ujar ustadz.<br />
Keterangan dari  ustadz ini kemudian saya pakai untuk menjawab pertanyaan pendengar Radio Smart FM tadi.  Insya Allah, malaikat akan mencatat sebagai sadaqah jika niat kita memberi uang untuk sadaqah.  Dengan demikian  bisa jadi  si pemberi  uang  luput  dari pasal sogok-menyogok di akherat nanti, karena alasan terpaksa.  Kalau toh memang dianggap dosa,  Insya Allah bobotnya tidak seberat yang memang niatnya menyogok.  Dalam perjalanan hidup ini, kalau toh memang terpaksa harus melakukan dosa,  maka lakukanlah dosa yang kecil-kecil saja.<br />
Siapa  yang tidak pernah memberi uang pelicin kepada oknum petugas ?<br />
Mulai mengurus KTP sampai mengurus Hak Penguasaan Hutan (HPH) pakai pelicin.  Menurut pengalaman saya,  pemberian uang pelicin yang paling ‘gila’ terjadi tahun 1985 di kantor Bea dan Cukai. Ketika itu saya masih menjadi wartawan Harian Kompas dan ditugasi untuk memetakan  meja-meja yang rakus dengan uang panas. Ternyata semua meja mulai dari pejabat rendah sampai  yang atas,  menerapkan pungli  tersebut . Keadaan ini  menimbulkan ekonomi  biaya tinggi di pelabuhan.<br />
Bahkan yang lebih gila ada seorang pejabat Bea Cukai  yang suka pergi ke  tempat pijat. Petugas EMKL kalau minta tanda tangan dari si pejabat itu , ia harus pergi ke tempat pijat sambil membawa uang pelicin tentunya.  Ada lagi, pejabat yang suka mabuk sehingga tiap malam Minggu ia membawa uang  satu rangsel  (hasil punglinya selama seminggu)  untuk mentraktir teman-temannya mabuk bersama di nite club.<br />
Sebagai wartawan, saya menelusuri semua pungli yang terjadi di Bea Cukai, kemudian saya tulis dalam tiga seri. Tulisan tersebut kemudian dimuat Kompas tiga hari berturut-turut.  Presiden Soeharto ketika itu marah besar kepada Bea Cukai. Tak Lama kemudian turun Inpres  Nomor 4 Tahun 1985 yang isinya mengebiri  wewenang  aparat Bea Cukai. Tugas-tugas penting Bea Cukai sebagai besar diganti oleh pihak swasta asing SGS.  Pungli di tempat itu langsung drop.<br />
Ternyata pungutan liar alias pungli itu tetap saja terjadi sampai sekarang. Di Kantor Badan Pertanahan Nasional  (BPN) pungli masih berlangsung seperti   biasa. Coba kalau Anda mengurus sertifikat  tanah  seluas  150 meter persegi,  berapa biaya pelicinnya? Kalau ditotal hampir Rp 5 juta. Padahal biaya resminya hanya Rp 900 ribu.<br />
Mengurus berkas di BPN kalau tanpa embel-embel uang pelicin jangan harap surat Anda berjalan.  Sampai setahun pun, berkas itu akan ngedon di satu meja.  Dengan adanya uang pelicin yang tinggi itu maka Notaris kalau diminta untuk menguruskan sertifikat, akan mengenakan biaya Rp 8 juta- Rp 9 juta/berkas.<br />
Kepada karyawan saya, selalu saya ingatkan bahwa kalau terpaksa memberi uang pelicin hendaknya diniatkan sadaqah.  Saya tak jemu-jemu untuk mendengungkan kata-kata sadaqah kepada mereka. Sebab kalau tidak diniatkan begitu, bisa-bisa saya juga ikut berdosa.</p>
<p>Bunga bank haram tau tidak?</p>
<p>Allah SWT  menghalalkan jual beli (perdagangan) dan mengharamkan riba’.  Bunga bank itu termasuk riba’ atau tidak?   Ada yang mengatakan haram, ada yang bilang remang-remang bahkan ada yang mengatakan kalau bunganya kecil tak apa-apa.<br />
Sistem perbankan konvensional  kini memang sudah menjadi jantung peredaran uang di dunia.  Meskipun kini sudah bermunculan bank syariah, namun perbankan konvensional ciptaan orang Yahudi itu masih dominan.  Mudah-mudahan sistem syariah ini bisa terus berkembang sehingga bisa mengungguli  sistem konvensional.<br />
