JALURDUA.COM – Apple dilaporkan tengah melakukan pengujian internal terhadap Google Gemini AI untuk memperkuat kemampuan asisten virtual Siri sekaligus mendukung proyek pencarian berbasis AI yang sedang mereka kembangkan.
Menurut laporan Mark Gurman dari Bloomberg, Apple dan Google sudah mencapai kesepakatan awal mengenai kerja sama tersebut.
“Apple dan Google telah mencapai kesepakatan resmi minggu ini, dan sedang mengevaluasi serta menguji model AI buatan Google untuk mendukung Siri,” ungkap Gurman dalam keterangannya, Kamis (4/9).
Siri Dinilai Tertinggal, Gemini Jadi Kandidat Penguat
Langkah ini muncul di tengah kritik publik bahwa Siri tertinggal jauh dari Google Assistant, bahkan memaksa Apple menghapus iklan terkait “Apple Intelligence”.
Sebelumnya, Apple sudah bekerja sama dengan OpenAI untuk mengintegrasikan ChatGPT ke dalam ekosistem mereka. Meski begitu, Gemini tetap dipertimbangkan sebagai mitra potensial jangka panjang.
Selain untuk Siri, Apple juga dikabarkan sedang mengembangkan produk pencarian berbasis AI bernama World Knowledge Answers, yang rencananya dirilis tahun depan. Uji coba dengan Google diyakini akan mencakup proyek ini, sehingga Gemini berpotensi menjadi otak di balik mesin pencarian AI Apple.
Baik Apple maupun Google sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi. Namun, jika kolaborasi terwujud, hal ini akan memperkuat posisi Apple dalam bersaing dengan dominasi OpenAI di sektor AI.
iPhone 17 Belum Ajukan Izin di Indonesia
Sementara itu, dari sisi bisnis global, Apple belum mengajukan izin penjualan iPhone 17 di Indonesia. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengonfirmasi hal tersebut.
“Kemarin (iPhone) 16, berarti belum, (iPhone 17) belum ada pengajuan,” kata Agus seperti dikutip Antara, Rabu (3/9).
Padahal, Apple dijadwalkan memperkenalkan lini terbaru mereka — iPhone 17, iPhone 17 Air, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max — pada 9 September 2025.
Komitmen Investasi Apple di Indonesia
Meski izin produk belum diajukan, komitmen investasi Apple di Indonesia disebut tetap berjalan.
Proyek strategis seperti Apple Developer Academy di BINUS Bali, Apple Software Indonesia and Technology Institute, serta Apple Professional Developer Academy terus beroperasi.
Lebih jauh, Apple saat ini tengah membangun pabrik vendor di Batam senilai USD 1 miliar (Rp 16 triliun) untuk memproduksi hingga 65 persen kebutuhan global AirTag. Pabrik tersebut diproyeksikan menyerap 2.000 tenaga kerja dan ditargetkan rampung pada awal 2026.
Agus menegaskan, investasi Apple di Indonesia masih sesuai jalur:
“Kalau untuk investasi, tetap jalan, semuanya masih on the right track untuk investasi-investasi,” ujarnya.
Dalam jangka panjang, nilai investasi Apple di Indonesia diperkirakan dapat meningkat hingga USD 10 miliar, memberikan dampak signifikan bagi perekonomian lokal.***






