Haji 2026 Kolaka: Pemkab Tanggung Seluruh Transportasi Lokal
Pemkab Kolaka alokasikan Rp2,9 miliar untuk gratiskan transportasi 431 jemaah haji 2026 rute Kolaka-Makassar. Simak rincian subsidi dan pesan Bupati H. Amri.
Jalurdua.com KOLAKA - Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Agung Khaerah Ummah pada Senin (11/5/2026) siang saat 431 jemaah haji asal Kabupaten Kolaka bersiap melangkah menuju tanah suci. Di tengah isak haru keluarga, kabar gembira berembus: Pemerintah Kabupaten Kolaka resmi menggratiskan seluruh biaya transportasi lokal pemberangkatan haji tahun ini dengan total anggaran mencapai Rp2,9 miliar.
Bupati Kolaka, H. Amri, memastikan bahwa jemaah tidak akan dipungut biaya sepeser pun untuk perjalanan dari bumi Mekongga menuju Embarkasi Makassar. Langkah ini diambil agar para tamu Allah bisa berangkat tanpa beban finansial tambahan yang kerap membayangi proses pemberangkatan.
Komitmen Rp2,9 Miliar demi Ketenangan Ibadah
Kebijakan ini bukan sekadar angka di atas kertas APBD. Bagi pemerintah setempat, ini adalah bentuk pemuliaan terhadap warganya yang hendak menunaikan rukun Islam kelima.
"Jemaah tidak perlu lagi memikirkan biaya pesawat ke embarkasi. Semua sudah ditanggung pemerintah. Tinggal fokus ibadah," tegas Amri di hadapan ratusan jemaah yang mengenakan seragam batik haji nasional.
Amri menekankan bahwa ketenangan batin adalah modal utama dalam meraih haji mabrur. Ia meminta para jemaah melepaskan segala beban pikiran mengenai urusan domestik maupun biaya tambahan yang biasanya timbul saat mobilisasi.
"Jangan bawa beban pikiran soal biaya. Pemda sudah siapkan semua. Doakan Kolaka dari Tanah Suci agar daerah kita aman, sejahtera, dan dijauhkan dari bala," pinta Amri yang langsung disambut seruan "Amin" serentak oleh para jemaah.
Rincian Subsidi Transportasi Lokal Haji Kolaka
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemda Kolaka, Syaifuddin Mustaming, memaparkan rincian penggunaan dana miliaran rupiah tersebut. Dana tersebut dikelola secara transparan untuk memfasilitasi mata rantai perjalanan jemaah sejak dari titik kumpul hingga naik ke pesawat besar di Makassar.
Setidaknya ada empat pos utama yang dibiayai oleh Pemkab Kolaka:
1. Sewa pesawat khusus rute Bandara Sangia Nibandera (Kolaka) menuju Embarkasi Makassar.
2. Jasa angkutan barang (bagasi) jemaah.
3. Bus eksekutif dari titik kumpul Masjid Agung menuju bandara.
4. Biaya extra baggage (kelebihan muatan) yang sering menjadi kendala teknis bagi jemaah.
"Bantuan ini murni subsidi Pemda di luar BPIH yang dibayarkan jemaah ke Kementerian Agama. Kami ingin jemaah lebih siap secara mental dan fisik," ujar pria yang akrab disapa Ustaz Pudo ini.
Tradisi Memuliakan Tamu Allah di Bumi Mekongga
Kebijakan menggratiskan ongkos pemberangkatan ini sebenarnya telah menjadi tradisi tahunan di Kolaka. Namun, di tengah fluktuasi biaya penerbangan global, komitmen untuk tetap mempertahankan subsidi ini menjadi angin segar yang sangat dinantikan.
Ustaz Pudo menambahkan bahwa langkah ini adalah bagian dari visi besar pemerintah untuk memberikan pelayanan publik yang menyentuh sisi spiritual masyarakat. Dengan dukungan logistik yang matang, risiko keterlambatan atau kendala teknis di lapangan dapat diminimalisir.
"Harapan kita satu, seluruh jemaah haji 2026 berangkat dengan tenang, menjalani rukun dengan sempurna, dan pulang membawa predikat haji mabrur," pungkasnya.
Pemberangkatan tahun ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara birokrasi dan aspek religiusitas mampu menciptakan sistem pendukung yang kuat. Di tengah kenaikan biaya hidup, subsidi Rp2,9 miliar ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam mengawal kerinduan hamba-Nya menuju Baitullah.***