IHSG Ditutup Terbang 2,25%, Seluruh Sektor Kompak Menghijau

IHSG Ditutup Terbang 2,25%, Seluruh Sektor Kompak Menghijau
Bacakan Artikel

JALURDUA -

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 110,49 poin atau 2,25% ke level 5.030,26 pada akhir perdagangan Kamis (5/11/2026). Penguatan ini ditopang oleh kenaikan seluruh indeks sektoral. Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 3,78%. Disusul sektor perindustrian yang menguat 2,81% dan sektor barang konsumen non-siklikal naik 2,43%. Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 22,21 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,68 triliun. Sebanyak 440 saham menguat, 178 saham melemah, dan 99 saham bergerak stagnan. Sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga terbesar, di antaranya PT Akasha Wira International Tbk (ADES) yang naik Rp1.750 menjadi Rp29.950 per saham. Kemudian PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menguat Rp665 menjadi Rp5.125 dan PT Smart Tbk (SMAR) naik Rp450 menjadi Rp6.800 per saham. Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan harga antara lain PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang terkoreksi Rp3.750 menjadi Rp169.250 per saham. Disusul PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) turun Rp625 menjadi Rp8.375 dan POLU melemah Rp525 menjadi Rp7.400 per saham. Dari sisi aktivitas perdagangan, saham PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) menjadi yang paling aktif ditransaksikan sebanyak 39.480 kali dengan nilai Rp104 miliar. Berikutnya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 35.090 kali senilai Rp846 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 33.888 kali dengan nilai Rp313 miliar. Pada jajaran indeks LQ45, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi top gainers dengan kenaikan 15,76%. Disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menguat 8,28% dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) naik 8,05%. Sebaliknya, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi top losers LQ45 setelah turun 6,67%. Kemudian PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melemah 3,53% dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) terkoreksi 3,21%.