JALUR DUA.COM, BULUKUMBA.– Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bulukumba terasa berbeda. Senyum, pelukan, dan salam lintas dialek menyatu ketika ratusan santri dari berbagai penjuru Indonesia tiba di Bumi Panrita Lopi. Mereka datang membawa semangat dakwah, persaudaraan, dan harapan—menjadikan Kabupaten Bulukumba sebagai pusat pertemuan santri Nusantara dalam ajang Indonesia Bahagiakan Santri (IBS) Tingkat Nasional.
Bulukumba Dipercaya Jadi Tuan Rumah IBS Nasional
Kabupaten Bulukumba resmi menjadi tuan rumah Indonesia Bahagiakan Santri (IBS) Nasional, sebuah perhelatan keislaman berskala nasional yang mempertemukan santri dari berbagai provinsi di Indonesia. Penyambutan berlangsung hangat dan penuh makna, dipimpin langsung oleh Bupati Bulukumba, H. Andi Muchtar Ali Yusuf, didampingi Ketua TP PKK Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, di Pendopo Rumah Jabatan Bupati.
Kehadiran ratusan santri ini menjadi simbol kuat bahwa Bulukumba bukan hanya destinasi budaya dan maritim, tetapi juga ruang tumbuh nilai-nilai spiritual dan kebangsaan.
Dukungan Tokoh dan Pemerintah Perkuat Nilai Strategis IBS
Ajang nasional ini turut dihadiri Pimpinan Munzalan, Kiai Lukmanul Hakim, Kepala Kantor Kementerian Agama Bulukumba, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bulukumba. Kehadiran para tokoh agama dan pemerintah menegaskan bahwa IBS bukan sekadar lomba, melainkan agenda strategis pembinaan generasi santri sebagai pilar moral bangsa.
11 Cabang Lomba, Ratusan Juta Rupiah Hadiah
Selama tiga hari pelaksanaan, lebih dari 1.000 santri akan berkompetisi dalam 11 cabang lomba, mencakup bidang dakwah, seni islami, dan intelektual. Para pemenang memperebutkan hadiah total ratusan juta rupiah yang disiapkan oleh Pengurus Masjid Munzalan Bulukumba—sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi santri dalam menjaga nilai keislaman.
Ketua Panitia IBS, H. Kardi, menyebut peserta datang dari Aceh, Sumatra, Jawa, Kalimantan, Jakarta, hingga seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
“IBS adalah ruang silaturahmi santri Nusantara. Kami ingin santri merasa dihargai, dibahagiakan, dan diberi panggung nasional,” ujarnya.
Bupati: IBS Lebih dari Sekadar Lomba
Bupati Bulukumba menegaskan bahwa IBS memiliki makna strategis bagi bangsa.
“Ini adalah kehormatan bagi Bulukumba. IBS bukan hanya kompetisi, tetapi media dakwah, penguat persaudaraan nasional, dan wujud memuliakan santri sebagai penjaga moral bangsa,” kata H. Andi Muchtar Ali Yusuf.
Pernyataan ini memperkuat positioning IBS sebagai event bernilai kebangsaan, bukan sekadar seremonial keagamaan.
Pawai Santri & Puncak Doa untuk Indonesia
Pembukaan IBS semakin semarak dengan pawai kafilah santri yang dilepas langsung oleh Bupati Bulukumba. Iringan drumband pelajar menciptakan suasana penuh semangat dan inspirasi, menjadikan Bulukumba sebagai panggung persaudaraan santri se-Indonesia.
Puncak acara dijadwalkan Sabtu malam, ditandai dengan doa bersama untuk Indonesia serta penyerahan hadiah kepada para pemenang—sebuah momen reflektif sekaligus perayaan.(*)






