BABADESAIN.COM

web desa, Portal Berita, Instansi, Lembaga, Personal, Online shop

Kpu Bulukumba, FGD Evaluasi Pilkada Tahun 2020

JalurDua.Com, Bulukumba. – Pesta Demokrasi telah diselenggarakan, dimana di tahun 2020 lalu pelaksanaan Pilkada atau pemilihan Bupati dan wakil Bupati telah usai dan menghadirkan nahkoda baru di kabupaten Bulukumba.

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bulukumba selaku pihak penyelanggara pada Pilkada tahun lalu selenggarakan Forum Group Discussion terkait evaluasi pelaksanaan pemilihan Bupati dan wakil Bupati Bulukumba tahun 2020 yang diselenggarakan di Ballroom Hetel Agri lt. 2. Selasa, 23. 03. 2021.

Acara ini dibuka langsung oleh pihak Kesbangpol dikarenakan Bupati Bulukumba mengahadiri acara Musrembang RKPD di Auala Bappeda pada waktu yang bersamaan. Namun melalui Muh. Arfan, SSTP selaku perwakilan Bupati, Muchtar Ali Yusuf selaku Bupati terpilih menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya dan berharap kepada seluruh yang hadir bisa memberikan masukan terhadapn evaluasi Pelaksanaan Pilkada tahun lalu, agar pesta demokrasi kedepannya bisa berjalan dengan baik.

Kegiatan FGD ini dihadiri oleh beberapa perwakilan TNI-POLRI, Pihak Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian yang diwakili Porgarm Direktur Radio SPLFM serta beberapa OPD terkait, Ka Satpol PP Damkar Bulukumba, Kesbangpol, Lapas Kelas ll Taccorong, kepala Cabang Dinas Pendidikan Prov. Sulse Wilayah Bantaeng-Bulukumba, Pimpinan Perguruan Tinggi Se Kabupaten Bulukumba, Anggota Parpol, Komisi Informasi, LSM dan beberapa awak media di Kabupaten Bulukumba.

Ketua KPU Bulukumba, Kaharuddin menyampaikan harapan kepada seluruh peserta FGD yang hadir bisa memberikan masukan atau pun pendapat terkait evaluasi pelaksanaan Pilkada di tahun 2020, sehingga kedepannya pelaksanaan pilkada berjalan dengan baik dan sesuai yang kita harapkan.

“Kami berharap kepada seluruh yang hadir bisa memberikan masukan agar kedepannya bisa kita jadikan sebagai bahan evaluasi kembali,” harap Kaharuddin saat memberikan sambutan.

Di Evaluasi kali ini banyak masukan dan kritikan yang disampaikan oleh peserta, baik seputar saran penambahan pos pengamanan yang lebih ketat di TPS agar tidak terjadi praktek money politik, teknis-teknis penyelenggaraan dam adanya kritik terkait pembentukan Komisioner diwaktu yang krisis serta permasalahan-permasalahn wajib pilih yang mengalami kendala.

Dalam proses berjalannya FGD, beragam kritik dan saran yang disampaikan peserta, utamanya perihal praktek money politik. Hal ini pun dikonfirmasi oleh ketua Bawaslu bahwa kewenangan Bawaslu berbeda dengan lembaga lain seperti KPK, sehingga pihak Bawaslu masih belum bisa maksimal mengatasi praktek money politik dan pelangaran pilkada karena adanya keterbatasan dan kelemahan regulasi sebagai faktor.

Pada Evaluasi ini, Ketua KPU juga menyampaikan diakhir diskusi bahwa masukan-masukan dari peserta FGD akan didorong dan menjadi petimbanangan untuk perubahan regulasi pada Pemilu berikutnya.

“Terkait kritik dan saran yang disampaikan oleh bapak Ibu tentunya akan didorong dan dijadikan sebagai baham pertimbangam untuk regulasi pada pemilu masa yang akan datang,” Pungkasnya.(**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BABADESAIN.COM

web desa, Portal Berita, Instansi, Lembaga, Personal, Online shop

Latest Posts