Jumat, Desember 2, 2022

Diskusi KAMI, Anthony Budiawan : APBN Kita Tidak Pro-Rakyat

Date:

Populer hari ini

La Baco

Bagi Belanda, tidak semua anak keturunan ningrat bisa diajak bekerjasama. Terbukti banyak tokoh pemuda terpelajar yang bergelar Andi yang kemudian memimpin gerakan menentang Belanda.

Edukasi dalam penanganan Covid-19 lewat Vaksinasi Jajaran Polres Bulukumba

JalurDua.Com, Bulukumba-Kegiatan Vaksinasi sudah sampai kepada Personel Jajaran Polres...

Foto : Ist

Jalurdua.com – Jakarta | Kenaikan harga dan langkanya beberapa bahan pokok saat ini berimbas pada terganggunya stabilitas sosial politik dan keamanan negara.

Hal itu dibahas dalam dalam diskusi yang bertajuk “BEBAN BERAT APBN 2022-2024”. Acara yang igelar oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), pada Selasa 10/3/2022 menghadirkan narasumber pakar Ekonomi, Prof. Anthony Budiawan.

Pada diskusi siang tadi ia menyoroti keadaan situasi saat ini atas naiknya harga-harga dan langkanya beberapa barang pokok.

Menurutnya kenaikan berbagai harga komoditas, barang tambang, dll sejak 2021 hingga saat ini 2022 memberikan berkah keuntungan kepada para oligarki. Disisi lain naiknya harga-harga tersebut memicu pada naiknya harga-harga kebutuhan barang pokok masyarakat, salah satunya minyak goreng.

Ironisnya kata dia bahwa kenaikan harga itu tidak dibantu oleh Pemerintah, sehingga rakyat yang paling merasakan.

“Bayangkan subsidi minyak goreng saja anggaran subsidinya diambil dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), jadi tidak diambil dari APBN, berapa banyak kekuatan BPDPKS?,” ungkap Anthony heran.

Selanjutnya ia sampaikan bahwa anggaran BPDPKS yang digunakan untuk mensubsidi Minyak Goreng tersebut seharusnya digunakan untuk peremajaan Kelapa Sawit bagi rakyat.

“Karena anggaran subsidi minyak goreng yang diambil dari anggaran BPDPKS tidak cukup akibatnya barang (minyak goreng) menjadi langka,” ucapnya.

Menurutnya barang langka (minyak goreng) bukan karena suplai/persedian, suplai negara kita pasti cukup, sebab kita produsen kelapa sawit terbesar, dan selama ini tidak ada masalah.

Terkait kenaikan dan kelangkaan minyak goreng menurut Anthony disebabkan oleh produsen tidak mau menjual minyak kesini, karena harganya murah, sehingga mereka lebih memilih ekspor yang lebih menguntungkan.

Anthony menyimpulkan seharusnya APBN kita dapat mengatasi persoalan harga-harga ini. Akibat ini menjadi derita rakyat, sebab itu dibebankan kepada rakyat.

“Jadi politik APBN kita itu adalah tidak pro rakyat, politik APBN kita melanggar kedaulatan rakyat,” tegas Anthony Budiawan.

Sebelumnya acara diskusi dibuka oleh Ketua Komite Eksekutif KAMI, Adhie M Massardi dengan membacakan karya puisinya yang berjudul “Hikayat Anjing dan Babi”

Nampak hadir dalam diskusi, antara lain MS. Kaban (Mantan Menteri KLH), Samsir Siregar (Mantan Kepala BIN), Haz Pohan (Mantan Dubes Polandia), dan berbagai kelompok masyarakat.

Usai diskusi, Sekretaris Komite Eksekutif, Gde Siriana menyampaikan bahwa apa yang telah dipaparkan oleh para narasumber tadi jelas rakyatlah, khusunya kaum emak-emak yang paling terkena dampaknya. Disisi lain Pemerintah terkesan tidak perduli, malah sibuk dengan agendanya masing-masing.

Ia menghimbau kepada Pemerintah agar kembali melaksanakan konstitusi, sebagaimana semua hal terkait aturan penyelenggaraan telah termuat.

Terbaru