BerandaHeadlineAktivis ProDem Unjuk Rasa Desak KPK Usut Pandora Papers

Aktivis ProDem Unjuk Rasa Desak KPK Usut Pandora Papers

Jalurdua.com – Jakarta | Puluhan aktivis yang tergabung dalam Jaringan aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Rabu siang tadi, 6/10/2021 menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam orasinya Ketua Majelis ProDem, Iwan Sumule meminta Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) agar mengusut temuan jurnalis independen terkait skandal Pandora Papers yang menyeret dua Menteri Kabinet Jokowi – Maruf.

Dari bocoran data finansial (Pandora Papers) menyebut adanya 14 agen perusahaan cangkang di negara pajak.

Bahwa dalam laporan itu mencantumkan nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Kita meminta kepada kpk untuk mengusut tuntas skandal Pandora Papers,” ujar Iwan Mule, panggilan akrab Ketua ProDem.

Lebih lanjut ia jelaskan bahwa kedua pejabat negara itu tidak mencerminkan sikap yang baik, karena dalam Pandora Papers itu Luhut dan Airlangga melakukan tindakan untuk menghindari pajak.
“Orang bijak taat pajak, kalau orang tidak taat pajak berarti bukan orang bijak,” imbuhnya.

Dalam aksi yang diklaim diikuti 50 orang, Iwan Mule berencana akan menyerahkan sepasang kelelawar. Hewan yang disimbolkan sebagai dua pejabat negara yang penghisap darah masyarakat.

Namun rencana itu tak bisa dilaksanakan sebab kedua kelelawar itu disebut telah dirampas oleh pihak yang mencoba menghalangi aksi demonstrasi ProDem.

“Sebagai simbol vampir, simbol penghisap darah rakyat. Rakyat hari ini dibebani dengan berbagi macam urusan pajak,” ucap Iwan Mule.

Golkar Tanggapi Pandora Papers

Sekjen Partai Golkar Lodewijk F. Paulus akan menelusuri informasi tentang Pandora Papers yang menyebutkan nama Airlangga Hartarto dan Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurutnya, informasi ini tidak memiliki sumber yang jelas. Bahkan, setelah ditelusuri di media asing, tidak ditemukan sumber yang jelas.

“Belum tahu, saya belum tahu. Tapi kita, kalau kita baca di media sosial katanya, sumbernya juga belum jelas. Tapi memang ada satu media cetak secara nasional sudah menyampaikan hal itu,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 5 Oktober.

“Tapi kita coba telusuri dari mana itu ya, kita belum tahu. Tentunya tim dari Golkar akan terus memonitor masalah ini,” tambahnya.

Lodewijk mengakui, informasi tersebut tidak bagus untuk kondisi saat ini, di mana Indonesia sedang berkonsentrasi dengan pelaksanaan PON di Papua.

“Ya kita akan mempelajari terus ya, ya itu sempat jadi rumor juga, enggak bagus buat kita. Sedang kita konsentrasi ke PON, (HUT) TNI, terus ada isu-isu seperti itu. Mudah-mudahan ada kejelasan ya,” ujarnya, dilansir dari Voi.id.

Sebelumnya Majalah Tempo menyatakan bahwa dokumen Pandora Papers berisi soal bocoran data finansial dari 14 agen perusahaan cangkang di negara suaka pajak.

Bocoran data Pandora Papers berukuran hampir 3 terabita yang memuat 11,9 juta dokumen. @ICIJorg memperoleh bocoran data itu dari sumber anonim.

Setidaknya ada dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo yang memiliki perusahaan cangkang di luar negeri.

Sejumlah pengusaha pun ditengarai mendirikan perusahaan serupa dan terungkap dalam Pandora Papers.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Related News