JALUR DUA.COM, BULUKUMBA — Di usia ke-18, Partai Gerindra memilih merayakan hari jadinya dengan cara sederhana namun bermakna. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Bulukumba memaknai momentum ulang tahun partai dengan aksi sosial, kunjungan ke sejumlah panti asuhan, Jumat, 6 Februari 2026.
Bukan sekadar kunjungan seremonial, kegiatan ini menjadi simbol penegasan bahwa politik tidak selalu harus hadir di panggung besar. Politik juga bisa hadir dalam bentuk empati, sentuhan, dan kepedulian langsung kepada mereka yang membutuhkan.
Politik yang Menyapa dari DekatDipimpin langsung Ketua DPC Partai Gerindra Bulukumba, Syahruni Haris, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bulukumba, rombongan pengurus partai mendatangi tiga panti asuhan di wilayah Kota Bulukumba.
Ketiga lokasi tersebut yakni Panti Asuhan Ar Riyadh di Jalan Mangga, YPK Babussalam di Lingkungan Kasuara, serta Panti Asuhan Darul Ichtihad di Jalan Dahlia Bulukumba. Di setiap titik, suasana hangat dan penuh keakraban tercipta saat pengurus partai menyapa anak-anak, berdialog dengan pengelola panti, serta menyerahkan bantuan sosial.
HUT Bukan Sekadar Seremoni
Syahruni Haris menegaskan, peringatan Hari Ulang Tahun Partai Gerindra tidak seharusnya diisi dengan kegiatan seremonial semata. Menurutnya, ulang tahun partai adalah momen refleksi sekaligus pengingat tentang tujuan awal Gerindra hadir di tengah masyarakat.
“Gerindra lahir dari semangat memperjuangkan kepentingan rakyat. Karena itu, setiap momentum ulang tahun harus kita isi dengan kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat,” ujar Syahruni.
Ia menambahkan, kepedulian sosial bukanlah agenda musiman, melainkan nilai dasar yang harus terus dirawat dalam setiap gerak langkah politik.
“Ini bukan kegiatan sesaat. Kami ingin membangun kebiasaan politik yang peduli dan berempati,” tegasnya.
Anak-anak dan Harapan yang Dijaga
Di Panti Asuhan Darul Ichtihad, senyum anak-anak menyambut kedatangan rombongan Gerindra Bulukumba. Bagi mereka, kunjungan seperti ini bukan hanya tentang bantuan materi, tetapi juga tentang perhatian dan pengakuan bahwa mereka tidak berjalan sendiri.
Pengurus Panti Asuhan Darul Ichtihad, Djuliati, mengaku terharu atas kunjungan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih. Kunjungan ini memberi semangat bagi anak-anak dan menjadi bukti bahwa masih banyak pihak yang peduli,” ujarnya.
Hal senada juga dirasakan di dua panti asuhan lainnya. Interaksi sederhana—berbincang, bercanda, dan mendengarkan cerita anak-anak—menjadi momen yang memperlihatkan sisi humanis dari politik.
Membangun Politik yang Membumi
Bagi DPC Partai Gerindra Bulukumba, kegiatan sosial seperti ini adalah bagian dari upaya membangun politik yang membumi dan berkelanjutan. Politik, kata Syahruni, seharusnya tidak berjarak dengan realitas sosial masyarakat.
Di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi banyak keluarga, kehadiran partai politik melalui aksi nyata dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik. Kepedulian yang konsisten diharapkan dapat memperkuat hubungan antara partai dan masyarakat, bukan hanya saat momentum pemilu.
Komitmen Jangka Panjang
Melalui peringatan HUT ke-18 ini, Gerindra Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai institusi politik, tetapi juga sebagai mitra sosial.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kekuatan politik sejatinya terletak pada keberpihakan terhadap rakyat kecil dan kelompok rentan. Dari panti asuhan, Gerindra Bulukumba ingin menunjukkan bahwa politik bisa dimulai dari kepedulian paling sederhana—menyapa, mendengar, dan berbagi.(*)






