News and Education Versi penuh
Opini

Cegah Kekerasan, Pemkab Bulukumba Dorong Perempuan Semakin Berdaya

Oleh Redaksi 19 Sep 2026 13:10 3 menit baca

Jalurdua.com Intens.id - Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan melalui strategi pemberdayaan. Fokus utama diberikan pada peningkatan kemandirian ekonomi perempuan, penguatan dukungan keluarga, serta penciptaan lingkungan sosial yang aman.

Langkah ini diwujudkan melalui Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bulukumba. Acara yang mengusung tema "Perempuan Penopang Keluarga, Tangguh, Mandiri, dan Bebas dari Kekerasan" ini berlangsung di Ruang Kahayya Gedung Pinisi pada Kamis, 17 September 2026.

Kegiatan ini secara khusus menyasar pemberdayaan perempuan, terutama Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), dengan tujuan memberikan perlindungan sosial, memenuhi hak ekonomi, serta memperkuat kesetaraan gender bagi kelompok perempuan yang rentan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba, Muh. Ali Saleng, secara resmi membuka sosialisasi tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesadaran kolektif untuk mencegah kekerasan.

"Keberadaan dan keterlibatan berbagai organisasi sangat penting dalam membangun kesadaran bersama untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan. Kita juga perlu memperkuat dukungan agar perempuan mampu berdaya, mandiri, serta terus berperan dalam keluarga maupun masyarakat," ujar Ali Saleng.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan bukan sekadar peningkatan kapasitas individu, melainkan juga tentang menciptakan ruang aman bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi dalam keluarga serta masyarakat.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bulukumba Andi Herfida Muchtar, Kepala DP2KBP3A Andi Mappatunru Asnur, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Hamrina Andi Muri, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan organisasi perempuan, Konselor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PUSPAGA) Bulukumba, serta unsur penyedia layanan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Sosialisasi menghadirkan tiga narasumber yang membawa perspektif berbeda. Ketua TP PKK Bulukumba Andi Herfida Muchtar menyampaikan peran strategis perempuan dalam menjaga ketahanan ekonomi dan keharmonisan keluarga. Ia mengajak perempuan penopang keluarga untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemandiriannya.

"Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi dan keharmonisan keluarga. Perempuan penopang keluarga, mari kita berdaya tanpa kekerasan, saling menguatkan, saling melindungi, dan bersama-sama membangun keluarga yang aman, mandiri, dan bermartabat," seru Andi Herfida.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bulukumba, Hamrina Andi Muri, yang juga merupakan pemilik Café dan Resto Grand 99, menyoroti pentingnya penguatan kemandirian ekonomi perempuan sebagai fondasi ketahanan keluarga. Ia mengingatkan bahwa tekanan finansial dapat menjadi pemicu kerentanan dalam keluarga.

"Tekanan finansial dapat menjadi salah satu faktor yang memicu persoalan dalam keluarga. Olehnya itu, perempuan perlu didorong untuk berdaya melalui kewirausahaan. Terlebih di Kabupaten Bulukumba, banyak pelaku UMKM yang merupakan perempuan," jelas Hamrina. Ia menambahkan bahwa kewirausahaan dapat menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus ruang bagi perempuan untuk mengembangkan diri.

Sementara itu, Konselor PUSPAGA Kabupaten Bulukumba, Hj. Banri Alang, menegaskan hak fundamental setiap perempuan untuk hidup aman, dihargai, didengarkan, dan dilindungi dari segala bentuk kekerasan.

"Perempuan berhak hidup aman, dihargai, didengarkan, dan dilindungi. Menjadi penopang keluarga bukan berarti harus menanggung kekerasan dalam diam," tegas Hj. Banri. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta mendorong pelaporan kepada UPTD PPA atau PUSPAGA untuk mendapatkan pendampingan dan perlindungan.

Melalui kegiatan ini, DP2KBP3A Bulukumba berupaya memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi perempuan, keluarga, dan masyarakat. Harapannya, pemberdayaan perempuan tidak hanya meningkatkan kemandirian ekonomi, tetapi juga menjadi strategi efektif dalam membangun keluarga yang tangguh, harmonis, dan bebas dari kekerasan di Bulukumba.