Komunitas Offroad Jelajah Komoditi di Bulukumba

  • Whatsapp
banner 300600

JALURDUA.COM, BULUKUMBA- Kementrian Koordinator Kemaritiman RI mengelar sejumlah kegiatan di Bulukumba Sulawesi-Selatan,diantaranya Off Road Spice Route Culter Indonesia 2019 yang diikuti sedikitnya 30 mobil.

Off Road ini terdiri dari tiga tim yakni JIP Pinisi Skin (Suzuki Katana Indonesia),Ves(Vitara,Escudo,Sidekick)
Community di bawah Bendera IOF (Indonesia Off-Road Federation).

Bacaan Lainnya

banner 300600

Kegiatan Off Road Spice Route Culture 2019 ini dimulai sekitar pukul 09.00 WITA star di Lapangan Pemuda Bulukumba yang diikuti sekitar 30 mobil Off Road yang terdiri dari 60 peserta.

“Start di Lapangan Pemuda kemudian menuju ke daerah daerah penghasil rempah tang berada di Kecamatan Rilau ale,Kecamatan Bulukumpa dan Kecamatan Ujung Loe”ujar Ketua Rombongan Off Road Spice Route Haji Safiuddin.

Rute pertama yang dilalui adalah Desa Anrang dimana desa tersebut merupakan salah satu desa penghasil cengkeh. Disana rombongan melihat langsung bagaimana petani mengembangkan cengkeh dan juga berbincang dengan sejumlah petani cengkeh.

    Salah seorang petani cengkeh mengaku memiliki lahan seluas 2 hektar yang khusus ditanami cengkeh,namun sayang beberapa tahun terakhir tanaman cengkeh miliknya banyak diserang hama dan penyakit.

    “Saya berharap pemerintah bisa memberi solusi terkait masalah kami,”ujarnya.

    Usai di daerah penghasil cengkeh,rombongan kemudian lanjut ke daerah penghasil rempah lainnya yakni Desa Swatani Kecamatan Rilau Ale,di sini merupakan sentra penghasil lada.Disini hampir 90 persen masyarakatnya hidup sebagai petani ,khususnya petani Lada.

    Menurut para petani di desa ini setiap tahunnya harga Lada semakin meningkat,apalagi kualitas lada yang berasal dari desa ini sangat bermutu karena diolah dengan baik.

    “Disini Lada yang sudah matang direndam selama sepekan hingga kulit luarnya terkelupas semua setelah itu baru dikeringkan,sehingga kualitasnya jauh lebih bagus dan harganya juga mahal ketimbang Lada yang dimasak,”ungkap.

    Usai di kebun Lada ,rombongan kembali menuju ke daerah penghasil rempah rempah lainnya yaitu Desa Salassae ,di daerah ini umumnya petani bercocok tanam dengan menanam buah Pala.

    Di daerah ini rombongan Off Road bisa melihat langsung pohon dan buah pala yang ditanam para petani,petani mengaku mengembangkan tanaman ini karena harganya yang mahal sementara cara bercocok tanamnya murah dan mudah.

    Harga buah pala sendiri menurut saat ini seharga 35 perkilogram semtara kulitnya juga dijual seharha 180 ribu rupiah perkilonya.

    Bulukumba sendiri dipilih sebagia Rute Off Road ini karena selain Bulukumba penghasil rempah rempah juga dianggap lebih strategis dalam hal perniagaan khususnya lewat jalur laut.

    Staf khusus Sesmenko Maritim Bidang Penelitian DR. Ary Prihardyanto Keim mengatakan bahwa Bulukumba merupakan titik temu jalur perdagangan khususnya rempah rempah.

    Kegiatan Off Road Spice Route ini dilakukan untuk mengembalikan lagi kebudayaan sebagai bangsa yang besar sebagai penghasil rempah rempah.

    “Kita harus kembali ke perniagaan maritim, dahulu nenek moyang kita berdagang khususnya rempah rempah lewat jalur laut,”jelas.

    Off Road ini juga dikhususkan kepada kaum milineal sebagai generasi penerus yang nantinya diharapkan mereka bisa jauh mengenal hakikatnya bahwa negaranya kaya akan hasil bumi khususnya rempah rempah dan pernah merajai perdagangan rempah rempah lewat jalur maritim.Dan nantinya Indonesia bisa benar benar bisa mendapat pengakuan dunia lewat UNESCO sebagai spice route (pusat rempah dunia). (Uno)

    Pos terkait

    banner 300600

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.