News and Education Versi penuh
Nasional

Mendes Yandri ke Bupati Gowa: Desa Wisata Jangan Jadi Penonton

Mendes PDT Yandri Susanto mendorong Bupati Gowa identifikasi potensi desa wisata dan ekspor melalui sistem proposal untuk tingkatkan ekonomi masyarakat desa.

Oleh Uno 16 Apr 2026 11:45 3 menit baca

JAKARTA – Di ruang kerjanya yang tenang di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Rabu (15/4/2026), Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto langsung membentangkan peta besar peluang ekonomi desa di hadapan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang. Yandri tidak ingin desa sekadar menjadi titik di peta; ia mendorong identifikasi tajam terhadap potensi lokal untuk disulap menjadi desa wisata yang kompetitif. Fokusnya jelas: mengubah tradisi dan alam menjadi mesin ekonomi yang menyejahterakan warga tanpa mencabut akar budaya mereka.

Memetakan Desa Tematik dan Potensi Hortikultura


Yandri menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tertinggal sangat bergantung pada keakuratan data di tangan kepala daerah. Baginya, setiap jengkal tanah di desa memiliki cerita dan nilai jual yang berbeda, tergantung bagaimana pemimpin daerah mengemasnya.

"Mungkin Bu Bupati punya data, mana yang desa tematik, desa wisata, atau desa hortikultura. Di kami juga ada program desa ekspor BUM Des," ujar Yandri.

 Ia menawarkan kolaborasi nyata, di mana data dari daerah akan menjadi basis penentuan skala prioritas bantuan pusat.

Pendekatan ini bukan sekadar urusan administratif. Yandri melihat bahwa dengan memilah desa berdasarkan klaster keunggulan, pemerintah pusat dapat menyalurkan intervensi yang lebih presisi. Desa yang kuat di sektor pertanian akan didorong menjadi pusat hortikultura, sementara yang memiliki lanskap indah akan diakselerasi menjadi destinasi pelesir.

Mengubah Posisi Tawar: Dari Bahan Baku ke Pasar Global


Transformasi ekonomi desa menjadi inti dari visi yang dipaparkan Yandri. Selama ini, desa seringkali terjebak dalam posisi sebagai penyedia bahan baku mentah dengan nilai tambah yang minim. Melalui program desa wisata, Yandri ingin membalikkan keadaan tersebut.

"Desa wisata dibentuk semata-mata untuk memberdayakan masyarakat agar dapat berperan sebagai pelaku langsung," tegasnya. Ia membayangkan sebuah ekosistem di mana warga desa bukan lagi penonton, melainkan pengelola, inovator, dan produsen yang mampu menembus pasar global.

Insight unik yang ditawarkan Yandri adalah soal kesiapan mental dan keterampilan SDM desa. Tanpa peningkatan kualitas manusia, potensi alam yang melimpah hanya akan menjadi komoditas yang dinikmati pihak luar. Oleh karena itu, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan literasi bisnis masyarakat lokal.

Menantang Kreativitas Kepala Desa


Menariknya, bantuan yang ditawarkan Kemendes PDT tidak akan turun secara otomatis. Yandri menetapkan standar kompetisi yang sehat melalui sistem proposal. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa dana negara jatuh ke tangan pengelola yang memiliki visi jelas dan kreativitas yang konkret.

"Karena kita nanti sistemnya proposal. Jadi nanti kita yang nilai proposalnya," ungkap Yandri. Ia memberikan gambaran sederhana namun mengena, seperti penambahan fasilitas kolam renang atau flying fox untuk menambah daya tarik wisatawan.

Ia pun menantang Bupati Gowa untuk menyisir setiap kecamatan guna menemukan titik-titik potensial yang bisa dikembangkan. 

"Mungkin ibu bupati cari juga, di kecamatan mana ada desa ekspor, buat juga desa wisata," pungkasnya, menutup audiensi dengan harapan besar pada kemandirian daerah.

Langkah Mendes Yandri Susanto ini menandai pergeseran gaya kepemimpinan yang lebih teknokratis namun tetap membumi. Dengan mendorong model desa wisata yang terintegrasi dengan BUM Des, pemerintah tengah berupaya memutus rantai kemiskinan di daerah tertinggal melalui jalur pariwisata dan ekspor.

Dampaknya, jika strategi identifikasi ini berjalan mulus di tingkat kabupaten, desa-desa di Indonesia termasuk Gowa bukan lagi sekadar penyokong logistik perkotaan, melainkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri. Masa depan desa kini berada di tangan para kepala daerah yang mampu menerjemahkan data menjadi aksi nyata.**

Topik terkait
Desa Wisata Ekonomi Desa Bupati Gowa