Jalurdua.com mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional Indonesia 9 Februari 2024

Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

― Advertisement ―

spot_img

Gelorakan #SemangatSalingBantu, Astra Distribusikan 15.000 Paket Bantuan Tahap Pertama

JAKARTA: Memasuki tahun ketiga pandemi COVID-19, tak dapat dipungkiri kesadaran untuk berbagi dan saling membantu masih menjadi hal yang sangat berarti. Hal tersebut dapat diwujudkan...
BerandaEBisJumlah Investor Pasar Modal Indonesia Meningkat 12,13% Tembus 8,3 Juta

Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Meningkat 12,13% Tembus 8,3 Juta

JAKARTA – Memasuki akhir Triwulan 1 tahun 2022, jumlah investor pasar modal Indonesia yang tercatat di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menembus 8,3 juta atau meningkat 12,13% dari posisi akhir tahun 2021 lalu. Data per akhir Maret juga menunjukkan bahwa investor Gen Z memilih berinvestasi di saham industri keuangan.

Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo menyatakan, “Salah satu hal yang menyebabkan peningkatan tersebut adalah kemudahan bagi investor pasar modal dalam melakukan pembukaan rekening secara online. Hal ini merupakan inisiatif dari KSEI melalui simplifikasi pembukaan rekening yang sudah terimplementasi efektif sejak tahun 2019. Hingga saat ini, total 34 perusahaan efek yang dapat melakukan pembukaan rekening secara online,”

Pasar saham Indonesia masih didominasi oleh investor lokal dari generasi milenial dan generasi Z yang mencapai sekitar 80%. Saham-saham di sektor keuangan merupakan saham yang paling diminati oleh investor muda ini disusul kemudian sektor infrastruktur. Sektor industri berikutnya yang menjadi inca ran para investor muda adalah saham-saham consumer goods, baik cyclicals (barang konsumen primer) maupun non-cyclicals (barang konsumen non-primer), dan basic materials.

“Anak muda semakin cerdas dalam menentukan investasinya, termasuk investasi pasar modal. Sektor industri yang sahamnya banyak dimiliki oleh anak muda rata-rata memiliki nilai kapitalisasi yang besar, sehingga faktor fundamental menjadi pertimbangan anak muda dalam menentukan saham pilihannya,”ditambahkan oleh Uriep.

Jika melihat industri reksa dana, walaupun terjadi penurunan nilai aktiva bersih dan transaksi subscription dan redemption, namun tetap terdapat pertumbuhan investor sebesar 13% menjadi 7,7 juta investor. Investor lokal masih merajai industri reksa dana dengan komposisi kepemilikan aset investor lokal sebesar 97%. Sebanyak 80% investor reksa dana memilih untuk menjadi nasabah di agen penjual reksa dana berbasis fintech, yang memiliki infrastruktur digital untuk memudahkan dalam melakukan transaksi.

Reksa dana pasar uang merupakan reksa dana yang paling diminati oleh investor dengan jumlah investor lebih dari 2 juta orang disusul kemudian oleh reksa dana pendapatan tetap dengan jumlah investor mencapai 917 ribu orang dan reksa dana saham dengan jumlah investor hampir mencapai 700 ribu orang.