Oknum Polisi Selayar Tembak Ternak Warga

  • Whatsapp
banner 300600

JalurDua.Com, Selayar – Selayar geger. Ada oknum anggota Polisi Polsek Pasimasunggu menembaki sapi ternak milik warga. Tindakan oknum polisi tersebut dianggap tidak pantas dan brutal serta telah melabrak Perda dan Peraturan Desa Kembang Ragi. Kejadian ini juga mewarning Kapolsek Kecamatan Pasimasunggu Kabupaten Kepulauan Selayar.

Salah seorang warga Desa Kembang Ragi yang tidak ingin disebutkan identitasnya, menyesalkan tindakan oknum Kepolisian Polsek Pasimasunggu.

Bacaan Lainnya

banner 300600

“Penembakan sapi ternak warga itu adalah keliru dan tidak dibenarkan. Pasalnya Peraturan Desa tidak sedikitpun menyebutkan sanksi penembakan apabila ditemukan ternak berkeliaran” ungkapnya.

Ternyata sebelum kejadian ini, pihak Polsek Pasimasunggu sudah pernah melakukan penembakan ternak di Desa Tanamalala Kecamatan Pasimasunggu. Belum lagi soal adanya dugaan paksaan kepada warga untuk menyewa alat berat milik Kapolsek untuk melakukan penambangan pasir, dan beberapa lokasi empang.

“Penembakan sapi milik warga Desa Pasimasunggu adalah perbuatan tidak pantas, kita bisa buktikan bagaimana Perdes Desa Kembang Ragi, begitu juga Perda Kabupaten. Seekor sapi itu punya pemilik pak. Kalau aparat kepolisian sudah berani menembaki ternak, berarti bukan hal yang sulit untuk menembaki masyarakat tanpa sebab. Perbuatan ini tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku.” ungkap Wawan, sapaan akrabnya.

“Di Jampea kita masih punya prinsip kekeluargaan, jangan asal tembak, sekalipun itu seorang Polisi. Saya mau bilang aturan dari mana yang ketika seorang Polisi mendapati ternak warga lalu serta merta melakukan penembakan. Ini mesti diproses, kalau perlu copot jabatan pelaku penembakan dan semua yang terlibat atas kejadian ini.” tambahnya.

Tidak hanya itu, Ketua Umum DPP-HPMKS menjelaskan bahwa proses penanganan ternak liar harus dimulai dari Pemerintah Desa.

“Penertiban ternak liar memang seharusnya menjadi tanggung jawab Kepala Desa, itu saya lihat dalam Peraturan Desa, ketika hewan tersebut memasuki tempat umum seperti jalan raya, lapangan dan halaman sekolah. Di poin lain dijelaskan bahwa apabila hewan ternak memasuki lokasi persawahan warga maka akan diberikan sanksi untuk mengganti rugi kerugian pemilik sawah, itupun harus dilihat dari kondisi pagarnya. Jadi tidak ada jalan penanganan dalam hal ini untuk melakukan penembakan, karena itu tupoksi Pemerintah Desa, nanti Kepala Desa yang melakukan penunjukan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak Kapolsek Kecamatan Pasimasunggu Kabupaten Selayar.(*)

Editor: Alfian Nawawi

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.