Mencicipi Manisnya Samangka Tiga Warna Petani Gantarang, Ini Kata Tomy

  • Whatsapp
Tomy Satria Panen Semangka di Desa Barombong Gantarang
banner 300600

JALURDUA.COM, BULUKUMBA- Salah satu daerah pemasok semangka terbesar di Kabupaten Bulukumba tepatnya di  Desa Barombong Kecamatan Gantarang. Hanya Sekitar 7 KM dari kota Bulukumba. Tak hanya desa  ini, beberapa desa penghasil semangka yakni desa Bialo, dan desa Bontosunggu, Kecamatan Gantarang.

Desa Barombong bisa menjadi  menjadi tujuan wisata buah semangka, karena petani di daerah ini tergolong inovatif. Semangka yang biasanya diketahui hanya berwarna hitam, di desa ini terdapat tiga warna. Yaitu meah, hitam nais, dan kuning.

Bacaan Lainnya

banner 300600

Menghadirkan semangka 3 warna ini sekaligus sebagai daya tarik bagi  pengunjung untuk data mencicipi rasa manis dan segarnya buah yang penuh serat dan vitamin C.

Takim salah satu petani mengungkap, bertani semangka bagi masyarakat Barombong telah menjadi keharusan sejak 5 tahun terakhir ini. Terhitung hingga saat ini, sedikitnya 50 hektare sawah yang dikelolah warga untuk ditanami semangak ditransisi musim kemarau kemusim hujan, begitupun sebaliknya.

“Dibanding menanam padi, sebetulnya, semangka lebih menguntungkan. Apalagi waktu yang dibutuhkan lebih cepat. Hanya sekitar 2 bulan sudah bisa panen.” Kata Takim.

Rata-rata pendapatan petani per orang kata Takim juga terbilang lumayan, sekitar Rp30 juta hingga Rp50 Juta perpanen setiap hektarenya.  Itu juga tergantung dari harga pasar yang kadang naik dan turun.

Pada minggu, 17 November 2019, para petani mengundang Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto untuk panen bersama. Tomy saat kunjungannya mencicipi manisnya semangka warga di desa Barombong.

Kata Tomy, Pemerintah saat ini sedang menginisiasi hadirnya pasar buah yang ada di daerah tersebut, agar masyarakat tidak lagi menjual hasil buahnya ke luar daerah, seperti ke Sinjai, Takalar, Bone  dan Jeneponto.

“kita dimasa mendatang perlu membuat khusus pasar buah. Inisiasinya sudah dilakukan sekarang. Ini untuk menambah nilai pada komoditas buah masyarakat kita,” Ujar Wabup berkacamata itu.

Taklupa kata Tomy, pemerintah juga mendorong adanya perbaikan irigasi dan jalan tani yang ada di daerah tersebut. Umumnya pada daerah-daerah yang memang selama ini masih kekurangan air untuk kebutuhan pengairan sawah. (Uno)

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.