News and Education Versi penuh
Kesehatan

Angka Kehamilan Remaja Ditekan, RSUD Bulukumba Gencarkan Edukasi

RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba menggelar penyuluhan risiko kehamilan remaja untuk meningkatkan layanan kesehatan promotif dan preventif.

Oleh Uno 17 Jun 2026 11:12 2 menit baca

Jalurdua.com BULUKUMBA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba menggelar penyuluhan kesehatan mengenai risiko kehamilan remaja di Ruang Tunggu Pasien Rawat Jalan, Rabu, 17 Juni 2026. Edukasi ini menyasar para pasien dan keluarga yang sedang mengantre pelayanan medis.

Dokter Mediana Andrianne Riyanto, yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa kehamilan remaja—terjadi pada rentang usia 10 hingga 19 tahun—memiliki risiko medis dan psikologis yang tinggi. Oleh karena itu, pencegahan lewat komunikasi intensif antara orang tua dan anak menjadi krusial.

"Anak dan remaja memerlukan perlindungan agar tumbuh optimal. Jika kehamilan di usia dini telanjur terjadi, hal terpenting adalah memberikan dukungan moral dan segera mengakses pelayanan kesehatan," ujar Mediana.

Selain risiko kehamilan dini, peserta penyuluhan juga mendapat materi mengenai perubahan fisik dan psikologis selama masa pubertas, serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi demi keselamatan ibu dan bayi.

Humas RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Andi Abhy, menyatakan bahwa penyuluhan langsung di ruang tunggu ini merupakan strategi rumah sakit untuk mendekatkan akses informasi kesehatan kepada masyarakat.

"Kami berharap menguatkan peran keluarga dalam mendampingi anak-anak mereka yang memasuki masa pubertas. Edukasi seperti ini rutin kami lakukan sebagai bagian dari pelayanan promotif dan preventif," kata Andi Abhy.

Melalui program ini, manajemen RSUD Bulukumba berharap kesadaran masyarakat meningkat, terutama dalam memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan reproduksi yang tersedia di rumah sakit.***

Topik terkait
Kehamilan Remaja Kesehatan Reproduksi Layanan Preventif