Aparat membungkam jurnalis dan aktivis dengan narasi antek asing, sebut laporan
Jalurdua.com
Selama masa pemerintahannya berjalan, Presiden Prabowo Subianto kerap melontarkan narasi antek asing. Sebelum antek asing, narasi "komunis" serta "radikal" lebih dulu dipakai.