News and Education Versi penuh
Daerah

Diskominfo Bulukumba Berduka, Kabid Aptika Berpulang

Diskominfo Bulukumba berduka atas wafatnya Kabid Aptika Mulyadi Ganie. Simak dedikasi 23 tahun almarhum dalam membangun transformasi digital daerah di sini.

Oleh Uno 21 May 2026 17:59 3 menit baca

Jalurdua.com BULUKUMBA — Suasana khidmat menyelimuti Sapiri, Kelurahan Jalanjang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba pada Kamis siang (21/5/2026). Ratusan pelayat berdiri dalam senyap saat protokol membacakan riwayat hidup Mulyadi Ganie. Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Bulukumba tersebut dilepas dalam sebuah upacara sipil kedinasan, setelah mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pada usia 53 tahun.

Isak tangis keluarga pecah ketika H. Safiuddin, perwakilan keluarga almarhum, secara resmi menyerahkan jenazah kepada pihak pemerintah daerah. Almarhum, yang meninggalkan seorang istri dan tiga orang putra, diserahkan sebagai anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) untuk dihantarkan ke peristirahatan terakhir melalui prosesi penghormatan formal birokrasi.

Kepergian sosok senior di tubuh Diskominfo Bulukumba ini memicu gelombang duka mendalam di lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Langkah kakinya di koridor pemerintahan daerah kini terhenti, namun jejak digitalisasi yang dibangunnya tetap tertanam kuat.

Dua Dekade Mengawal Transformasi Digital Daerah

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bulukumba, HM Daud Kahal, yang bertindak sebagai inspektur upacara, tidak dapat menyembunyikan rasa kehilangan yang mendalam. Dalam pidato persemayaman, dirinya menyampaikan rasa terima kasih setinggi-tingginya atas seluruh dedikasi yang telah diberikan almarhum selama puluhan tahun.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bulukumba, saya menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Kami mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa Almarhum selama mengabdikan diri di Pemerintah Kabupaten Bulukumba," ujar Daud Kahal dengan nada suara berat di depan ratusan pelayat yang memadati rumah duka.

Almarhum Mulyadi Ganie tercatat telah mengabdi sebagai aparatur sipil negara selama 23 tahun. Lebih dari separuh masa baktinya dihabiskan untuk merancang, mengawal, dan mengeksekusi berbagai program teknologi informasi penunjang pelayanan publik. Dedikasi ini menjadikannya salah satu pilar utama dalam peta jalan reformasi birokrasi di wilayah tersebut.

Kehilangan Besar bagi Arsitektur Informasi Birokrasi

Sebagai pimpinan langsung di Diskominfo Bulukumba, Kepala Dinas Andi Uke Indah Permatasari memberikan kesaksian emosional mengenai bagaimana almarhum bekerja di balik layar. Di matanya, Mulyadi adalah personifikasi dari ketenangan dan loyalitas tinggi dalam dunia birokrasi yang kerap dinamis.

"Almarhum adalah sosok yang dikenal baik, tenang, dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya. Selama bertugas, beliau telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan sistem informasi pemerintahan di Kabupaten Bulukumba," tutur Andi Uke.

Andi Uke menambahkan bahwa transformasi digital daerah yang saat ini dirasakan oleh masyarakat Bulukumba tidak lepas dari sumbangsih pemikiran almarhum. Kehilangan ini meninggalkan ruang kosong yang besar pada struktur organisasi Diskominfo Bulukumba. Menghadapi kenyataan ini, rekan-rekan sejawatnya berkomitmen untuk meneruskan estafet perjuangan digitalisasi yang telah dirintis almarhum.

"Kepergian beliau tentu menjadi kehilangan besar bagi kami semua, khususnya keluarga besar Diskominfo Bulukumba. Namun kami percaya, segala pengabdian, kerja keras, dan kebaikan almarhum akan menjadi amal jariyah," kata Andi Uke menambahkan.

Penghormatan Terakhir untuk Sang Penjaga Sistem

Prosesi pelepasan jenazah secara sipil ini menjadi penanda akhir dari perjalanan panjang seorang abdi negara di Pemkab Bulukumba. Ratusan pelayat yang terdiri dari rekan kerja, tetangga, hingga pejabat daerah beriringan mengantar peti jenazah menuju tempat pemakaman.

Sakit yang diderita almarhum selama beberapa bulan terakhir hingga harus menjalani pengobatan intensif di Makassar kini telah usai. Riuh rendah tuntutan pengelolaan data dan aplikasi berganti dengan doa-doa tulus yang dilantunkan tanpa putus oleh para pelayat.

"Mari kita mendoakan semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, diterima seluruh amal ibadahnya, dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan menghadapi musibah ini," tutup Andi Uke.

Warisan birokrasi digital yang andal kini menjadi monumen hidup bagi kedisplinan seorang Mulyadi Ganie. Di tengah tantangan zaman yang menuntut kecepatan informasi, pondasi yang diletakkan sang Kabid Aptika akan terus berjalan melayani warga Bulukumba.***

Topik terkait
Diskominfo Bulukumba Mulyadi Gani Kabid Aptika