Ketika Dapur Rakyat Dibantu Negara: Tangan Dingin TPID dan Baznas Menjaga Harapan di Bulukumba
TPID dan Baznas Bulukumba menyalurkan subsidi pangan senilai Rp340 juta untuk 6.800 warga desil 1 dan 2 demi menekan laju inflasi daerah.
Jalurdua.com BULUKUMBA — Di tengah riak gelombang ekonomi global yang tak menentu, jaminan akan ketersediaan sesuap nasi di atas meja makan adalah oase paling berharga. Pemerintah Kabupaten Bulukumba memahami betul getar kecemasan itu. Melalui kolaborasi erat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulukumba, negara hadir tidak hanya dalam wujud angka-angka statistik, melainkan dalam tindakan nyata yang menyentuh nurani.
Sebanyak 1.079 warga dari kelompok Desil 1 dan 2 di Kecamatan Gantarang kini dapat bernapas lebih lega. Mereka dijadwalkan menerima subsidi pembelian bahan pokok berupa Kupon Alat Transaksi Membeli (ATM) Baznaskab senilai Rp50.000 per penerima manfaat.
Penyerahan subsidi ini akan menjadi bagian penting dalam helatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dirangkaikan dengan Jambore Pelayanan Publik (JPP) serta Peringatan Hari Pangan Sedunia. Acara tersebut dipusatkan di Lapangan Desa Bontomacinna, Kecamatan Gantarang, pada Rabu hingga Kamis, 21–22 Oktober 2026.
Inovasi Kemanusiaan dari Pesisir Pantai Merpati
Program subsidi pangan berbasis kupon ini bukanlah langkah mendadak. Gagasan ini merupakan bentuk inovasi teranyar TPID bersama Baznas Bulukumba yang telah diresmikan langsung oleh Bupati Bulukumba saat pembukaan Festival Pinisi ke-XVI pada 15 Oktober 2026 di Pantai Merpati.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bulukumba sekaligus Penanggung Jawab TPID, Daud Kahal, menegaskan bahwa langkah ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah untuk memeluk warga terrentan di saat harga-harga kebutuhan pokok bergejolak.
"Ini adalah wujud nyata menghadirkan daya beli bagi saudara-saudara kita di kategori Desil 1 dan 2. Melalui subsidi ini, kebutuhan dasar dapur keluarga dapat terus terpenuhi," ujar Daud Kahal.
Secara keseluruhan, program kemanusiaan ini menjangkau 6.800 warga yang tersebar di 136 desa dan kelurahan di seluruh penjuru Kabupaten Bulukumba, dengan total akumulasi dana subsidi mencapai Rp340 juta.
Merentang Jembatan Logistik hingga Rumah Pangan
Agar arus penukaran subsidi berjalan tertib dan tidak menimbulkan penumpukan massa, pihak pengelola telah berkoordinasi ketat dengan Camat Gantarang. Alur pelayanan warga dari tiap desa dan kelurahan dipeta-jadwalkan secara rapi sepanjang dua hari pelaksanaan.
Aksi tanggap inflasi ini digerakkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba, bergandengan tangan dengan Perum Bulog serta berbagai mitra strategis daerah.
Lebih dari sekadar membagikan kupon, Kabupaten Bulukumba terus memperkuat benteng ketahanan pangannya dari hulu ke hilir. Kebijakan strategis Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba terbukti konsisten menjaga kestabilan angka inflasi daerah.
Sinergi tersebut kian kokoh melalui mekanisme Kerjasama Antar Daerah (KAD). Bulukumba merentang jembatan pemenuhan pangan tidak hanya antar-kabupaten di Sulawesi Selatan, tetapi juga menyeberangi Selat Makassar menuju Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur.
Sebagai pemungkas strategi intervensi pasar, Bulukumba kini menghadirkan Rumah Pangan Kita (RPK) yang dikelola langsung oleh Bulog di Pasar Cekkeng. Langkah komprehensif ini memastikan bahwa di Tanah Panrita Lopi, rantai pasok tak boleh putus, dan asap dapur rakyat akan terus mengepul hangat.*