Turun ke Gang Sempit, Syahwan Maarif Sambangi Warga Lumpuh di Bentenge
Pengusaha MBG Bulukumba, Syahwan Maarif, salurkan bantuan sembako secara door-to-door kepada warga lumpuh dan nelayan terdampak cuaca buruk di Kelurahan Bentenge.
BULUKUMBA – Deru mesin kendaraan terhenti di gang sempit Lingkungan Bentenge, Minggu (26/4/2026) sore. Di sana, Syahwan Maarif, pemilik MBG Yayasan Sinar Cerah Masa Kini, tak sekadar membawa paket pangan, melainkan harapan bagi puluhan warga yang tengah dihimpit paceklik akibat cuaca buruk.
Langkah kaki Syahwan dan istrinya menyisir satu demi satu rumah warga di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu. Tak ada seremoni mewah. Penyaluran bantuan sembako MBG dilakukan secara door-to-door, memastikan bantuan berupa beras, minyak goreng, hingga mie instan jatuh tepat di tangan mereka yang benar-benar membutuhkan.
Potret Muram di Pesisir Ujung Bulu
Di balik pintu-pintu kayu yang mulai rapuh, Syahwan mendapati kenyataan pahit. Beberapa warga ditemui dalam kondisi tak berdaya di atas pembaruan karena lumpuh. Sementara itu, para pria yang biasanya bertarung dengan ombak, kini hanya bisa menatap laut dengan nanar.
“Tadi kita melihat ada warga yang sudah tidak bisa jalan. Banyak juga nelayan yang sudah tiga bulan tidak melaut karena cuaca buruk,” tutur Syahwan dengan nada prihatin.
Bagi warga pesisir di Kecamatan Ujung Bulu, laut adalah napas. Namun, tiga bulan terakhir, cuaca ekstrem memaksa mereka menyandarkan perahu. Tanpa tangkapan, dapur mereka nyaris tak mengepul. Kehadiran pengusaha MBG Bulukumba ini menjadi oase di tengah gersangnya pendapatan mereka.
Filosofi Rezeki dan Didikan Masa Kecil
Syahwan, yang juga menjabat sebagai Ketua IKA SMPN 1 Bulukumba, menegaskan bahwa aksi ini murni atas nama pribadi. Baginya, kesuksesan bisnis yang ia raih melalui bendera MBG memiliki "hak" orang lain yang harus ditunaikan.
"Rezeki yang kita dapatkan dari usaha kita, di situ ada juga rezeki orang lain yang sedang membutuhkan," ungkapnya lugas.
Kedermawanan ini rupanya bukan bumbu pencitraan sesaat. Syahwan berkisah bahwa gemar berbagi adalah warisan nilai dari orang tuanya sejak kecil. Sekembalinya dari perantauan ke tanah kelahiran, Bulukumba, panggilan jiwa untuk melihat orang lain bahagia menjadi motivasi utamanya.
Komitmen Berkelanjutan untuk Bulukumba
Aksi sosial di Kelurahan Bentenge ini hanyalah permulaan. Syahwan berencana menjadikan agenda ini sebagai program rutin yang akan menyentuh wilayah lain di Kabupaten Bulukumba.
“Insha Allah berikutnya kami akan turun lagi dua bulan sekali di lingkungan lain secara bertahap, termasuk di kecamatan lain,” tambahnya.
Nuraedah, salah satu penerima manfaat, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya. Di tengah harga kebutuhan pokok yang kian mencekik, paket sembako ini dianggapnya sebagai penyelamat keluarga. "Terima kasih pak bantuannya, semoga usahanya semakin sukses dan lancar selalu rezekinya," ucapnya lirih.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Kepala Lingkungan Bentenge, Cenny Kasim, dan Bhabinkamtibmas Aipda Irsan. Kehadiran kerabat dari IKA SMPN 1 Bulukumba juga mempertegas bahwa solidaritas sosial di Bumi Panrita Lopi masih terjaga erat melalui tangan-tangan pengusaha yang peduli.***