Bank syariah menjadikan uang sebagai alat tukar, bukan komoditi yang diperdagangkan. Bank syariah menggunakan cara bagi hasil dari keuntungan jasa atas transaksi riil, bukan sistem bunga sebagai imbalan terhadap pemilik uang yang besarnya telah ditetapkan di muka.  Demikian pula risiko usaha akan dihadapi bersama antara nasabah dengan bank syariah dan tidak mengenal selisih negatif  (negative spread).  Dalam operasionalnya,  Dewan Pengawas Syariah (DPS) akan mengawasi bank syariah agar tidak menyimpang dari nilai-nilai syariah.<br />
Saya juga berpikir, jika bunga bank itu haram maka ada beberapa puluh juta orang (nasabah bank) yang makan uang haram setiap hari.  Kadang-kadang ngeri juga.  Yang lebih ngeri  lagi adalah pejabat  yang memberi izin pendirian bank konvensional  itu. Dia tentu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.<br />
Karena itu, kalau kita bicara soal halal dan haram dalam pertemuan dengan bankir konvensional, kita akan ditertawai.  “Disini jangan bicara uang halal atau haram,  kami pusing memutar uang orang yang bunganya tinggi,” begitu kira-kira jawaban dari bankir.<br />
Saya punya kenalan  seorang pejabat di BUMN. Dia punya simpanan uang di bank sekitar  Rp 11 milyar. Uang tersebut didepositokan  dengan bunga  10 persen/tahun.  Tiap bulan ia mengambil bunga depositonya sekitar Rp 90 juta setelah dipotong pajak dll. Dari bunga deposito itu ia gunakan untuk membiayai hidup dan biaya sekolah  saudara-saudaranya.<br />
Ternyata mereka yang dibiayai dari bunga deposito itu, hidupnya morat marit. Mereka menjadi suka marah, tersinggung dan lainnya. Bahkan ada saudaranya  yang memusuhi kawan saya yang telah membiayai hidupnya.  Selain itu,  dana tersebut selalu rugi  jika dipakai usaha. Ia pernah ditipu Rp 2 milyar saat diajak join usaha dengan kawannya.<br />
Saya menduga, uang itu tidak barakoh.  Bisa jadi juga karena uang Rp 11 milyar itu didapat  dari jalan yang tak benar alias uang haram yang kemudian didepositokan lalu bunganya dimakan  saudara-saudaranya. Mungkin haramnya sudah kuadrat.<br />
“Bagaimana sikap kita terhadap bank konvensional?”<br />
Kalau saya ditanya dengan pertanyaan itu maka jawab saya adalah,” Jadikan bank itu sebagai tempat penyimpanan uang saja. Jangan dipakai untuk mengembangbiakkan  uang Anda.”   Jika kita terpaksa  dapat bunga dari uang simpanan  maka bunga itu berikan kepada fakir miskin.  Itu menurut  saya cara yang paling aman.<br />
“Bagaimana dengan  kredit bank?”<br />
Kalau saya berpendapat, kredit bank kalau terpaksa dilakukan jangan terlalu besar jumlahnya.  Jika kita punya kredit  besar maka kita akan teraniaya.  Kita akan menganiaya diri sendiri karena beban bunga yang mencekik leher. Mengapa Anda harus mengambil kredit bank dalam jumlah besar?  Karena keserakahan atau untuk kebutuhan hidup ? Di tengah krisis global, sebagian besar pengusaha yang mengambil kredit besar dari bank menjerit.  Siapa yang salah?  (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalurdua.com/bisnis-dgn-nurani/terpaksa-memberi-pungli.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Baru Presiden RI &#8220;SBY&#8221;, Indonesia Unggul</title>
		<link>http://jalurdua.com/berita-terbaru/buku-baru-presiden-ri-sby-indonesia-unggul.html</link>
		<comments>http://jalurdua.com/berita-terbaru/buku-baru-presiden-ri-sby-indonesia-unggul.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 11:44:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Top Story]]></category>

		<category><![CDATA[Buku Baru SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalurdua.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[
Jakarta, Kominfo Newsroom &#8212; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meluncurkan buku karya terbarunya berjudul Indonesia Unggul, yang ditulis dalam dua versi Indonesia dan Inggris, dan buku tersebut merupakan karya ketiga Presiden setelah Transforming Indonesia dan Indonesia on The Move.
