Bahagianya Mansyur. Seharian Dampingi Tomy Satria Jadi Wabup Bulukumba

  • Whatsapp
Tomy Satria Ajak Mansyur Nikmati Jadi Wakil Bupati Bulukumba, Jumat (10/1/2020).
banner 300600

Jalurdua.com, Bulukumba- Masih ingat sosok Mansyur?. Pemuda berusia 26 Tahun yang mengalami keterbelakangan mental dan mendapat penyiksaan oleh orang tuanya selama 9 tahun di dalam kamar mandi.

Sehari-harinya mendekap di ruangan yang hanya seper empat dari kamar tidurnya, kini telah menjalani kehidupan yang layak. Ia kabur dari ‘Penjara’ keluarga setelah menggigit palang pintu kamar mandi hingga terbuka dan kabur.

Bacaan Lainnya

banner 300600

Mansyur naik mobil dinas bersama Tomy Satria ke Kantor Pemkab Bulukumba
Namun kehidupannya sembilan tahun berlalu, kini berubah. Pemuda lugu asal Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba itu kini mengingap di Dinas Sosial kabupaten Bulukumba, usai ‘dievakuasi’ oleh Pemda Bulukumba. Kehidupannya juga telah terjamin dengan mendapatkan asupan gisi yang memadai.

Kondisinya pun juga semakin membaik. Trauma tidak lagi begitu terlihat dari wajah lugunya itu. Saat diajak bercakap, ia tak sungkan menjawabnya. Kendati kerap mengundang tawa. Ia pun ikut tertawa kecil.

Jumat 10 januari 2020, adalah hari yang bersejarah bagi Mansyur. Bukan karena ‘cambuk’ atau sekapan. Namun, kebebasan. Ruang yang luas. Dan ekspresi yang menggembirakan darinya semakin lepas.

Mansyur ikuti maulid Nabi Muhammad di Masjid Alghazali di Kecamatan Gantarang.

Mansyur mendapat kesempatan spesial. Mungkin ini tidak bisa dirasakan masyarakat umum Bulukumba lainnya. Secara spesial, Mansyur menjadi ‘ajudan’ wakil bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto. Naik mobil dinas nomor plat DD 2 H. Makan di Rujab, bahkan ikut Maulid Nabi di Masjid yang juga dihadiri oleh Tomy Satria Yulianto. Mansyur diajak oleh Tomy Satria untuk menjalani keseharian sebagai wakil bupati Bulukumba.

Dijemput oleh Tomy Satria di kantor Dinas Sosial, Mansyur diajak jalan-jalan menggunakan mobil dinas ‘High SUV’. Duduk berdampingan. Bercanda bersama, hingga ngobrol-ngobrol dengan Tomy Satria Yulianto. Suasana pagi itu, cerah. Mansyur bergegas.

“Mau kemana Mansyur?,” Tanya Tomy.

Pria Disabiltas yang pernah dapat hadiah gitar dari Ketua PKK Sulsel itu menjawab. “ Pigi Jakarta (Pergi ke Jakarta,Red),” Jawabnya dengan Wajah ceria “semerbak” di atas mobil.

Tomy Satria pun meluruskan, menggunakan bahasa Bugis, jika akan ke kantor daerah. Sekaligus makan siang.

Bahagia betul Mansyur. Dengan baju oranye muda dan topi merahnya, Mansyur tiba di kantor Pemkab Bulukumba. Didampingi Tomy Satria, ia menyalami sejumlah Satpol PP yang bertugas di kantor Pimpinan Bulukumba itu.

Sebuah tas hitam selempang membutnya terlihat ‘kece’. Ia berjalan di anak tangga kantor Pemkab, menuju ruang kerja Tomy Satria Yulianto. Senyum kepada staf kantor tak lupa ia perlihatkan. Sambutan hangat dari staf sebagai balasannya.

Mansyur begitu bahagia diajak makan makan siang di ruang kantor Bupati Bulukumba diselingi canda tawa. Keduanya memang sedang melepas rindu. Yah, Tomy Satria saat Mansyur dirawat di Makassar, sempat membesuknya. Melihat kondisinya. Bahkan mengajaknya bercanda.

Waktu salat jumat tiba. Mansyur tak lupa diajak untuk salat. Karena hari itu Tomy Satria mendapat undangan maulid oleh warga di Masjid Alghazali Dauleng, Kecamatan Gantarang. Mengendarai Mobil Dinas Tomy Satria, Mansyur jalan di bagian depan. Tak mau ketinggalan. Ia membukakan pintu mobil untuk Tomy. Lalu naik dan duduk berdampingan.

Peci hitam menambah kegantengannya. Meski sedikit miring, namun Mansyur tetap saja pria muda yang unik. Apalagi, peci itu adalah pemberian Tomy Satria. Peci yang kerap digunakan TSY, saat hadiri acara religi.

Usai menjalankan Setelah sholat jumat bersama, Tomy Satria mengajak Mansyur untuk tidak cepat pulang. Masih ada acara selanjutnya yang meski diikuti.

Mengesankan. Tomy saat menyampikan pidatonya pada acara itu, memperkenalkan Mansyur kepada jemaah yang hadir.

“Mansyur ini bukan pemuda yang kelainan jiwa. Mansyur ini merupakan pemuda yang berkebutuhan khusus” ucap wakil bupati berkacamata itu.

Mansyur dikenalkan kepada lingkungan masjid dan suasana Indah Bulukumba. Itu juga untuk melatih psikologisnya agar bisa bersosialisasi dengan masyarakat.

Mansyur menjalani hari bermakna bersama Tomy Satria hari itu. Candaan antara keduanya kerap muncul. Tomy pun tak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukurnya karena telah mampu membuat Mansyur menikmati hidup layak seperti lainnya. (Uno)

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.