News and Education Versi penuh
Daerah

Kunjungan Kajati Sulsel Perkuat Sinergi di Bulukumba

Kunjungan Kajati Sulsel di Bulukumba perkuat sinergi pemerintah dan penegak hukum demi tata kelola yang akuntabel dan pembangunan daerah.

Oleh Uno 07 Apr 2026 14:41 4 menit baca

BULUKUMBA - Langit senja di Pantai Tanjung Bira menjadi saksi kunjungan Kajati Sulsel ke Kabupaten Bulukumba, Senin (6/4/2026). Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farhkan Alisyahdi, tiba bersama rombongan dalam rangka agenda kerja wilayah selatan, disambut langsung oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Kunjungan ini menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang berintegritas.

Kunjungan Kajati Sulsel Perkuat Sinergi Pemerintah Daerah

Kunjungan Kajati Sulsel ke Bulukumba bukan sekadar agenda formal. Ia menjadi titik temu antara penegak hukum dan pemerintah daerah dalam membangun koordinasi yang lebih solid.

Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kajati Sulsel. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kolaborasi ini penting agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan pembangunan berjalan sesuai koridor hukum,” ujarnya.

Suasana penyambutan berlangsung hangat namun tetap khidmat. Di tengah semilir angin pantai, percakapan berlangsung cair, mencerminkan hubungan kelembagaan yang semakin erat.

Potensi Bulukumba: Dari Pertanian hingga Pinisi Mendunia

Dalam momentum kunjungan Kajati Sulsel ini, Bupati yang akrab disapa Andi Utta memanfaatkan kesempatan untuk memaparkan potensi unggulan daerah.

Agenda kunjungan Kajati Sulsel di Bulukumba berlanjut dengan pertemuan internal bersama jajaran Kejaksaan Negeri Bulukumba.

Pertemuan ini difokuskan pada penguatan kinerja kelembagaan serta peningkatan koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi kejaksaan di daerah.

Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap kunjungan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergitas lintas sektor.

Ke depan, kolaborasi yang lebih intens diharapkan mampu mendorong terciptanya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kunjungan Kajati Sulsel ini bukan sekadar seremonial. Ia menjadi simbol harapan, bahwa ketika hukum dan pemerintahan berjalan seiring, pembangunan daerah akan tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Ia menyoroti sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Program bibit unggul dan rumpon disebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

“Kalau ekonomi baik, maka sektor lainnya juga akan baik. Kantibmasnya juga baik,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Bulukumba juga dikenal sebagai “Butta Panrita Lopi”, pusat pembuatan perahu Pinisi yang telah diakui dunia. Identitas budaya ini menjadi kekuatan sekaligus kebanggaan daerah.

Andi Utta bahkan mengaku terlibat langsung sebagai petani dengan mengelola kebun percontohan. Baginya, praktik langsung adalah bukti bahwa potensi pertanian Bulukumba mampu bersaing dengan daerah lain.

Di balik jabatan strategisnya, kisah perjalanan hidup Kajati Sulsel. 

Didik Farhkan Alisyahdi mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi penegak hukum. Ia memilih fakultas hukum karena peluang penerimaan mahasiswa yang lebih besar.

Namun jalan hidup membawanya menjadi seorang jaksa. Sebelumnya, ia sempat aktif di pers mahasiswa dan bekerja sebagai wartawan harian Jawa Pos.

Pengalaman jurnalistik itu, tanpa disadari, membentuk cara pandangnya yang lebih humanis terhadap hukum dan masyarakat.

“Di mana pun kamu berada, bantulah pemerintah daerah,” pesannya kepada jajaran kejaksaan.

Ia memahami kompleksitas pemerintahan daerah karena latar belakang keluarganya. Dari tujuh bersaudara, lima di antaranya bekerja sebagai ASN di pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Kajati Sulsel juga membagikan pengalaman konkret selama bertugas.

Ia menyebut keberhasilannya saat menjabat sebagai Kajari Surabaya, di mana ia mampu mengembalikan aset Pemerintah Kota Surabaya senilai Rp10 triliun yang sebelumnya dikuasai pihak swasta.

“Seperti Gelora Pancasila, itu berhasil kami kembalikan,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi bukti nyata komitmennya dalam membantu pemerintah daerah, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam penyelamatan aset negara.

Ia menegaskan bahwa kejaksaan harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah, bukan sekadar institusi penindakan.

Kunjungan Kajati Sulsel di Bulukumba juga diwarnai suasana kekeluargaan.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir, termasuk Wakil Bupati, Ketua DPRD, Dandim, Kapolres, dan Sekda. Kehadiran mereka menunjukkan soliditas lintas sektor.

Momen paling mencair terjadi saat Kajati bersama istri mempersembahkan dua lagu. Tepuk tangan dan senyum hangat menciptakan suasana yang jauh dari kesan formal.

Interaksi ini menjadi simbol bahwa hubungan antar lembaga tidak hanya dibangun melalui rapat, tetapi juga melalui kedekatan emosional.

Topik terkait
Kunjungan Kajati Sulsel Bulukumba Tanjung Bira Andi Muchtar Ali Yusuf