News and Education Versi penuh
EBis

Gencarkan Investasi Emas, Pegadaian Bulukumba Sasar Gen-Z

PT Pegadaian Bulukumba gelar edukasi investasi emas melalui program "Pegadaian Mengemaskan Indonesia". Fokus pada cicil logam mulia & literasi keuangan bagi Gen-Z.

Oleh Uno 28 Apr 2026 23:40 3 menit baca

BULUKUMBA – Aroma hidangan sore berpadu dengan diskusi hangat di sebuah ruang pertemuan di Palingrungi cafe dan food, Kota Bulukumba, Selasa (28/4/2026). Tepat pukul 15.30 WITA, Pegadaian Bulukumba sengaja menanggalkan kesan kaku perbankan, menggantinya dengan suasana kekeluargaan untuk menjamu para nasabah setianya.

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni makan bersama. Di balik meja-meja bundar itu, terselip misi besar bertajuk "Pegadaian Mengemaskan Indonesia" sebuah upaya jemput bola untuk menyadarkan masyarakat bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi, emas tetap menjadi "pelabuhan" aset yang paling tenang.

Strategi Cicil Logam Mulia: Solusi Cerdas bagi Nasabah Prioritas


Kehadiran Muhammad Setia Karsa dari Kantor Pusat PT Pegadaian memberikan warna tersendiri bagi diskusi sore itu. Ia membedah tuntas bagaimana strategi cicil logam mulia bisa menjadi penyelamat nilai aset jangka panjang bagi masyarakat di Butta Panrita Lopi.

"Emas bukan sekadar perhiasan, tapi instrumen pelindung nilai. Kami hadir untuk mempermudah masyarakat mengamankan masa depannya melalui sistem cicilan yang sangat terjangkau," ujar Muhammad Setia Karsa di sela-sela pemaparannya.

Bagi nasabah lama yang sempat pasif, momentum ini menjadi titik balik. Pegadaian berupaya menghidupkan kembali portofolio investasi mereka yang sempat "tertidur", sekaligus memperkenalkan kemudahan memiliki emas batangan mulai dari ukuran terkecil, 0,5 gram.

Transformasi Digital dan Literasi Hingga ke Pelosok


Manager Bisnis Pegadaian Bulukumba, Dewi Apriana, menekankan bahwa edukasi adalah kunci utama. Menurutnya, Pegadaian kini tengah bertransformasi total agar bisa diterima oleh semua lapisan, termasuk generasi muda atau Gen-Z yang cenderung menyukai kemudahan digital.

"Tujuan utamanya adalah edukasi. Kami ingin nasabah lama tahu bahwa emas adalah instrumen masa depan yang sangat menguntungkan. Pegadaian hadir sebagai jembatan untuk mengamankan aset masyarakat," jelas Dewi dengan nada optimis.

Kini, investasi tidak lagi harus dilakukan di balik jeruji besi loket kantor cabang. Melalui aplikasi Pegadaian Digital, nasabah bisa bertransaksi kapan saja, terintegrasi langsung dengan layanan perbankan modern seperti BRImo hingga Wonder.

Meruntuhkan Stigma "Tempat Pinjam Uang"


Satu hal yang paling ditekankan dalam pertemuan humanis ini adalah perubahan citra perusahaan. Pegadaian ingin melepaskan atribut lama sebagai tempat masyarakat yang sedang terdesak ekonomi.

Dewi Apriana berharap persepsi masyarakat bisa lebih luas. Pegadaian masa kini adalah pusat layanan keuangan serba bisa, mulai dari investasi emas, pembiayaan kendaraan melalui gadai BPKB, hingga haji.

"Harapan kami, masyarakat tahu bahwa Pegadaian bukan hanya tempat saat sedang kesulitan ekonomi. Kami lebih banyak mendengar masukan masyarakat untuk kami implementasikan dalam layanan yang lebih baik," pungkasnya menutup perbincangan.

Langkah proaktif Pegadaian Bulukumba dalam melakukan literasi keuangan secara personal diprediksi akan meningkatkan jumlah investor emas lokal secara signifikan pada tahun 2026. Dengan menggandeng nasabah lama dan membidik Gen-Z, inklusi keuangan di Sulawesi Selatan diharapkan tidak hanya meningkat secara kuantitas, tapi juga kualitas aset yang dimiliki masyarakat.***

Topik terkait
Pegadaian Bulukumba Investasi Emas Cicil Logam Mulia