News and Education Versi penuh
Internasional

KRI Bima Suci Berlayar ke Singapura, Misi Diplomasi

KRI Bima Suci berlayar ke Singapura dalam misi KJK 2026 usai diplomasi di Colombo, membawa taruna AAL dan misi persahabatan internasional.

Oleh Uno 19 Apr 2026 19:46 3 menit baca

Sri Lanka - KRI Bima Suci berlayar ke Singapura pada Sabtu, 18 April 2026, meninggalkan Dermaga Bandaranaike Quay 2, Colombo, Sri Lanka, setelah menuntaskan rangkaian misi diplomasi dan latihan Taruna AAL. Pelayaran ini menjadi bagian dari etape keempat Latihan Kartika Jala Krida (KJK) 2026, dengan tujuan memperkuat kemampuan pelayaran sekaligus menjalin persahabatan antarnegara.

KRI Bima Suci Berlayar ke Singapura dengan Prosesi Khidmat

Di dermaga pagi itu. Tepat pukul 09.45 waktu setempat, tali tros dilepas perlahan. KRI Bima Suci berlayar ke Singapura diiringi tiupan angin laut dan lantunan musik Genderang Suling Jala Gita Taruna yang menggema dari geladak utama.

Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Duta Besar RI untuk Sri Lanka, Dewi Gustiana Tobing. Sejumlah pejabat tinggi turut hadir, termasuk perwakilan TNI AL dan otoritas militer Sri Lanka yang memberikan penghormatan jajar.

Momen ini bukan sekadar seremoni. Di baliknya, ada rasa bangga sekaligus tanggung jawab besar yang diemban para taruna muda. Mereka bukan hanya berlayar, tetapi membawa nama bangsa di panggung internasional.

Misi Diplomasi Maritim di Colombo

Sebelum KRI Bima Suci berlayar ke Singapura, para Taruna Akademi Angkatan Laut telah menjalani berbagai agenda diplomasi di Colombo. Kegiatan tersebut dirancang untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dengan Sri Lanka.

Mulai dari courtesy call kepada pejabat militer setempat, kunjungan kapal (mutual ship visit), hingga olahraga bersama taruna Western Naval. Semua berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Yang paling menyita perhatian publik adalah kirab Genderang Suling Jala Gita Taruna di kawasan Galle Face Green. Atraksi ini memikat warga lokal dan wisatawan, menjadi jembatan budaya yang memperkenalkan Indonesia secara langsung.

Latihan KJK 2026: Mengasah Profesionalisme Taruna

Pelayaran ini merupakan bagian dari Latihan Kartika Jala Krida 2026 yang terdiri dari 12 etape. Dalam konteks ini, KRI Bima Suci berlayar ke Singapura bukan sekadar perjalanan, melainkan proses pembelajaran nyata di laut lepas.

Para taruna dilatih menghadapi berbagai kondisi navigasi, mulai dari perubahan cuaca hingga manajemen kapal di perairan internasional. Pengalaman ini menjadi fondasi penting dalam membentuk perwira laut yang tangguh dan adaptif.

Komandan KRI Bima Suci sebelumnya telah melaporkan kesiapan lintas laut kepada Duta Besar RI. Seluruh rangkaian kegiatan di Colombo dinyatakan berjalan aman dan lancar, menandakan kesiapan penuh untuk etape berikutnya.

Diplomasi Budaya dan Peran Strategis TNI AL

Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali, menegaskan bahwa pelayaran ini memiliki dimensi strategis. Selain meningkatkan kompetensi taruna, kegiatan ini juga menjadi sarana diplomasi maritim.

“Pelayaran muhibah ini merupakan bagian dari upaya membangun persahabatan antarnegara serta memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional,” ujarnya.

Melalui pendekatan ini, Indonesia tidak hanya hadir sebagai kekuatan maritim, tetapi juga sebagai bangsa dengan kekayaan budaya yang mampu menjalin hubungan lintas negara secara harmonis.

Dari Laut untuk Persahabatan Dunia

Keberangkatan KRI Bima Suci berlayar ke Singapura menandai babak baru dalam perjalanan panjang Latihan KJK 2026. Lebih dari sekadar pelayaran, ini adalah simbol dedikasi, pembelajaran, dan diplomasi yang berjalan beriringan.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para taruna, tetapi juga memperkuat citra Indonesia di mata dunia. Ke depan, pelayaran seperti ini diharapkan terus menjadi jembatan persahabatan global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia.**

Topik terkait
KRI Bima Suci berlayar ke Singapura TNI AL latihan pelayaran muhibah diplomasi TNI AL