Jalanan Rusak, Para Guru Ini Jalan Kaki Kunjungi Siswanya untuk Luring

  • Whatsapp
banner 300600

JalurDua.Com, Bulukumba – Pandemi yang belum juga berakhir mengakibatkan tawa-tawa riang di lingkungan sekolah menjadi senyap. Tidak terdengar langkah generasi yang menapak memasuki gerbang. Dentuman harapan dan mimpi mewujudkan cita-cita tidak lagi berbunyi di depan kelas. Sunyi memegang kendali dunia sekolah.

Ada dua cara yang ditempuh para pendidik untuk tetap melanjutkan proses belajar mengajar, yakni sistem Daring dan Luring. Adapula yang melakukan keduanya dengan menyesuaikan kondisi masing-masing.

Bacaan Lainnya

banner 300600

Sistem Daring biasanya dilakukan para guru yang memiliki akses jaringan internet yang memadai. Serta beberapa pendukung lainnya, termasuk kemampuan menggunakan gadget oleh guru dan siswa. Sebaliknya bagi sekolah yang tidak mampu melakukan belajar Daring harus melakukan proses belajar Luring.

Rabu pagi (5/8/2020), langit cerah tak mengalahkan cerah wajah para guru yang menyusuri jalan menanjak. Semangat mereka tak surut walau harus menguras tenaga.

“Kami harus mengunjungi rumah siswa, agar bisa tetap melaksanakan proses belajar,” tutur salah seorang di antaranya dengan nafas yang masih tidak beraturan. Mereka sedang menempuh perjalanan dari sekolah menuju rumah-rumah siswa.

Para guru yang berbalut seragam hitam putih pagi itu adalah guru dari SDN 81 Palampang yang beralamat di Dusun Bonto Sunggu, Desa Bontoharu. “Kami berjalan kaki karena tidak berani naik motor, jalanan ke rumah siswa sebagian rusak.” Ungkapnya.(*)

Editor: Nurfathanah S.

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.