Mahasiswa KKN Ajak Masyarakat Desa Simbolon Memberi Apotek Hidup Berbasis Nilai Poda Na Lima
Mahasiswa KKN Ajak Masyarakat Desa Simbolon Memberi Apotek Hidup Berbasis Nilai Poda Na Lima
Jalurdua.com Desa Simbolon, Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 01 Desa Simbolon mengajak masyarakat untuk membudidayakan apotek hidup sebagai salah satu upaya memanfaatkan potensi tanaman obat sekaligus menanamkan nilai-nilai kearifan lokal Poda Na Lima dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap pemanfaatan lingkungan sekitar serta upaya mendorong masyarakat agar lebih mengenal berbagai jenis tanaman yang memiliki manfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Apotek hidup merupakan pemanfaatan lahan di sekitar rumah maupun lingkungan desa untuk menanam berbagai tanaman yang secara tradisional dikenal memiliki kegunaan. Selain memberikan manfaat bagi keluarga, keberadaan apotek hidup juga dapat membuat lingkungan menjadi lebih hijau dan produktif.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mengajak masyarakat Desa Simbolon untuk mengenali, menanam, merawat, dan memanfaatkan tanaman obat yang dapat dibudidayakan di lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah sederhana yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Menghidupkan Nilai Poda Na Lima
Program apotek hidup juga dikaitkan dengan nilai budaya Poda Na Lima, yaitu lima pedoman kehidupan masyarakat Batak Angkola/Mandailing yang mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan keteraturan dalam kehidupan.
Nilai tersebut terdiri dari Paias Rohamu (bersihkan hatimu), Paias Pamatangmu (bersihkan tubuhmu), Paias Parabitonmu (bersihkan pakaianmu), Paias Bagasmu (bersihkan rumahmu), dan Paias Pakaranganmu (bersihkan pekaranganmu).
Melalui budidaya apotek hidup, mahasiswa KKN berupaya mengaktualisasikan nilai Paias Pakaranganmu dengan mengajak masyarakat menjaga serta memanfaatkan pekarangan rumah agar tetap bersih, hijau, dan produktif.
Lebih dari sekadar menanam tanaman, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat. Pekarangan yang dirawat dengan baik tidak hanya memberikan keindahan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tanaman obat keluarga.
Mendorong Pemanfaatan Pekarangan
Mahasiswa KKN Kelompok 01 berharap program apotek hidup dapat terus dilanjutkan masyarakat Desa Simbolon setelah kegiatan KKN selesai. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih asri sekaligus mengenalkan generasi muda pada pemanfaatan tanaman obat dan kearifan lokal.
Program ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menggali potensi desa. Dengan menggabungkan pemanfaatan lingkungan dan nilai budaya, apotek hidup diharapkan dapat menjadi salah satu kegiatan sederhana yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Simbolon.
Adapun mahasiswa KKN Kelompok 01 Desa Simbolon yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Septi Ara Idania Harahap, Putri Nidar Ramadhani, Indah Rohani, Putri Ida Amanda Sari, Zuhaira Amanda Nasution, Rian Siagian, Irfan Marwaji Harahap, Fachrul Hasonangan, Muhammad Safi’i, Banua Purbatua Siregar, dan Andrea Solihin Hasibuan.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Simbolon semakin terdorong untuk memanfaatkan pekarangan secara positif serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.