News and Education Versi penuh
EBis

IHSG Makin Tertekan! Sesi I Jauh di bawah Level 5.000

Oleh Redaksi 04 Nov 2026 12:35 2 menit baca

JALURDUA -

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan sesi I, Rabu (4/11/2026). Setelah dibuka di zona merah, IHSG terkoreksi 0,88% atau terpangkas 43 poin ke level 4.860,93, sehingga semakin jauh dari level psikologis 5.000. Tekanan terhadap IHSG terjadi seiring mayoritas indeks sektoral yang bergerak di zona merah. IDX Sektor Energi mencatat pelemahan terdalam sebesar 2,71%, disusul sektor Barang Baku yang turun 2,61% dan Barang Konsumer Non-Primer melemah 2,41%. Selanjutnya, sektor Perindustrian terkoreksi 1,96%, Properti dan Real Estat turun 1,85%, Infrastruktur melemah 1,66%, serta Transportasi terkoreksi 1,43%. Tekanan juga terjadi pada sektor Teknologi yang turun 1,39%, Kesehatan melemah 0,91%, dan Keuangan terkoreksi 0,40%. Sementara itu, sektor Barang Konsumer Primer menjadi satu-satunya sektor yang bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,12%. Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sesi I mencatatkan volume sebanyak 15,68 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp5,86 triliun. Sebanyak 525 saham melemah, sementara 116 saham menguat dan 73 saham bergerak stagnan. Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mampu mencatatkan kenaikan harga. ICBP naik Rp225 menjadi Rp5.875 per saham, INTP menguat Rp200 ke Rp5.675, serta PNGO bertambah Rp180 menjadi Rp3.440 per saham. Sebaliknya, ADES mengalami penurunan harga terbesar dengan koreksi Rp1.900 menjadi Rp27.900 per saham. Kemudian ITMG turun Rp875 ke Rp23.825 dan BSWD melemah Rp675 menjadi Rp9.000 per saham. Dari sisi frekuensi transaksi, TMPO menjadi saham paling aktif diperdagangkan sebanyak 33.898 kali dengan nilai transaksi Rp84,9 miliar. Berikutnya BUMI mencatatkan 31.212 kali transaksi senilai Rp324 miliar, sedangkan BBCA diperdagangkan sebanyak 27.223 kali dengan nilai Rp784 miliar. Pada jajaran saham LQ45, WIFI menjadi saham dengan pelemahan terdalam, yakni turun 6,98% ke Rp800 per saham. Disusul BRPT yang terkoreksi 6,70% ke Rp975 dan MEDC melemah 6,25% ke Rp1.200 per saham. Sementara itu, ICBP memimpin penguatan saham LQ45 dengan kenaikan 3,98% ke Rp5.875 per saham. INDF menguat 2,69% ke Rp6.675 dan ANTM naik 2,08% ke Rp2.450 per saham.