JALUR DUA.COM, BULUKUMBA — Kepedulian tak selalu hadir dalam seremoni. Di tengah luka pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, BAZNAS Kabupaten Bulukumba bersama Pemerintah Kabupaten Bulukumba memilih hadir secara nyata: turun langsung ke lokasi terdampak, menyusuri kampung, dan mendengar kebutuhan warga dari dekat.
Pada hari pertama kunjungan kemanusiaan, rombongan menyalurkan bantuan di dua titik strategis di Kecamatan Batipuh Selatan, wilayah yang paling merasakan dampak bencana. Langkah ini menjadi penegasan bahwa solidaritas antardaerah bukan sekadar simbol, melainkan aksi konkret yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
💧 Fokus pada Sanitasi dan Air Bersih
Titik pertama penyaluran bantuan dilakukan di Jorong Tanjung Sawah, Nagari Padang Laweh Malalo. Di lokasi ini, bantuan dana sebesar Rp75 juta disalurkan untuk pengadaan fasilitas sanitasi dan air bersih—kebutuhan paling mendesak bagi warga pascabencana.
Bantuan tersebut diharapkan mampu memulihkan kualitas kesehatan lingkungan, sekaligus mengurangi risiko penyakit akibat keterbatasan akses air bersih.
Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, menegaskan bahwa kehadiran langsung pemerintah dan BAZNAS merupakan bentuk komitmen moral kepada masyarakat terdampak.
“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan bantuan benar-benar menjawab kebutuhan warga. Sanitasi dan air bersih menjadi prioritas utama pascabencana,” ujar Andi Edy Manaf.
Masjid, Ruang Ibadah dan Solidaritas Sosial
Perjalanan kemanusiaan berlanjut ke Jorong Baiang, Nagari Guguak Malalo. Di lokasi ini, bantuan sebesar Rp25 juta disalurkan untuk rehabilitasi masjid yang rusak akibat bencana.
Masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial dan pemulihan psikologis masyarakat yang sempat kehilangan ruang kebersamaan.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tanah Datar, Dr. Yasmansyah, menyampaikan apresiasi atas kepedulian lintas daerah tersebut.
“Kehadiran langsung rombongan dari Bulukumba menjadi penguat semangat bagi masyarakat kami. Bantuan ini sangat dibutuhkan dan akan kami kelola secara transparan serta bertanggung jawab,” ungkapnya.
Sinergi Amanah Lintas Daerah
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bulukumba, Yusuf Shandy, menegaskan bahwa seluruh penyaluran bantuan dilakukan melalui asesmen dan koordinasi bersama BAZNAS Tanah Datar, demi memastikan ketepatan sasaran.
“Menyalurkan dana umat adalah amanah besar. Turun langsung ke lokasi adalah tanggung jawab moral kami agar bantuan benar-benar memberi dampak nyata bagi pemulihan masyarakat,” jelasnya.
Melalui langkah nyata ini, BAZNAS Bulukumba dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap sinergi kemanusiaan lintas daerah dapat mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat rasa persaudaraan sesama anak bangsa.
Bantuan boleh datang dari jauh, tetapi kepedulian selalu terasa dekat. (*)






