Paman Bejat Di Majalengka Cabuli Keponakannya

  • Whatsapp
Paman pemerkosa(Dok : cirebon.tribunnews.com)
banner 300600

JalurDua.Com, Majalengka – Sungguh tega apa yang dilakukan N (37) pada keponakannya sendiri. Sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya) yang masih berusia 11 tahun, warga Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ia mencabuli hingga hamil dan melahirkan.

“Saat itu, pelaku melancarkan aksinya di rumah nenek korban ketika dalam keadaan sepi,” kata Kapolres, dalam keterangan resminya di mapolres setempat,di kutip dari laman rri.co.id , Jumat 23 Oktober 2020.

Bacaan Lainnya

banner 300600

Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso, didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, peristiwa tersebut, pertama kali dilakukan pelaku pada bulan Desember 2019 lalu.

Adapun modus pelaku, kata Kapolres, membujuk korban dengan cara akan diberi sejumlah uang jika menuruti kemauannya. Korban pun tak berdaya dan menuruti semua kemauan pelaku.

“Pelaku membujuk dan merayu korban dengan memberikan sejumlah uang agar mau disetubuhi dan dicabuli oleh pelaku,” ucapnya.

Sementara, menurut Kapolres, peristiwa itu terkuak saat sang ibu mencurigai perubahan bentuk tubuh anaknya yang terus membuncit. Selanjutnya, sekitar bulan Juni 2020, ibu korban membawa sang anak ke bidan.

“Hasil pemeriksaan bidan menunjukkan korban saat itu sedang dalam kondisi hamil 6 bulan,” jelasnya.

Melihat anaknya dalam keadaan hamil, menurut dia, sang ibu melaporkan peristiwa bejat yang dialami anaknya ke pihak yang berwajib. Namun, polisi baru bisa menangkap setelah bayi dalam kandungan korban lahir pada bulan September 2020 kemarin.

“Karena sang korban sempat menyebut dua nama pelaku, sehingga harus dicek DNA terlebih dahulu di Puslabkes Mabes Polri Jakarta,” jelasnya.

“Dari hasil priksa DNA dari Puslabkes Mabes Polri, dengan hasil bahwa 99,99 persen, bayi Mawar identik dengan DNA tersangka N,” ucapnya.

Kapolres menambahkan, baru sekitar pada tanggal 17 Oktober 2020 sekitar pukul 18.30 WIB, unit PPA dipimpin KBO reskrim/Kanit PPA melakukan penangkapan saudara N di rumahnya.

“Pelaku dijerat dengan UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 23 Pasal 81,82 tentang pencabulan percobaan anak dibawah umur dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya.(*)

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.