Mari Latihan Bersyukur
Bersyukur kok pakai latihan segala ! Karena bersykur itu ada tingkatannya, seperti sekolah. Sebab umumnya kata syukur gampang terucap saat kita dapat kesenangan semata , tapi kata itu berat diucapkan ketika tertimpa musibah. Kalau dapat nikmat lalu bersyukur itu sih biasa. Tapi jika Anda tertimpa musibah lalu Anda bersyukur itulah tingkatan yang paling tinggi sebab Anda telah mengerti yang akan terjadi. Setiap ada kesulitan disitu ada kemudahan. Di setiap kesedihan, ada kebahagian. Di saat ada kebahagiaan disitu sedang ada musibah dan ujian.
Allah SWT selalu memberi yang terbaik kepada kita. Cuma sering kali kita kurang memahami apa yang dimaksudkan Allah terhadap kejadian-kejadian yang manis maupun pahit , yang ditimpakan kita. Maklum saja karena betapa terbatasnya kemampuan otak kita untuk menerima takdir dari Allah. Untuk bisa memahami apa maunya Allah kepada kita, sebaiknya kita berlatih mengucapkan Alhamdulillah terhadap apapun kejadian yang menimpa kita dari bangun tidur sampai tidur kembali.
Misalnya:
- Alhamdulillah, hari ini saya dan keluarga bisa makan dengan lauk tahu tempe…
- Alhamdulillah, saya dapat untung Rp 5 juta dari jualan mobil ini
- Alhamdulillah, saya hari ini kena flu sehingga bisa istirahat
- Alhamdulillah, saya tadi bertemu dengan si Fulan sehingga persoalan bisnis saya selesai
Jika sudah terlatih maka kejadian-kejadian ekstrem yang menimpa, kita akan selalu bersyukur. Misalnya:
- Alhamdulillah, mobil saya tabrakan, mungkin dari kejadian ini Allah SWT mengingatkan saya agar lebih rajin bayar zakat dan sadaqah.
- Alhamdulillah saya diangkat menjadi direktur utama, semoga Allah SWT senantiasa membimbing ke jalan yang lurus dalam mengemban amanat sebagai direktur utama ini.
- Alhamdulillah saya diberi banyak kekurangan sehingga tidak mencari-cari kekurangan (aib) orang lain
- Alhamdulillah saya bisa membeli rumah seharga Rp 5 milyar, semoga Allah SWT membimbing ke jalan yang benar dalam menjalani ujian punya rumah mewah ini
Silakan berlatih !

