Selasa, Mei 26, 2020

China Berkomitmen Usut Kasus Perbudakan ABK WNI

China berkomitmen untuk menyelesaikan kasus WNI yang diperbudak di kapal milik perusahaan swasta mereka.

Janji tersebut disampaikan saat Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun bertemu pejabat Kemlu setempat. Pertemuan untuk menindaklanjuti permintaan Kemlu RI saat memanggil Dubes China untuk Indonesia pekan lau.

Ketika itu, pihak Kemlu RI meminta China melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus dugaan perbudakan WNI.

“Adanya komitmen China untuk lakukan investigasi (soal dugaan perbudakan WNI),” ucap plt juru bicara Kemlu Teuku Faizasyah dalam konpers virtual, Rabu (13/5).

Faizasyah menambahkan, China juga menyatakan bersedia menerima informasi hasil investigasi di Indonesia.

“China sangat terbuka untuk mendapatkan informasi lanjutan dari Indonesia, data-data yang kita sampaikan dapat ditindaklanjuti pihak China,” sambung dia.

Perbudakan di kapal berbendera China Long Xing 629 diduga menjadi penyebab kematian empat ABK WNI, tiga dilarung di laut. Sementara 14 ABK WNI Long Xing 629 lainnya saat ini sudah sampai di Indonesia, dan sedang menjalani karantina kesehatan.

BANTAENG

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Index

Burasa Virtual Terbungkus Papparampa

"Papparampa adalah moral budaya leluhur yang layak dilestarikan untuk memupuk rasa 'asselessurengeng' atau ukhuwah atau persaudaraan."

Cara Klasik Grebek Sahur Karang Taruna Harapan Baru Desa Taccorong

Bulukumba - Banyak cara yang di lakukan warga untuk membangunkan makan sahur slah satunya dengan cara berkeliling kampung dan menabuh genderang beduk...

Setelah Sembako, JOIN Bulukumba Kembali Bagi-bagi Ratusan Nasi Kotak

Koordinator Pelaksana, Muhlis (jalurdua.com ) mengungkapkan, pihaknya bekerjasama dengan sejumlah swasta untuk melakukan kegiatan berbagi.

Untuk Transparansi, 139 Penerima BLT DD Dipajang di Kantor Desa Pangalloang

“Jadi pemberian bantuan kepada warga ini, sumbernya anggarannya dari Dana Desa yang sebelumnya direncanakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur di desa. Namun karena ada Covid-19, maka sebagian anggarannya dialihkan untuk warga desa,” ungkap Tomy.