IHSG Sesi I Melonjak Tembus Level 5.000, MDKA, INCO, AMMN Terbang

IHSG Sesi I Melonjak Tembus Level 5.000, MDKA, INCO, AMMN Terbang
Bacakan Artikel

JALURDUA -

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan kembali menembus level psikologis 5.000 pada perdagangan sesi I, Kamis (5/11/2026). IHSG ditutup menguat 96,40 poin atau 1,96% ke level 5.016,17. Penguatan IHSG ditopang mayoritas indeks sektoral yang bergerak di zona hijau. Sebanyak sembilan indeks sektoral mencatatkan kenaikan, sementara dua sektor lainnya masih berada di zona merah. IDX Sektor Barang Baku memimpin penguatan dengan kenaikan 4,18%. Disusul sektor Barang Konsumen Non-Siklikal yang naik 1,94% dan sektor Perindustrian menguat 1,50%. Sementara itu, dua sektor yang melemah adalah Infrastruktur dengan koreksi 0,25% dan Barang Konsumen Siklikal turun 0,15%. Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sesi I mencatatkan volume sebanyak 14,88 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp6,02 triliun. Sebanyak 431 saham menguat, sedangkan 189 saham melemah dan 94 saham bergerak stagnan. Sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga terbesar, di antaranya ADES yang naik Rp1.475 menjadi Rp29.675 per saham. Kemudian ALKA menguat Rp1.015 ke Rp5.475 dan SMAR bertambah Rp600 menjadi Rp6.950 per saham. Sebaliknya, DCII mengalami penurunan harga terbesar dengan koreksi Rp3.650 menjadi Rp169.350 per saham. Disusul BSWD yang turun Rp625 ke Rp6.375 dan MKPI melemah Rp600 menjadi Rp18.650 per saham. Dari sisi frekuensi transaksi, UVCR menjadi saham paling aktif diperdagangkan sebanyak 25.460 kali dengan nilai transaksi Rp61 miliar. Berikutnya BUMI mencatatkan 23.330 kali transaksi senilai Rp241 miliar, sedangkan BUVA diperdagangkan sebanyak 23.289 kali dengan nilai Rp170 miliar. Pada jajaran saham LQ45, MDKA memimpin penguatan dengan kenaikan 14,67%. Selanjutnya INCO melonjak 9,45% dan AMMN menguat 8,28%. Sebaliknya, BRPT menjadi saham dengan pelemahan terdalam di indeks LQ45, yakni turun 6,15%. AADI terkoreksi 4%, sedangkan EXCL melemah 3,21%.