HUT ke-17 Tahun Gareccing Sinjai, Tampilkan Drama Kolosal Yang Dilatih Seniman Sulsel

  • Whatsapp
banner 300600

JALURDUA.COM, SINJAI- Pada 9 September 2019 mendatang, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, genap berusia 17 Tahun. Selisih 438 Tahun dari HUT Kabupaten Sinjai, dan 57 Tahun dari HUT kemerdekaan Republik Indonesia.

Puncak Hari Jadi Desa Gareccing ke-17 Tahun, rencananya digelar di lapangan Sirkuit Pacuan Kuda Sinjai, Desa Gareccing Kecamatan Sinjai Selatan. Kegiatan ini terbuka untuk umum.

Bacaan Lainnya

banner 300600
Perayaan HUT RI ke-74 Tahun di Sungai Gareccing, Sinjai

Pada perayaan 17 tahun ini, sejumlah rangkaian kegiatan dilakukan. Termasuk turnamen sepak bola yang sedang berjalan saat ini, Jalan Santai, Lomba Kebersihan Antar Dusun, Persemian Kantor Desa, Jembatan Gantung Karampuang. Dan pada acara puncak dihadirkan pementasan atau drama Kolosal Air Mata Kehidupan.

Untuk drama kolosal, hal ini terbilang baru disetiap perayaan HUT Desa Gareccing. Nantinya, sedikitnya 100 orang pemain dilibatkan, dan akan tampil di hadapan pimpinan daerah Kabupaten Sinjai.

    “Saat ini sedang menjelang persiapan pementasan yang melibatkan sekitar 100 orang pemain. Para peserta drama kolosal ini juga melibatkan orang dewasa, paruh baya, remaja hingga usia anak sekolah dasar dan anak – anak PAUD,” kata Ketua Panitia HUT ke 17 Gareccing, Andi Haris, Minggu (1/8/2019).

    Karena drama kolosal menjadi rangkaian paling inti, pihak panitia melibatkan sastrawan Sulsel, Andhika Mappasomba Dg Mamangka, dan Abidin Wakur yang juga adalah seniman dan sastrawan dari Kabupaten Sinjai.

    Kepala Desa Gareccing, Irwan Parenrengi  mengatakan, rangkaian kegiatan HUT ke-17 Gareccing adalah sebuah pesta masyarakat, dengan menampilkan kearifan lokal. Termasuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kearifan lokal.

    “Seperti saat perayaan HUT RI ke-74 Tahun lalu kami upacara di Jembatan Merah Sungai Karampuaang, Salah satunya, kami ingin tanamkan ke warga kami dan warga luar Desa Gareccing agar sungai di desa ini dijaga dan masyarakat tidak boleh gunakan pestisida, dan tegangan listrik untuk menangkap ikan,” kata Irwan. (Wan)

    Pos terkait

    banner 300600

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.