JALUR DUA.COM, BULUKUMBA – Hotel Agri, 9 Desember 2025 menjadi saksi haru dan bangga saat 125 lansia dari enam kecamatan diwisuda dalam Wisuda Akbar Sekolah Lansia Tingkat Kabupaten Bulukumba Tahun 2025.
Acara bertema “Mewujudkan Lansia yang Berdaya, Sehat, dan Sejahtera dalam Menghadapi Era Aging Population” ini menandai selesainya pembelajaran intensif selama 12 bulan penuh.
Para lansia ini bukan sekadar “lulus”, tapi telah menjalani Kurikulum Standar 1 yang komplit: dari edukasi kesehatan mental, olahraga rutin, pemeriksaan kesehatan berkala, hingga pelatihan keterampilan produktif dan kreatif, semua dirancang agar lansia tetap aktif dan bermartabat di tengah gelombang Aging Population yang kini jadi isu nasional.
Plt. Kepala DP2KKB3A Bulukumba, Hamrina A. Muri, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya.“Sekolah lansia ini bukti bahwa usia bukan penghalang. Tujuannya sederhana: supaya orang tua kita hidup lebih bermanfaat, berdaya, dan bermartabat,” tegas Hamrina di hadapan para wisudawan yang sebagian besar berusia 60–85 tahun.
Sementara itu, perwakilan BKKBN Sulawesi Selawesi Selatan yang hadir menyampaikan pesan khusus:“Para wisudawan hari ini adalah sumber kebijaksanaan hidup. Semoga kalian semua menjadi inspirasi bagi anak cucu dan masyarakat,” pesannya disambut riuh tepuk tangan.
Enam sekolah lansia yang ikut serta tahun ini:
Sekolah Lansia Amanah – Bintarore, Ujung Bulu
Sekolah Lansia Matahari – Garanta, Ujung Loe
Sekolah Lansia Sangkala Lombo – Sangkala, Kajang
Sekolah Dahlia Bulo-Bulo – Bulo-Bulo, Bulukumpa
Sekolah Melati Ballasaraja – Ballasaraja, Bulukumpa
Sekolah Kamase-Mase – Bontoharu, Rilau Ale.
Asisten Administrasi Umum Umrah Aswani dan Ketua TP PKK Bulukumba turut hadir selaku pewisuda, sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Bulukumba.“Pemerintah tidak ingin lansia hanya ‘dititipkan’ di panti jompo atau jadi beban keluarga. Kami ingin lansia Bulukumba menjadi pilar sosial yang masih kuat,” tegas Umrah Aswani.
Wisuda Akbar 2025 ini sekaligus menjadi jawaban Bulukumba atas tantangan nasional: bagaimana menjadikan peningkatan angka harapan hidup berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup lansia.
Hadirnya 125 wajah sumringah yang masih semangat bernyanyi lagu “Bagimu Negeri” di akhir acara membuktikan: Usia senja bukan akhir, tapi babak baru untuk tetap berdaya.(*)






