Angka Kemiskinan Bulukumba Menurun, Ini Upaya Tomy Satria

  • Whatsapp
banner 300600

JALURDUA.COM, BULUKUMBA- Kemiskinan yang menjadi momok di setiap daerah di Sulsel, menjadi tugas berat setiap daerah untuk berupaya melakukan pengentasan.

Seperti di Kabupaten Bulukumba, tahun 2018 lalu, data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik berada pada persentase 7, 48 persen.

Bacaan Lainnya

banner 300600

Dengan angka itu, Pemda melakukan beragam upaya untuk melakukan pengentasan, agar kemiskinan di Bulukumba terus menurun.

Hasilnya menunjukkan angka yang positif. Sesuai data Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Kota Tahun 2019 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, angka kemiskinan Kabupaten Bulukumba berada pada 7,26 persen. Kendati penurunannya tak signifikan

Data terakhir angka kemiskinan tersebut dipaparkan oleh Kepala BPS Sulawesi Selatan Yos Rusdiansyah dalam rapat koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tingkat Provinsi di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan yang dihadiri para Wakil Bupati/Walikota se Sulawesi Selatan, Senin (9/12/2019).

Dalam data BPS, tergambar Kabupaten Bulukumba berada pada posisi 7 besar paling terendah tingkat kemiskinannya setelah Soppeng (7,25), Luwu Timur (6,98), Wajo (6,91), Parepare (5,26), Sidrap (4,79) dan Makassar (4,28)

Yos Rusdiansyah menyebutkan beberapa faktor penyebab kemiskinan yaitu akses yang sulit, minimnya fasilitas publik, kualitas SDM yang rendah, potensi wilayah, serta kondisi perekonomian suatu daerah.

Untuk menurunkan angka kemiskinan, tambahnya Yos, pemerintah daerah harus mengoptimalkan jaminan dan bantuan sosial yang ada sekarang ini.

“Selain itu harus berupaya meningkatkan kesempatan kerja dan produktivitas tenaga kerja,” imbuhnya.

Meski angka kemiskinan menurun, Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto yang hadir dalam rakor tersebut mengaku belum merasa puas dengan pencapaian tersebut.

Olehnya itu, pihak akan terus berupaya melakukan berbagai strategi penanggulangan kemiskinan melalui sinergitas lintas sektor.

“Intinya pelaksanaan program kegiatan dari OPD-OPD kita upayakan harus pro poor, pro job dan pro growth,” bebernya. (Uno)

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.