Difabel dan Mawar Merah Yang Merekah di Jalan Teko

  • Whatsapp
banner 300600

JALURDA.COM, BULUKUMBA- Pagi itu, sekira pukul 10 pagi, Selasa 3 Desember 2019. Gerombolan anak manusia yang jumlahnya sekitar 15 orang membentang spanduk. Matahari pagi yang mulai memancarkan panasnya, mereka bersuara dengan Toa.

Pengendara melintas bertanya, siapa mereka, apakah Bulukumba serang ada masalah lagi?, Pasalnya, Persimpangan Teko kerap menjadi lokasi aksi demonstrasi.

Bacaan Lainnya

banner 300600

Namun kali ini berbeda, yang hadir tidak biasanya. Bukan barisan manusia ber-almamater. Mereka punya tongkat, seragam kaos putih dengan tulisan unik.

‘ Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul ‘. Tulisan ini sebagian orang tak memahaminya. Tapi pada kawan disabilitas, kalimat ini menjadi senjata mereka memperjuangkan haknya sebagai warga negara.

Aksi damai Difabel Bulukumba di persimpangan Teko, Kota Bulukumba

Hari itu 3 Desember, menjadi sejarah bagi kawan disabilitas Bulukumba. Sebagai bentuk peryaannya, mereka melakukan aksi damai di persimpangan Teko, Kota Bulukumba.

Mawar merah dan bunga warna-warni merekah di jalan. Dibagikan ke pengendara. Begitupula dengan lembaran kertas berisi visi dan misi disabilitas.

“Dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional, kami ingin menyampaikan ke masyarakat Bulukumba, bahwa kita kaum Disabilitas memiliki Hak yang sama dengan warga umumnya. Kami memiliki hak pendidikan dan profesi,” Suherman berteriak dengan mik di tangannya.

Masyarakat perlu membuka mata, kata Suherman. Banyak kawan difabel yang ‘disangkar’ oleh keluarganya. “Terkhusus bagi mereka yang memiliki kerabat penyandang disabilitas untuk tidak lagi mengurungnya di dalam rumah, sebab saat ini, pemerintah, Khususnya di Bulukumba telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang disabilitas,” Kata pria Disabilitas itu.

Disabilitas berhak mendapat pendidikan dan juga pekerjaan yang layak. Perlu berwirausaha dan bisa menjadi CPNS.

Selain disabilitas, seorang perempuan berniljab syari, topi hitam dan kaftan pelindung terik. Setangkai bunga dan mawar merah terbungkus plastik di jemari indahnya. Disodor ke pengendara sebagai simbol kedamaian dan kesetaraan.

Wanita berkacamata itu adalah Andi Soraya Widyasari. Legislator PKB Bulukumba yang memang dikenal sosialis. Ia juga adalah pembina PPDI Bulukumba.

Ia mengaku siap untuk memperjuangkan hak para penyandang disabilitas alias di kursi parlemen, sebagaimana tupoksinya sebagai anggota DPRD.

“Seperti yang disampaikan oleh ketua PPDI Bulukumba, bahwa teman-teman kita Difabel juga memiliki hak yang sama dengan masyarakat umumnya. Itulah mengapa saya selaku pembina PPDI, juga ingin menyuarakan kepada masyarakat, jika mereka sama dengan kita. Mereka berhak memiliki pekerjaan, berhak sekolah, dan berhak berwirausaha. Kita ingin publik tahu, jika teman difabel mampu kreatif dan berkreasi,” Ujar ponakan Bupati AM Sukri itu.

Perlu diketahui, di kabupaten  Butta Panrita Lopi, terdeteksi 1223 Difabel. Itu diketahui berdasarkan pendataan yang bekerjasama dengan Disdukcapil Bulukumba.

Namun hanya sekitar 400 difabel yang telah terverifikasi faktual. Beberapa diantaranya juga telah menerima bantuan. (Uno)

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.