&#8221;Buku ini merupakan kumpulan pidato saya. Dalam penulisannya saya dibantu saudara Dino Pati Djalal dan juga mendapat masukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="Buku SBY" src="http://i723.photobucket.com/albums/ww233/bar3383/buku.gif" alt="" width="105" height="93" /><br />
Jakarta, Kominfo Newsroom &#8212; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meluncurkan buku karya terbarunya berjudul Indonesia Unggul, yang ditulis dalam dua versi Indonesia dan Inggris, dan buku tersebut merupakan karya ketiga Presiden setelah Transforming Indonesia dan Indonesia on The Move.</p>
<p>&#8221;Buku ini merupakan kumpulan pidato saya. Dalam penulisannya saya dibantu saudara Dino Pati Djalal dan juga mendapat masukan dari banyak pihak,&#8221; kata Kepala Negara saat peluncuran buku tersebut di toko buku Gramedia Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (19/12) sore.</p>
<p>Indonesia Unggul dalam versi bahasa Inggrisnya ditulis dalam judul Indonesia on The Move. Buku Indonesia Unggul ini memaparkan kembali babak baru kehidupan bernegara yang tercermin lewat penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) secara langsung pada 2004.</p>
<p>Dalam buku ini, Kepala Negara juga menuliskan refleksi atas apa yang telah dilakukannya, termasuk menyangkut utang Presiden yang belum dipenuhi bagi rakyat Indonesia.</p>
<p>Sala h satu alasan peluncuran buku Indonesia Unggul dikatakan Presiden karena banyak pihak yang kerap salah persepsi dalam memahami Indonesia sehingga menimbulkan prasangka buruk.</p>
<p>&#8221;Saat masih menjadi menteri, saya bertemu Colin Powel dan saat itu dia berkata Indonesia adalah negara yang sering salah untuk dipahami,&#8221; kata Presiden.</p>
<p>Oleh sebab itu sebagai Kepala Negara, adalah kewajiban Presiden Yudhoyono untuk meluruskan kesalahpahaman itu dengan berbagai cara termasuk melalui menulis sebuah buku.</p>
<p>&#8221;Dalam buku ini saya banyak berbicara tentang demokrasi dan berbagai hal lainnya,&#8221; kata Kepala Negara.</p>
<p>Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu hadir dalam acara tersebut, diantaranya Menteri Perdagangan Mari Pangestu, Menkominfo M. Nuh, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, serta Mensesneg Hatta Rajasa. Duta Besar Amerika Serikat Cameroon Hume juga hadir saat peluncuran sore itu. <a href="http://www.endonesia.com/mod.php?mod=publisher&#038;op=viewarticle&#038;cid=6&#038;artid=2481">(T.tr/toeb/b)</a> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalurdua.com/berita-terbaru/buku-baru-presiden-ri-sby-indonesia-unggul.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Baru Di Perpustakaan Kota Madiun</title>
		<link>http://jalurdua.com/berita-terbaru/cat-7.html</link>
		<comments>http://jalurdua.com/berita-terbaru/cat-7.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 12:45:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Top Story]]></category>

		<category><![CDATA[Buku Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalurdua.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[
Para pecinta pustaka di Kota Madiun akan segera termanjakan oleh bertambahnya koleksi buku yang ada di Perpustakaan Kota Madiun. Ini bisa dilihat dari sudah jajaran buku-buku baru dalam lemari buku di ruang baca tersebut. Pengadaan buku tersebut merupakan jawaban atas keluhan para pengunjung perpustakaan kota perihal tidak adanya koleksi buku bacaan baru di instasi tersebut.

Hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Buku terbaru" src="http://i723.photobucket.com/albums/ww233/bar3383/buku.gif" alt="" width="105" height="93" /><br />
Para pecinta pustaka di Kota Madiun akan segera termanjakan oleh bertambahnya koleksi buku yang ada di Perpustakaan Kota Madiun. Ini bisa dilihat dari sudah jajaran buku-buku baru dalam lemari buku di ruang baca tersebut. Pengadaan buku tersebut merupakan jawaban atas keluhan para pengunjung perpustakaan kota perihal tidak adanya koleksi buku bacaan baru di instasi tersebut.<br />
<span id="more-18"></span><br />
Hal tersebut diakui pula oleh salah seorang PNS yang bekerja dilingkungan pelayanan pinjam meminjam buku untuk publik tersebut. &#8221; Kami memang telah menambah koleksi buku-buku di Perpustakaan Kota Madiun, setidaknya bisa menjadi bahan apresiasi untuk masyarakat di Kota Madiun dan sekitarnya dalam upaya menambah minat baca dan menulis.&#8221; Dia juga menambahkan bahwa <a href="http://www.openmadiun.com">koleksi buku baru</a> tersebut berasal dari pengadaan tahun anggaran 2008 kemarin.</p>
<p>Penambahan buku ini mendapat sambutan yang antusias dari pengunjungnya. Yuni salah sorang pelajar di Kota Madiun mengatakan bahwa koleksi yang ada di perpustakaan Madiun semakin tidak ketinggalan dengan persewaan buku yang ada di Kota Madiun. &#8221; Bukunya bagus-bagus mas, bacaan remajanya juga semakin banyak. pokoke Oke banget..&#8221; demikian tuturnya sambil menikmati bacaannya tersebut. Dalam pengamatan Openmadiun, mayoritas buku baru yang ada adalah buku bacaan yang bersifat umum seperti buku psikologi keluarga, bacaan anak, remaja dan orang dewasa. (Kw)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalurdua.com/berita-terbaru/cat-7.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenai Penulis Buku Mengerti Yang Akan Terjadi</title>
		<link>http://jalurdua.com/galery/daftar-isi-buku-mengerti-yang-akan-terjadi-2.html</link>
		<comments>http://jalurdua.com/galery/daftar-isi-buku-mengerti-yang-akan-terjadi-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 12:43:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Galery]]></category>

		<category><![CDATA[Sekilas Tentang Penulis Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalurdua.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Basuki Subianto lahir di Embong Malang, Surabaya, 50 tahun lalu. Sejak kuliah Sastra Inggris di STIBA, ia mulai terjun ke dunia wartawan. Pendidikan manajemen ia dapatkan dari IPPM Jakarta dan Kompas-Gramedia serta pengalaman di lapangan.
Tahun 1997, ia bersama istri naik haji dalam rombongan ONH Plus Linda Jaya. Satu hal yang membuatnya berkesan adalah ketika berdoa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Basuki Subianto" src="http://i723.photobucket.com/albums/ww233/bar3383/3.jpg" alt="" width="171" height="227" />Basuki Subianto lahir di Embong Malang, Surabaya, 50 tahun lalu. Sejak kuliah Sastra Inggris di STIBA, ia mulai terjun ke dunia wartawan. Pendidikan manajemen ia dapatkan dari IPPM Jakarta dan Kompas-Gramedia serta pengalaman di lapangan.<span id="more-4"></span><br />
Tahun 1997, ia bersama istri naik haji dalam rombongan ONH Plus Linda Jaya. Satu hal yang membuatnya berkesan adalah ketika berdoa menghadap ke langit di Padang Arafah, memohon kepada Allah SWT agar selalu diberi petunjuk dalam menjalani kehidupan yang tidak mudah ini. Bulan Juli 2002 lalu, ia mengundurkan diri dari Kompas dan beralih menjadi pengusaha. Kini, ia mengelola tiga perusahaan di Surabaya dan Sidoarjo.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalurdua.com/galery/daftar-isi-buku-mengerti-yang-akan-terjadi-2.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Daftar Isi Buku Mengerti Yang Akan Terjadi</title>
		<link>http://jalurdua.com/review-buku/daftar-isi-buku-mengerti-yang-akan-terjadi.html</link>
		<comments>http://jalurdua.com/review-buku/daftar-isi-buku-mengerti-yang-akan-terjadi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 12:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sukses Hak Anda]]></category>

