News and Education Versi penuh
Opini

Inovasi SAPATANI NUSA Bawa PLN UP Punagaya Raih Gold di Ajang Nasional InTechSEA 2026

Oleh Redaksi 17 Sep 2026 14:20 2 menit baca

Jalurdua.com Intens.id, Jeneponto - Komitmen PT PLN Nusantara Power (NP) Unit Pembangkitan (UP) Punagaya dalam menghadirkan inovasi sosial dan lingkungan kembali berbuah manis. Perusahaan ini berhasil meraih penghargaan peringkat Gold pada ajang bergengsi Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2026.

Malam penganugerahan tersebut diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (14/9/2026).

PLN NP UP Punagaya sukses mengungguli nomine lain pada Kategori Nasional Bidang CSR & Pemberdayaan Masyarakat, dengan fokus pada topik Pangan dan Pertanian Berkelanjutan.

Penghargaan tertinggi ini diraih berkat keberhasilan program unggulan perusahaan, yakni SAPATANI NUSA (Sistem Inovasi Pengelolaan Air dan Pertanian Berwawasan Lingkungan).

Program SAPATANI NUSA hadir sebagai solusi terintegrasi atas krisis kelangkaan air bersih domestik dan degradasi lahan berpasir akibat fenomena El NiƱo di Desa Punagaya, Kabupaten Jeneponto.

Mengusung konsep smart and waste-based infrastructure, program ini memadukan ekosistem digital prediktif. Inovasi yang digunakan mencakup Smart Water System dan irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT).

Tidak hanya mengandalkan teknologi digital, SAPATANI NUSA juga mengoptimalkan pemanfaatan 86 ton limbah FABA (Fly Ash & Bottom Ash) dari operasional PLTU.

Limbah tersebut diserap dan disulap menjadi material masif untuk infrastruktur penampung air, serta diolah menjadi produk pembenah tanah inovatif bernama FABA-Comfe.

Manager PT PLN NP UP Punagaya, Febri Hartanto, menyampaikan rasa syukurnya atas apresiasi ini. Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai validasi atas upaya perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang inklusif bagi masyarakat.

"Melalui SAPATANI NUSA, kami membuktikan bahwa inovasi sirkular yang mengolah sisa operasional pembangkit (FABA) dapat menjadi solusi konkret untuk menyelamatkan lahan kritis dan mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Jeneponto," tegas Febri.

Ajang InTechSEA 2026 sendiri merupakan inisiatif Universitas Hasanuddin. Program ini dirancang untuk mengidentifikasi dan mengapresiasi inovasi teknologi yang memberikan solusi nyata terhadap tantangan di masyarakat.

Melibatkan kementerian dan tenaga ahli lintas sektor, dewan juri memastikan inovasi yang juara memiliki dampak implementasi nyata dan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). SAPATANI NUSA dinilai sangat berhasil menjembatani hasil riset dengan kebutuhan nyata warga desa.

Keberhasilan meraih predikat Gold tingkat nasional ini semakin memacu semangat PLN NP UP Punagaya. Perusahaan menargetkan program SAPATANI NUSA dapat mencapai fase kemandirian penuh pada tahun ini.

Keberlanjutan ekosistem inovasi tersebut nantinya akan ditopang oleh penguatan kelembagaan lokal yang solid, seperti Kelompok Pengelola Penyedia Air Bersih (KP-PAB) dan Kelompok Tani (KT) RELIEF Punagaya.