BABADESAIN.COM

web desa, Portal Berita, Instansi, Lembaga, Personal, Online shop

Mencicipi Kopi dan Buku dari Barista Pinggir Jalan di Palampang

(Bagian Pertama)
Oleh: MJ, Siregar

Menyinggahi Kedai Kopi Litera untuk pertama kalinya, maka kesan pertama dari benturan mata kita adalah suasana santai sebuah kedai kopi. Namun dengan sentuhan yang berbeda dibanding kedai kopi ataupun warkop lainnya yang saat ini sedang menjamur di seantero Kabupaten Bulukumba.

Kedatangan kami disambut oleh seorang pria yang dari wajahnya saya menebak dia masih muda. Meskipun di kepalanya sudah dihiasi sedikit rambut putih. Pria itu dilengkapi senyuman pada bibirnya. Dia rupanya muncul dari ruang barista yang pintunya menganga lebar. Sepertinya ruang barista itu dulunya adalah semacam ruko atau sejenisnya.

Pengunjung Kedai Kopi Litera

Sebagaimana kedai kopi atau warkop umumnya, kedai kopi ini pun memiliki beberapa buah meja dan kursi. Uniknya, terdapat setidaknya tiga meja yang dikawal kursi-kursi unik. Bentuknya seperti silinder. Ketika saya mencoba duduk di atasnya saya baru menyadari ternyata saya berada di atas batang pohon kelapa yang didesain sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai tempat duduk.

Yang berbeda dari warkop lainnya adalah koleksi buku-buku bacaan yang terpajang di beberapa sudut. Ada yang tersusun rapi di rak. Bahkan ada pula yang sengaja “dihidangkan” langsung di atas meja. Saya terpukau, “Ini rupanya kedai kopi dengan konsep literasi,” pikir saya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BABADESAIN.COM

web desa, Portal Berita, Instansi, Lembaga, Personal, Online shop

Latest Posts