		<category><![CDATA[Daftar Isi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalurdua.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[

DAFTAR ISI
1.Ucapan terima kasih&#8212;&#8211;8
2.Kata pengantar&#8212;&#8211;11
3.Mengerti Yang AkanTerjadi
-Apaitu?__ _ 19
4.Keterbatasan Hukum Kausal&#8212;-23
-Kapan akan terjadi&#8212;&#8211;31
-Siapa Anda?&#8212;&#8211;39
-Dimana posisi Anda&#8212;&#8211; 40

5.Hidup Memilih Dan Memutuskan&#8212;&#8212;43
-Faktor keserakahan&#8212;-53
-Dianggap lucu&#8212;&#8211;60
6.Puncak Huru-Hara&#8212;-69
7.Yang Saya Alami&#8212;&#8211;79
-Jalan pintas&#8212;&#8211;87
8.Musibah Biasanya Karena&#8212;-92
-Nadar belum dipenuhi&#8212;-96
-Zakat belum dikeluarkan&#8212;-97
-Mengucapkan kata cerai&#8212;&#8211;99
-Rumah tangga bermasalah&#8212;&#8212;104
-Makan harta haram&#8212;&#8212;107
-Tak menerima putusan Allah SWT&#8212;&#8211;110
-Menyakiti hati orang tua&#8212;&#8211;113
9.Ini Sengsara Atau Nikmat?&#8212;&#8212;115
-Rahasia Ramadhan&#8212;-127
10.Masuk Permainan ITS&#8212;-133
11.Memaksa Allah SWT&#8212;-148
12.Mari Latihan Bersyukur&#8212;&#8211;152
13.Tiga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Koleksi Bukuku" src="http://i723.photobucket.com/albums/ww233/bar3383/cover.jpg" alt="" width="150" height="200" /></p>
<p><img class="alignright" title="buku" src="http://i723.photobucket.com/albums/ww233/bar3383/cover1.jpg" alt="" width="150" height="200" /></p>
<p>DAFTAR ISI</p>
<p>1.Ucapan terima kasih&#8212;&#8211;8</p>
<p>2.Kata pengantar&#8212;&#8211;11</p>
<p>3.Mengerti Yang AkanTerjadi</p>
<p>-Apaitu?__ _ 19</p>
<p>4.Keterbatasan Hukum Kausal&#8212;-23</p>
<p>-Kapan akan terjadi&#8212;&#8211;31<br />
-Siapa Anda?&#8212;&#8211;39<br />
-Dimana posisi Anda&#8212;&#8211; 40<br />
<span id="more-5"></span><br />
5.Hidup Memilih Dan Memutuskan&#8212;&#8212;43</p>
<p>-Faktor keserakahan&#8212;-53<br />
-Dianggap lucu&#8212;&#8211;60</p>
<p>6.Puncak Huru-Hara&#8212;-69</p>
<p>7.Yang Saya Alami&#8212;&#8211;79</p>
<p>-Jalan pintas&#8212;&#8211;87</p>
<p>8.Musibah Biasanya Karena&#8212;-92</p>
<p>-Nadar belum dipenuhi&#8212;-96<br />
-Zakat belum dikeluarkan&#8212;-97<br />
-Mengucapkan kata cerai&#8212;&#8211;99<br />
-Rumah tangga bermasalah&#8212;&#8212;104<br />
-Makan harta haram&#8212;&#8212;107<br />
-Tak menerima putusan Allah SWT&#8212;&#8211;110<br />
-Menyakiti hati orang tua&#8212;&#8211;113</p>
<p>9.Ini Sengsara Atau Nikmat?&#8212;&#8212;115</p>
<p>-Rahasia Ramadhan&#8212;-127</p>
<p>10.Masuk Permainan ITS&#8212;-133</p>
<p>11.Memaksa Allah SWT&#8212;-148</p>
<p>12.Mari Latihan Bersyukur&#8212;&#8211;152</p>
<p>13.Tiga Perjuangan Hidup Manusia&#8212;&#8212;154</p>
<p>14. Enaknya Dengan Orang Ikhlas&#8212;&#8212;161</p>
<p>-Gara-gara ditipu&#8212;&#8211;164<br />
-Ditipu lagi&#8212;&#8211;166</p>
<p>15.Terpaksa Memberi Pungli&#8212;&#8212;169</p>
<p>-Siapa yang salah?&#8212;&#8211;171<br />
-Bunga bank&#8212;&#8211;179</p>
<p>16.Pilih Cerita Masa Depan Anda&#8212;&#8212;181</p>
<p>17.Harta Rp 117 Milyar Tak Nikmat&#8212;&#8211;187</p>
<p>18.Biasa Akibat 3 Sebab&#8212;&#8211;191</p>
<p>19.Ketabahan Seorang Sopir&#8212;&#8211;205</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalurdua.com/review-buku/daftar-isi-buku-mengerti-yang-akan-terjadi.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengerti Yang Akan Terjadi</title>
		<link>http://jalurdua.com/gallery/mengerti-yang-akan-terjadi.html</link>
		<comments>http://jalurdua.com/gallery/mengerti-yang-akan-terjadi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 12:41:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Mengerti Yang Akan Terjadi]]></category>

		<category><![CDATA[mengerti yang akan terjadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalurdua.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Setelah lengkap mengenakan pakaian resmi sebelum berangkat meng-
hadiri acara penting, apa yang Anda lakukan? Menghadap cermin! Untuk
apa Anda bercermin? Untuk mencari kekurangan diri agar tidak menjadi
bahan tertawaan orang lain di pesta nanti.
