News and Education Versi penuh
Daerah

Inovasi Daerah Bulukumba Tembus 285 Program, Bapperida Kejar Target IGA 2026

Pemkab Bulukumba dorong keberlanjutan 285 inovasi daerah lewat integrasi SOP dan digitalisasi untuk targetkan predikat terbaik di IGA 2026.

Oleh Uno 11 Jul 2026 20:31 2 menit baca

Jalurdua.com BULUKUMBA – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bulukumba mencatat lahirnya 285 inovasi pelayanan publik sepanjang periode 2022 hingga 2026. Data ini menjadi modal utama pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebagai langkah taktis mengukur efektivitas ratusan program tersebut, Pemkab Bulukumba menggelar Workshop Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah sekaligus pendampingan penginputan aplikasi Innovative Government Award (IGA) 2026 di Gedung Pinisi, Bulukumba, Rabu (7/7/2026). Rencana ini ditujukan untuk menyelaraskan indikator kinerja program lokal dengan standar penilaian nasional dari Kementerian Dalam Negeri.

Dominasi Sektor Pelayanan Dasar dan Pemerintahan


Dari total ratusan inovasi yang telah didokumentasikan, klaster Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia mendominasi dengan sumbangan 263 program. Sementara itu, Bidang Prasarana dan Wilayah mencatatkan 22 inovasi, disusul oleh klaster sektor ekonomi serta pengelolaan sumber daya alam.

Kepala Bapperida Kabupaten Bulukumba, Irma Darmayanti Untung, menegaskan bahwa grafik pertumbuhan inovasi yang tinggi ini merefleksikan keseriusan tiap organisasi perangkat daerah (OPD) dalam memangkas birokrasi yang kaku. Kendati demikian, fokus utama saat ini bukan lagi sekadar memproduksi program baru, melainkan menjaga konsistensi penerapannya di lapangan.

"Jumlah inovasi yang lahir patut kita syukuri. Namun yang lebih penting adalah memastikan inovasi tersebut berkelanjutan, memberi manfaat nyata, dan menjadi budaya kerja," kata Irma saat memberikan arahan di depan perwakilan perangkat daerah.

Tiga Strategi Keberlanjutan Inovasi Pemkab Bulukumba


Untuk mencegah program inovasi berhenti pasca-kompetisi atau pergantian struktural, Bapperida merumuskan tiga langkah strategis yang wajib diimplementasikan oleh seluruh OPD:

Standardisasi Prosedur (SOP): Mengunci setiap skema inovasi ke dalam prosedur operasional standar hukum yang mengikat.

Integrasi Lintas Sektor: Membuka ruang kolaborasi antar-OPD agar dampak program saling mendukung dan tidak berjalan parsial.

Kebijakan Berbasis Data (Evidence-Based Policy): Mengoptimalkan pemanfaatan data digital yang akurat untuk mengukur efisiensi pelayanan secara berkala.

Di tempat yang sama, Konsultan Inovasi Daerah Abdurrahman Ramlan memberikan asistensi teknis mengenai validasi dokumen pendukung. Proses input data ke aplikasi IGA Award memerlukan ketepatan indikator agar seluruh inovasi yang diklaim oleh Pemkab Bulukumba memenuhi standardisasi regulasi pusat dan mampu mendongkrak indeks daya saing daerah di tingkat nasional.***

Topik terkait
Bapperida Bulukumba Innovative Government Award IGA 2026 Inovasi Daerah Pelayanan Publik