Mahasiswi Cantik di Makassar Bawa Sabu 20 Kg, Ditangkap Polres Nunukan

  • Whatsapp
banner 300600

JALURDUA.COM- Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan berhasil mengungkap jaringan sabu internasional pada hari Selasa (3/9/2019).

Sabu tersebut dibawa oleh seorang perempuan yang bernama Emi (20), petugas Polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku saat berada di sebuah rumah yang terletak di Jalan Borneo 3 Kelurahan Nunukan Timur Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

Bacaan Lainnya

banner 300600

Saat itu pelaku membawa narkotika jenis sabu dari Malaysia yang disembunyikan di dalam kardus bekas dan dimasukkan ke dalam karung.

Pelaku bukan pertama kalinya membawa sabu dari Malaysia melainkan sudah ke empat kalinya namun yang terkahir kali berhasil di gagalkan oleh Sat Resnarkoba Polres Nunukan, tak tanggung-tanggung sabu yang dibawa oleh pelaku berjumlah sebanyak 20 (dua puluh) bungkus dengan berat 20 Kg.

Dalam menjalankan aksinya pelaku menggunakan modus dengan mengemas sabu tersebut menggunakan bungkus plastik teh cina.

Dalam pemeriksaan oleh penyidik Sat Resnarkoba, pelaku mengaku bahwa dirinya disuruh oleh seorang bandar besar yang berada di Tawau Malaysia yang bernama ASRI (DPO), dengan dijanjikan upah sebesar 90 Juta Rupiah.

Pertama kali pelaku berhasil membawa sabu sebanyak setengah kilo, kedua kali pelaku membawa sabu lagi dengan jumlah 1 Kg dan yang ketiga dengan jumlah yang sama 1 Kg, namun yang ke empat kalinya pelaku berhasil di endus oleh petugas Polisi dan sabu sebanyak 20 Kg berhasil di gagalkan ke Kota Pare-pare Provinsi Sulsel.

“Dia sudah 4 kali ini mengirim sabu-sabu, setelah ambil barang di Balung-Tawau, dia menumpang speed dari Sebatik singgah di Nunukan dan tinggal di Borneo III,” ujar Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, dalam konferensi persnya, dilansir dari nusantara news, Rabu (11/9/2019).

Dalam kesehariannya pelaku merupakan seorang mahasiswi aktip semester 7 di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Makassar, yang mengaku seorang yatim piatu dan membutuhkan uang untuk kebutuhan kuliah serta ekonominya.

Untuk bandar besar yang bernama Asri telah diterbitkan daftar Pencarian Orang oleh Sat Resnarkoba Polres Nunukan, karena sudah sekian kalinya berhasil membawa sabu dari Tawau Malaysia ke Indonesia melalui beberapa rekrutan dengan modus untuk dijadikan Asisten Rumah Tangga (ART).

Saat ini Emi sudah dalam proses penyidikan di Polres Nunukan dan terancam hukuman mati, atau pidana seumur hidup dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara atau 20 tahun penjara.
(Wan) [smoothrecent]

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.