Askar-Pipink : Jika Terpilih Tunjangan Tenaga Honorer Dinaikkan, Ini Alasannya

  • Whatsapp
banner 300600

JalurDua.Com, Bulukumba – Tunjangan untuk tenaga honorer senilai 2 juta rupiah adalah perkara yang mudah diwujudkan pasangan calon bupati dan wakil bupati bulukumba nomor urut 2, Askar HL – Arum Spink jika terpilih di Pilkada 9 Desember nanti.

Paslon dengan tagline Bulukumba Asik ini mengaku telah melakukan pengkajian baik intensifikasi dan ekstensifikasi sehingga program tersebut bisa direalisasikan.

Bacaan Lainnya

banner 300600

“Banyak yang menganggap itu tidak mungkin. Tapi kami mengatakan ini bukan kemungkinan, ini kepastian yang akan kami wujudkan. Sudah kami kaji dari mana sumber pendanaannya,” ucap Calon Bupati Askar HL, Selasa 20 Oktober 2020.

Tenaga honorer, kata Askar sudah cukup lama menderita karena dituntut untuk memberikan pelayanan maksimal, tapi kesejahteraan mereka tidak diperhatikan.

Padahal, jelas dia, selama ini tenaga honorerlah yang banyak berkontribusi membantu pemerintah memberikan pelayanan maksimal di berbagai sektor.

“Bagaimana mau maksimal pelayanan kalau kesejateraan mereka tidak diperhatikan. Jadi tidak ada alasan, tunjangan tenaga honorer, disemua sektor, mulai Guru, Kesehatan, dan kantor pelayanan publik lainnya, harus dinaikkan ketika kami diberi amanah,” lanjutnya

Sementara itu, calon Wakil Bupati, Arum Spink mengatakan, selama ini ada perlakuan tidak adil yang diterima tenaga honorer.

“Selama ini pemerintah selalu marah jika ada perusahaan yang memberi upah karyawan dibawah upah minimum, tapi giliran mereka yang mempekerjakan masyarakatnya sebagai tenaga honorer, upah yang mereka terima jauh dibawah standar,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut Pipink sapaan akrabnya, jika dirinya diberi pilihan utama APBD Bulukumba, apakah membangun infrastruktur atau menambah tunjangan tenaga honorer, maka dirinya akan memilih menambah tunjangan honorer.

Alasannya, kata dia, pembangunan infrastrukur bisa dilakukan dengan menggunakan dana bantuan yang diambil dari APBD Provinsi dan APBN.

“Kalau dana bantuan digunakan untuk bayar tunjangan honorer, maka akan ada temuan. Makanya APBD digunakan untuk membayar tenaga honorer dan pembangunan infrastruktur diambil dari dana hibah provinsi dan pusat. Itu namanya kreatifitas mengelola anggaran,” tutupnya.(*)

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.