Kalau Anda peduli masa depan, apa yang menjadi cermin agar sela-
mat sampai ke tujuan hidup?
Jika sekarang Anda sudah menganggap aman dan lancar-lancar saja
dengan bisnis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://i723.photobucket.com/albums/ww233/bar3383/cover.jpg" title="buku pak bas" class="aligncenter" width="196" height="320" />Setelah lengkap mengenakan pakaian resmi sebelum berangkat meng-<br />
hadiri acara penting, apa yang Anda lakukan? Menghadap cermin! Untuk<br />
apa Anda bercermin? Untuk mencari kekurangan diri agar tidak menjadi<br />
bahan tertawaan orang lain di pesta nanti.<br />
Kalau Anda peduli masa depan, apa yang menjadi cermin agar sela-<br />
mat sampai ke tujuan hidup?<br />
Jika sekarang Anda sudah menganggap aman dan lancar-lancar saja<br />
dengan bisnis dan kehidupan rumah tangga, masih perlukah Anda bercermin<br />
untuk mencari kekurangan yang mungkin akan menyusahkan di kemudian<br />
hari? Sudah yakinkah Anda melangkah tanpa bercermin?<br />
<span id="more-6"></span><br />
Atau, jika Anda sekarang sedang kesulitan dalam karir, bisnis serta<br />
kehidupan rumah tangga, apakah Anda sudah bercermin untuk mencari<br />
sebab dan solusinya? Apakah semua musibah dan kesulitan tersebut justru<br />
merupakan saat jatuh tempo dari pola pikir yang salah?<br />
Inilah buku ke dua, setelah buku pertama &#8216;Mengubah Tidak Mungkin<br />
Menjadi Mungkin&#8217; buah karya Basuki Subianto - mantan wartawan Kompas,<br />
yang kaya dengan cermin hikmah. Tanpa bercermin, manusia secara ra-<br />
sional bisa saja memprediksi saat jatuh tempo suatu kejadian yang akan<br />
dialaminya. Namun peristiwa yang menimpanya saat jatuh tempo itu bisa<br />
berlangsung secara irasional - bertolak belakang.<br />
Cukup banyak peristiwa irasional menimpa pejabat atau pengusaha di<br />
ujung usianya yang dijadikan sebagai cermin hikmah dalam buku ini de<br />
ngan sandaran Al-Quran.</p>
<p>Buku ini bermanfaat bagi:<br />
-Mereka yang sedang berada di papan atas dalam dunia bisnis<br />
-Mereka yang sedang mengemban amanat sebagai pejabat publik<br />
-Mereka yang sedang menikmati kekayaan bersama keluarga</p>
<p>Namun, buku ini juga tepat dipakai sebagai pendamping untuk:<br />
-Mereka yang sedang bisnisnya menuju bangkrut<br />
-Mereka yang sedang mencari sebab dari kesulitan hidup dan rumah tangga<br />
-Mereka yang sedang terjerat kasus</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalurdua.com/gallery/mengerti-yang-akan-terjadi.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Code -->
