Kantor BPJS Bulukumba Didemo, Ini Penyebabnya

  • Whatsapp
banner 300600

JALURDUA.COM, BULUKUMBA- Kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, yang digodok pemerintah sebesar 100 persen, ditanggapi oleh sejumlah elemen.

Di Kabupaten Bulukumba, pemuda yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Pemuda Bulukumba Peduli Rakyat (APBPR), menggelar unjuk rasa di beberapa titik, Rabu (4/9/2019).

Bacaan Lainnya

banner 300600

    Seperti di kantor BPJS Kesehatan Bulukumba Jl Kenari, Kelurahan Loka, Kantor Bupati Bulukumba di Jl Jend Sudirman, dan juga di Kantor DPRD di Jl Sulthan Hasanuddin, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba.

    Mereka menilai, kebijakan pemerintah tersebut sangat merugikan masyarakat, dan berbanding lurus dengan amanat undang-undang secara historis untuk mensejahterakan rakyat.

    Jenderal Lapangan (Jendlap) Muh Basri Lampe, secara tegas menolak keras kenaikan iuran BPJS tersebut.

    Ia meminta DPRD Bulukumba, untuk memperjuangkan aspirasi rakyat yang terbebani dengan kenaikan iuran tersebut.

    “Ini sangat membebani masyarakat. Menaikkan iuran ini bukan solusi. Kami minta DPRD untuk memperjuangkan aspirasi rakyat,” kata Basri Lampe.

    Bahkan, jika iuran tetap dinaikkan, mereka meminta Pemda Bulukumba untuk memberlakukan Jamkesda, dan menolak BPJS Kesehatan. Seperti yang telah diberlakukan di Kabupaten Gowa.

    Sementara Kepala BPJS Kesehatan Bulukumba, Diah Eka Rini, menjelaskan, secara nasional, ada defisit yang cukup besar di BPJS, termasuk diantaranya Bulukumba.

    “Artinya lebih besar pasak dari pada tiang. Namun pemerintah juga sudah membantu. Salah satu yang harus dilakukan adalah penyesuaian iuran,” jelas Diah di depan pendemo.

    Selain itu, jika peserta terlambat membayar iuran, tidak ada denda yang kenakan, selain hanya membayar biaya tunggakan. (Rsb)

    Pos terkait

    banner 300600

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.