Hanya 7 di Sulsel, Bulukumba Kembali Raih Penghargaan

  • Whatsapp
banner 300600

Jalurdua.com, Bulukumba- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof H M Nurdin Abdullah, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada bupati, wali kota dan camat atas perayaan dan upaya membangkitkan semangat pergerakan perempuan. Salah satu daerah yang terima penghargaan tersebut adalah Kabupaten Bulukumba.

Penghargaan tersebut diserahkan di sela-sela pengukuhan pengurus organisasi Forum Anak Sulsel, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jumat, (27/12/2019).

Bacaan Lainnya

banner 300600

Pemkab Bulukumba Raih Penghargaan untuk kategori Percepatan Pembangunan Ketahanan Keluarga, yang diserahkan ke wakil Bupati.

Tomy Satria Yulianto yang menerima langsung penghargaan itu mengaku, Kabupaten Bulukumba diantara 7 kabupaten menerima penghargaan sebagai kabupaten yang mendorong percepatan pembangunan ketahanan keluarga.

“Hal ini kita dorong, terutama di desa atau kelurahan yang masih memiliki daerah terkategori marginal,” Ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pemprov Sulsel, Ilham A Gazaling, mengaku sudah bekerja maksimal dalam memperkecil angka kekerasan terhadap perempuan di Sulsel.

Sesuai data terakhir 2019 ini, Sulsel memiliki angka kekerasan terhadap perempuan sebanyak 605 kasus. Dari kasus tersebut terbanyak kasus kekerasan perempuan terjadi di rumah tangga.

“Alhamdulillah dari jumlah tersebut, sebanyak 45 persen merupakan kekerasan yang terjadi di tanah personal atau rumah tangga dan sebagian besar sudah kami selesaikan. Sisanya kami serahkan kepada kabupaten/kota,” jelas Ilham A Gazaling.

Gubernur Nurdin Abdullah memaparkan lima isu penting yang harus dihadapi serta diselesaikan seluruh stakeholder, terkhusus bagi seluruh masyarakat Sulsel.

Pertama, pemberdayaan perempuan dan kewirausahaan. Kedua, peningkatan peran keluarga dalam pendidikan anak. Ketiga, penurunan kekerasan keluarga dan perempuan. Keempat, komunikasi keluarga. Dan kelima, bagaimana pernikahan usia dini terhadap anak.

Mengenai isu pertama, kata Prof Nurdin, bisa diatasi dengan mendorong kinerja TP-PKK, Dharmawanita dan Dekranasda, dan harus diberikan dukungan atas semua ide-idenya.

“Saya kira ini sekarang luar biasa apresiasi kepada seluruh tim penggerak tim PKK kabupaten kota yang telah betul-betul memberikan kontribusi dalam mendorong percepatan pembangunan di daerah,” kata Nurdin Abdullah.

Isu kedua, bagaimana peran pendidikan dalam menjabarkan apa yang harus diberikan kepada anak didik. Apalagi saat ini, masalah stunting sangat penting untuk dituntaskan bersama.

“Saya tekankan soal stunting. Ini stunting kita tidak boleh anggap enteng karena generasi ini terus berganti. Kita tidak ingin melahirkan generasi lemah, melahirkan generasi-generasi yang tentu akan menjadi beban negara di kemudian hari,” jelasnya.

Nurdin Abdullah mengingatkan, sesuai dengan prediksi dunia, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu angka usia produktif tertinggi di dunia.

“Jadi angka tertinggi usia produktif kita, ini ada dua hal yang akan terjadi. Pertama, akan menjadi kekuatan bangsa kita, atau akan menjadi masalah besar negara kita. Oleh karena itu, stunting ini kalau kita tidak bisa diatasi, maka ini akan menjadi masalah besar kita kedepan,” urainya.

Tidak kalah penting, isu ketiga mengenai kekerasan terhadap keluarga dan perempuan menjadi perhatian penting bagi seluruh pihak. Isu ini jangan dikonotasikan penurunan kekerasan terhadap perempuan, karena kita berharap bagaimanapun juga ibu kita punya peran penting mendidik kita semua. Bagi yang sudah tidak punya ibu, tentu istri yang menjadi pengganti ibu kita, maka kasih sayang ibu itu sama dengan menyayangi istri kita.

“Saya kira ini sangat penting sekali. Saya menitipkan kepada bapak-bapak semua bahwa betapa besar tanggung jawab istri kita, betapa besar tanggung jawab ibu kita untuk membesarkan kita,” harap mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

Begitu juga dengan isu keempat, dinilainya sangat penting dalam membangun komunikasi antara suami istri lebih-lebih dengan anak-anak.

Menurut Nurdin Abdullah, salah satu langkah untuk membangun komunikasi yang baik dengan keluarga atau istri. “Kalau telepon mau dimatikan, saya laporkan. Saya akan rapat sekian tidak boleh handphone hidup, atau sampaikan ibu, handphone kita titip, itulah komunikasi keluarga,” terangnya.

Sementara itu yang terakhir, katanya, sudah menjadi tanggung jawab bersama bagaimana mencegah pernikahan di usia dini. Sebab pernikahan di usia dini akan menjadi penentu kualitas keturunan dalam keluarga.

“Ini akan berpengaruh terhadap kualitas keturunan anak-anak ini. Ini semua bisa kita lakukan kalau kita bersinergi untuk mencegah. Tetapi kalau kita tidak sinergi, tentu kita saling menuding. Kita atasi bersama dengan membangun komunitas lebih efektif,” pungkasnya. (Uno)

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.