Jalurdua.com mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional Indonesia 9 Februari 2024

Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

― Advertisement ―

spot_img

RUU Penyiaran Ancaman terhadap Kebebasan Berekspresi dan Hak atas Informasi

Rancangan Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (selanjutnya disebut sebagai RUU Penyiaran) yang sedang diharmonisasi di tingkat Badan Legislasi (Baleg) DPR RI...
BerandaHeadlineBuntut "Penistaan" Pemprov DKI Jakarta didesak Cabut Izin Holywings

Buntut “Penistaan” Pemprov DKI Jakarta didesak Cabut Izin Holywings

Jalurdua.com – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) akan meminta Pemprov DKI Jakarta untuk mencabut izin Holywings usai membuat promosi minuman alkohol gratis bagi pelanggan bernama Muhammad dan Maria.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Sofyan Hadi mengaku bakal mendatangi kantor Pemprov DKI untuk menyampaikan itu.

“Kita tetap lakukan langkah-langkah lain, termasuk nanti ke Pemda DKI, rencana kita mau ke sana soal pencabutan izin,” ujar Sofyan, Jumat (24/6).

Sofyan menilai Holywings telah melakukan penistaan lantaran membuat promosi minuman alkohol gratis bagi pelanggan bernama Muhammad dan Maria. Sejauh ini mereka juga ingin melaporkan Holywings ke polisi.

Langkah lain yang akan dilakukan GP Ansor adalah konvoi ke sejumlah cabang Holywings di Jakarta mulai malam ini, Jumat (24/6). Titik konvoi itu di antaranya di Gatot Subroto, Senayan, hingga Pantai Indah Kapuk.

GP Ansor DKI Jakarta ingin memastikan tidak ada lagi penistaan yang dilakukan pihak Holywings.

“Nanti kita beberapa titik untuk konvoi bersama sahabat-sahabat Ansor Banser DKI Jakarta. Ada di titik Gatsu, di titik Senayan ada di PIK,” kata Sofyan.

Sejauh ini Holywings Indonesia telah menyatakan permintaan maaf terbuka soal promosi minuman alkohol gratis tiap Kamis untuk mereka yang bernama “Muhammad” dan “Maria”.

Holywings telah menindak tim promosi yang membuat promosi tersebut tanpa sepengetahuan manajemen Holywings Indonesia dengan sanksi yang berat.

Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta mengaku telah memberi sanksi berupa teguran tertulis kepada manajemen Holywings buntut masalah itu.

“Sudah kami berikan teguran tertulis pertama kepada manajemen Holywings,” ujar Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Iffan saat dikonfirmasi, Jumat (24/6).

(Agt/Sumber: CNN)