News and Education Versi penuh
Peristiwa

HIMMAH Tapsel-Padangsidimpuan Datangi KAJARI, Usut Tuntas Duga'an Korupsi RSUD Kota Padangsidimpuan

"Maka dari kami meminta kepada KAJARI Padangsidimpuan supaya mengusut tuntas atas dugaan Korupsi di RSUD Kota Padangsidimpuan tahun 2019. Kami yakin dan mendukung penuh Kajari Padangsidimpuan untuk mengusut tuntas dugaan Korupsi Kolusi dan nepotisme di RSUD"

Oleh masterjalurdua 02 Mar 2021 18:04 2 menit baca

Jalurdua.Com, Kota PadangSidimpuan -Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Kabupaten Tapanuli Selatan Kota Padangsidimpuan Datangi kantor kejaksaan Negeri Padangsidimpuan (Selasa,02/03/2021).

Dalam hal ini Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Kabupaten Tapanuli Selatan Kota Padangsidimpuan meminta kepada KAJARI Kota Padangsidimpuan untuk memanggil dan memeriksa Direktur RSUD Padangsidimpuan terkait pengadaan obat obatan dan BHP RSUD Tahun 2019.

Ketua Himmah Tapsel - Kota Padangsidingpuan Mara Husein Nasution Sa'at Bacakan Tuntutan Dugaan Korupsi

"Pada tahun 2019 Pemko Padangsidimpuan menganggarkan pembelian bahan obat obatan pada RSUD Kota Padangsidimpuan sebesar (-+) 7 Miliyar, diantara total tersebut terdapat belanja pengadaan obat dan BHP pada PT KFA sebesar (+-) 2 Miliyar. Sesuai dengan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 sebagaimana yang telah diubah terakhir dengan Perpres nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan/jasa pemerintah. Disitu di jelaskan bahwa harus ada keterlibatan PPK dalam pengadaan/jasa. Namun pada kenyataannya RSUD Padangsidimpuan melakukan pembelian obat obatan tanpa dukungan HPS ( Harga Penawaran Sementara ) bahkan pengadaan tersebut tanpa diketahui PPK". " Ujar Mara Husin Nasution Ketua PC Himmah Tapsel Padangsidimpuan dalam orasinya.

Selain dari itu Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Kabupaten Tapanuli Selatan Kota Padangsidimpuan menyebutkan bahwa dalam pembelian Obat obatan dan BHP tersebut dinilai tidak wajar sebab adanya kenaikan Harga Obat dan BHP Sebesar 10%.

Adanya kenaikan harga jual obat pada tahun 2019 sebesar 10% (Rp. 217.588.431.33,-) dari tahun 2018. "Maka dari kami meminta kepada KAJARI Padangsidimpuan supaya mengusut tuntas atas dugaan Korupsi di RSUD Kota Padangsidimpuan tahun 2019. Kami yakin dan mendukung penuh Kajari Padangsidimpuan untuk mengusut tuntas dugaan Korupsi Kolusi dan nepotisme di RSUD" Tegas Husnul Khotimah selaku bendahara Umum PC HIMMAH Tapsel Padangsidimpuan.

Hampir 1 Jam Mahasiswa melakukan orasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan akhirnya ditanggapi Pihak Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan.

"Kami mengapresiasi anspirasi dari adik adik Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Kabupaten Tapanuli Selatan Kota Padangsidimpuan dan kami akan menindak lanjuti atas dugaan adik adik serta akan kami sampaikan kepada pimpinan". Ujar Ravendra S. H M. H selaku KASI Barang Rampasan dan Barang Bukti.

Setelah mendapat jawaban dari Pihak Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan Para mahasiswa membubarkan diri dengan damai, terlihat massa aksi mematuhi prokes dalam aksi tsb.