News and Education Versi penuh
Daerah

Polantas Bulukumba Bripda Ahriadi Wakili Daerah di MTQ

Bripda M. Ahriadi, personel Satlantas Polres Bulukumba, wakili daerah di MTQ Sulsel 2026 kategori Murattal Remaja. Simak kisah inspiratif sang polisi santri.

Oleh Uno 17 Apr 2026 10:06 3 menit baca

MAROS — Di balik seragam cokelat dan ketegasan mengatur lalu lintas di jalanan Bulukumba, Bripda M. Ahriadi menyimpan ketenangan yang luar biasa. Pekan ini, ia menanggalkan sementara atribut kedinasannya untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an di Kabupaten Maros. Sebagai perwakilan resmi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Ahriadi menjadi simbol bahwa dedikasi pada negara dan spiritualitas bisa berjalan beriringan.

Gemuruh tepuk tangan penonton di arena Murattal Remaja Putra seolah menjadi saksi transformasi Ahriadi. Pria yang sehari-hari bertugas di Satlantas Polres Bulukumba ini terpilih menjadi satu dari 1.000 peserta terbaik yang berlaga sejak Minggu, 12 April hingga 18 April 2026. Ia bukan sekadar peserta; ia adalah representasi wajah Polri yang humanis dan religius.

Jejak Santri di Balik Seragam Bhayangkara


Kemahiran Ahriadi dalam seni membaca Al-Qur’an bukanlah pencapaian instan. Jauh sebelum ia mengucapkan sumpah sebagai anggota Polri, ia adalah seorang santri tulen. Akar keilmuannya tertanam kuat di Pondok Pesantren As’adiyah Kaloling, Kabupaten Bantaeng. Di sanalah, disiplin ilmu agama dan seni tilawah ia asah hingga mendarah daging.

Latar belakang pesantren ini memberikan warna berbeda dalam pengabdiannya di kepolisian. Di kalangan warga Bulukumba dan Bantaeng, nama Ahriadi sudah tidak asing lagi. Ia sering kali terlihat berdiri di mimbar-mimbar masjid, memberikan tausiah saat Idulfitri atau memimpin doa dalam acara takziah warga. Bagi masyarakat, ia bukan sekadar aparat penegak hukum, melainkan sosok teladan yang mengayomi melalui pendekatan spiritual.

Dukungan Penuh dari Markas Komando


Keikutsertaan Bripda Ahriadi di MTQ Sulawesi Selatan mendapat atensi khusus dari pimpinannya. Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, memberikan restu dan dukungan penuh bagi anggotanya untuk mengejar prestasi di jalur religi ini. Kebanggaan itu terpancar jelas dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui Kasi Humas, Kompol H. Marala.

“Kami sangat bangga atas partisipasi Bripda M. Ahriadi. Ia menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak menghalangi seseorang untuk berprestasi di bidang keagamaan. Ini adalah contoh positif bagi personel lainnya agar terus mengembangkan potensi diri,” ujar Kompol H. Marala dengan nada apresiatif.

Dukungan institusi ini menunjukkan bahwa Polri saat ini sangat menghargai talenta individu anggotanya. Keberadaan sosok seperti Ahriadi diharapkan mampu mempersempit jarak antara polisi dan masyarakat, menciptakan hubungan yang lebih harmonis melalui jalur keagamaan.

Menjaga Integritas, Menebar Inspirasi


Ajang MTQ tingkat provinsi ini merupakan tantangan besar bagi Ahriadi. Bersaing dengan talenta-talenta terbaik dari seluruh kabupaten di Sulawesi Selatan menuntut konsentrasi dan stamina yang prima. Namun, semangat "Polisi Santri" ini tidak goyah. Baginya, melantunkan ayat suci adalah bentuk pengabdian tertinggi kepada Sang Pencipta, yang nantinya akan berdampak pada ketulusannya dalam melayani masyarakat.

Partisipasi ini bukan sekadar mengejar piala atau piagam penghargaan. Lebih dari itu, ada pesan kuat yang ingin disampaikan: profesionalisme dalam bertugas di jalan raya harus diimbangi dengan kekayaan batin yang kokoh. ke depan, kehadiran personel berprestasi di bidang keagamaan seperti Bripda Ahriadi diprediksi akan meningkatkan citra positif Polres Bulukumba secara signifikan di mata publik.

Hingga penutupan acara nanti, doa dan harapan masyarakat Bulukumba terus mengalir. Mereka berharap suara merdu sang Polantas mampu mengharumkan nama daerah, sekaligus membuktikan bahwa di balik seragam petugas, ada hati yang terus berdzikir bagi kedamaian negeri.**

Topik terkait
Bripda M. Ahriadi polres bulukumba MTQ Sulawesi Selatan 2026