Anak-Anak Ini Baca Puisi Sapardi Djoko Damono di Sawah

  • Whatsapp
banner 300600

JalurDua.Com, Bulukumba – Diiringi musik alam berupa kicauan burung sore hari dan gemericik air sungai yang mengalir, tiga gadis kecil membaca puisi di kawasan persawahan. Mengagumkan. Adik-adik “Kelas Non-Covid” yakni Rafika, Nur Azisah, dan Syifa Rabianti, membacakan puisi karya Sapardi Djoko Damono dengan totalitas penghayatan.

“Mengenalkan puisi pada adik-adik ialah mengenalkan bahasa jiwa. Puisi adalah bahasa jiwa, yang hanya dituturkan oleh orang yang punya jiwa dan dipahami juga oleh orang yang punya jiwa.” Kata Sulhiyah, mentor Kelas Belajar Gratis “Pendidikan Nol Rupiah” Gerakan Mengajar Pemuda Daerah Mengabdi (Gema Pandemi) Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

banner 300600

Hari yang sama dengan hari kematian sastrawan besar Indonesia, Sapardi Djoko Damono, hari Ahad sore (19/7/2020) “Kelas Non-Covid” Desa Barugae, Sektor Kecamatan Bulukumpa melantangkan suara membacakan puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono. Langit sore masih membiru.

Hamparan sawah dan latar pepohonan nampak menghijau. Di atas pematang sawah bersama puisi, Rafika, Nur Azisah, dan Syifa Rabianti pun menderu.

“Dengan diadakannya Kelas Puisi ini, sebagai mentor saya berharap dapat menanamkan kenikmatan berselancar di dunia sastra kepada adik-adik Desa Barugae.” Tandasnya.(*)

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.