Wajah Baru LPI 2027: Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai Siap Berbagi Panggung

LPI 2027 Wilayah V Sulsel digagas menggunakan format tiga tuan rumah bersama di Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai demi meratakan pembinaan atlet.

Wajah Baru LPI 2027: Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai Siap Berbagi Panggung
Foto: CEO Bulukumba Sportindo Management, Saiful Alief Subarkah/JalurDua/
Bacakan Artikel

Jalurdua.com BULUKUMBA — Kompetisi Liga Pelajar Indonesia (LPI) Volume V Tahun 2027 Wilayah V Sulawesi Selatan digagas menggunakan format tiga tuan rumah bersama di Kabupaten Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai guna memeratakan ekosistem pembinaan atlet sepak bola tingkat SMA/SMK.

Gagasan ini dirancang untuk mengubah pola kompetisi terpusat menjadi sistem terdistribusi di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah V. Langkah tersebut ditujukan agar akses pembinaan atlet tingkat sekolah menengah tidak lagi menumpuk di satu daerah semata.

Sistem pembagian wilayah administrasi pendidikan di Sulawesi Selatan sebelumnya membagi kompetisi tingkat sekolah berdasarkan cabang dinas untuk efisiensi jalur koordinasi. Penerapan format multi-tuan rumah pada LPI 2027 menjadi langkah integrasi fasilitas olahraga antardinas di kawasan selatan Sulsel.

CEO Bulukumba Sportindo Management, Saiful Alief Subarkah, menyatakan bahwa rotasi tempat pertandingan akan mendekatkan atmosfer kompetisi ke basis sekolah peserta.

“Kami menggagas LPI Volume V 2027 dapat menggunakan konsep tuan rumah bersama, yakni Bulukumba, Bantaeng dan Sinjai. Ini bagian dari upaya mendekatkan kompetisi sekaligus pemerataan pola pembinaan atlet usia pelajar di Wilayah V,” ujar Saiful pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Pemerataan Akses Pemanduan Bakat Pelajar

Perubahan lokasi pertandingan diharapkan memperluas jangkauan pemantauan bakat (talent scouting) bagi pemain muda di luar pusat kota kabupaten. Melalui skema ini, sekolah di wilayah pinggiran memiliki frekuensi bertanding yang setara dalam struktur kompetisi resmi.

Saiful menambahkan, distribusi ruang pembinaan penting dilakukan mengingat potensi atlet muda tidak terakumulasi pada satu wilayah saja.

“Talenta itu tersebar. Karena itu, ruang pembinaannya juga harus semakin luas. Anak-anak SMA, SMK dan sederajat di Bulukumba, Bantaeng dan Sinjai harus memiliki kesempatan yang lebih terbuka untuk berkembang melalui kompetisi,” kata Saiful.

Tahap Komunikasi dengan Pemangku Kepentingan

Meskipun skema Tiga Tuan Rumah telah dipaparkan, pihak operator menegaskan bahwa keputusan akhir masih bergantung pada kesepakatan seluruh pihak terkait, termasuk dinas pendidikan daerah dan asosiasi PSSI setempat.

“Kita masih akan komunikasikan dengan stakeholder terkait. Ini bukan hanya kepentingan operator, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun pola pembinaan sepakbola pelajar yang lebih merata dan berkelanjutan,” lanjut Saiful.

Pembahasan teknis mengenai pembagian grup, penyediaan stadion, dan logistik pertandingan antarkabupaten dijadwalkan berlangsung sebelum pendaftaran reguler LPI Volume V 2027 dibuka.*