Aset Group Tjokro (GPSO) Mendadak Lompat 62%, Begini Penjelasannya

Aset Group Tjokro (GPSO) Mendadak Lompat 62%, Begini Penjelasannya
Bacakan Artikel

JALURDUA -

EmitenTrust.com - PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) mencatatkan kenaikan total aset sebesar 62,76% menjadi Rp79,58 miliar per 30 September 2026, dibandingkan Rp48,89 miliar pada 31 Desember 2025. Sejalan dengan itu, total liabilitas perseroan juga meningkat 63,59% menjadi Rp10,17 miliar dari sebelumnya Rp6,22 miliar. Penjelasan tersebut disampaikan manajemen GPSO melalui surat kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait perubahan lebih dari 20% pada sejumlah pos laporan posisi keuangan. Direktur Utama GPSO, Dionysius Tjokro, menjelaskan peningkatan aset dan liabilitas terjadi seiring implementasi keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Juni 2026. Setelah keputusan tersebut, perseroan mulai melakukan transaksi pembelian aset untuk mendukung pengembangan usaha. Adapun sumber pendanaan pembelian aset berasal dari penambahan modal melalui penerbitan saham baru tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) kepada PT PIMSF Pulogadung. Dalam aksi korporasi tersebut, GPSO menerbitkan sebanyak 66,67 juta saham baru. Pencatatan saham tambahan telah memperoleh persetujuan BEI melalui surat Nomor S-07859/BEI.PP3/07-2026 tertanggal 1 Juli 2026. Perubahan peningkatan modal ditempatkan dan disetor kemudian dituangkan dalam Akta Notaris Nomor 29 tanggal 14 Juli 2026 dan telah diterima serta dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum Republik Indonesia pada 16 Juli 2026. Selain melalui PMTHMETD, perseroan juga menyebut fasilitas pinjaman bank sebagai salah satu sumber pendanaan. Namun, fasilitas tersebut masih dalam proses persetujuan bank. Manajemen menjelaskan peningkatan aset GPSO terutama dipengaruhi pembelian mesin yang dicatat sebagai uang muka pembelian serta kenaikan piutang usaha akibat meningkatnya penjualan barang dagangan. Perseroan juga mulai meningkatkan aktivitas pembelian dan penjualan peralatan industri, seperti tools, mesin, serta alat bantu produksi lainnya secara kredit untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha. Sementara itu, kenaikan liabilitas terjadi akibat meningkatnya aktivitas pembelian persediaan barang dagangan secara kredit dari pemasok. Transaksi tersebut tercatat dalam saldo utang usaha perseroan per 30 September 2026. Di sisi lain, total ekuitas GPSO meningkat menjadi Rp69,41 miliar dari Rp42,67 miliar pada akhir 2025. Kenaikan ekuitas tersebut terutama berasal dari penerbitan saham baru melalui PMTHMETD kepada PT PIMSF Pulogadung. Dengan demikian, posisi keuangan GPSO per 30 September 2026 tercatat sebagai berikut:Komponen    30 September 2026    31 Desember 2025Total aset    Rp79,58 miliar    Rp48,89 miliarTotal liabilitas    Rp10,17 miliar    Rp6,22 miliarTotal ekuitas    Rp69,41 miliar    Rp42,67 miliar. Seperti diketahui Pada perdagangan hari ini Selasa (3/11) saham GPSO turun 3,68 persen. Dalam sepekan anjlok 15,28 persen. Dalam sebulan turun 16,06 persen. Dalam enam bulan terjun 46,8 persen. Secara tahunan (YTD) saham GPSO ambles 74,2 persen dari harga Rp710 pada 2 Januari 2026.