BerandaEdukasiKeterampilan Kognitif dan Ilmu Agama, Cerita Hari Ini Dari Gema Pandemi Ujungloe

Keterampilan Kognitif dan Ilmu Agama, Cerita Hari Ini Dari Gema Pandemi Ujungloe

JalurDua.Com, Bulukumba – Keterampilan-keterampilan kognitif sangat penting dimiliki oleh anak-anak. Maka pembelajaran matematik sangat diperlukan. Matematika memainkan  peran  penting  dalam kurikulum untuk anak-anak. Bilangan- bilangan dan kuantitas dalam matematika memungkinkan anak-anak terbiasa berpikir secara sistematis dan bernalar.

Juharnidah Anjayani Salrah mengimplementasikan dasar bagi perkembangan matematika anak-anak untuk dibangun pada tahun-tahun dini.

“Matematika dibangun oleh keingintahuan dan semangat anak-anak. Dan itu tumbuh secara alami dari pengalaman mereka.” Tutur Juharnidah yang menjadi mentor Kelas Ceria Gema Pandemi di Desa Manyampa, Sektor Kecamatan Ujungloe, Kamis (16/7/2020).

“Agar anak  belajar konsep  matematika sesuai dengan usia,  punya kesempatan interaktif untuk pengalaman matematika dan termotivasi untuk tertarik pada matematika.” Terang Juharnidah.

Di kelas dan desa yang berbeda, Kasma, mentor Gema Pandemi di Desa Balong Sektor Ujungloe, mengungkapkan tema pembelajaran kali ini di kelasnya adalah pentingnya belajar agama sejak dini.

“Saya percaya bahwa setiap anak punya potensi dan kebanggaannya masing-masing. Yang membedakan hanya proses dan waktunya. Ada yang cepat dan ada yang lambat.” Kata Kasma.

Bagi Kasma, poin paling utama yang harus ditanamkan kepada mereka adalah selain harus mengenal isi dunia, mereka punya kewajiban lain yang harus dilaksanakan, yaitu melaksanakan sholat dan membaca ayat suci Al Qur’an.

Pertemuan kali ini dilakukan Kasma dengan mengajak anak-anak untuk membaca doa-doa harian terlebih dahulu. Lalu mengajar mereka mengaji dan praktik sholat.

“Saya juga meminta mereka untuk menulis angka dari tulisan bahasa arab. Tadi saya sempat terharu mendengarkan cerita dari mereka. Katanya, kenapa baru sekarang diajari sholat padahal kata tante Kasma sholat itu kewajiban dan bisa bawa kita masuk syurga, selain itu bisa doakan orang tua karena doa anak adalah penyelamat bagi orang tuanya.”

“Masya Allah,” kata Kasma. Lanjutnya, “Mereka akhirnya bisa memahami bahwa belajar ilmu agama itu sangat penting. Kasma pun memberikan tugas kepada adik-adik laki-laki untuk bergantian adzan di mesjid.”

“Lucu terdengar sih kalau saya yang ajari mereka adzan, karena mereka terkadang protes. Katanya belum pernah melihat perempuan mengumandangkan adzan di mesjid maupun di televisi. Wajar kalau mereka berkata seperti itu. Namanya juga anak kecil.” (*)

Editor: Alfian Nawawi

unohttp://jalurdua.com
Jurnalis JalurDua.Com
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here